Hurt

Hurt
B Chapt 19


__ADS_3

" Kak bagaimana dengan Rose ? Kasihan Kak Bryan , apa tidak ada cara untuk membebaskan istrinya !? " tanya Anna yang saat ini berbaring di pelukan suaminya .


" Aku sudah membicarakan ini dengan Hiro , dia berjanji akan mengembalikan Rose secepatnya apapun caranya . Masalah ini sangat rentan sayang ! Walau aku bisa memaksa mereka untuk mengembalikan sahabatmu itu , tapi perdamaian dua klan besar sedang dipertaruhkan . Daddy tidak akan setuju jika aku mengambil jalan kekerasan "


Anna mengeratkan pelukannya pada sang suami , semenjak hamil ia memang menjadi sangat manja pada suaminya .


" Kak ... "


" Hemmm .... kepengen makan apa ?! "


" Kok tahu kalau Anna lagi kepengen makan !? Memangnya kelihatan ya kalau aku sedang lapar !? "


Abbio hanya terkekeh mendengar pertanyaan sang istri . Setiap hari ia bisa merasakan tubuh sang istri yang semakin berisi karena nafsu makan Anna yang lumayan besar sejak masa kehamilannya .


" Kau sedang membawa dua anakku di dalam sini ... " kata Abbio mengelus lembut perut yang sudah mulai terlihat membuncit itu .


" Dan mereka butuh lebih banyak nutrisi agar tumbuh sehat " lanjutnya sambil menciumi pipi chubby istrinya .


" Jika seperti ini terus aku pasti akan menjadi sangat gendut , tadi saja aku timbangan badanku naik sepuluh kilo " keluh Anna .


" Memang apa salahnya ?! "


" Aku pernah membaca sebuah artikel tentang kehidupan setelah pernikahan , disana di tulis jika seorang istri harus bisa menjaga penampilannya ketika sudah menikah . Mereka harus selalu tampil cantik di depan suami mereka "

__ADS_1


" Dan ?? "


" Kakak kan bisa lihat baru beberapa bulan saja aku sudah mulai gendut begini . Bagaimana jika besok bentuk tubuhku tidak lagi indah ? Apa kau masih tetap akan mencintaiku !? "


" Menurutku saat ini kau adalah wanita tercantik di seluruh dunia ! Aku tidak pernah mempermasalahkan itu sayang , lagipula aku lebih suka memeluk tubuhmu yang berisi ... gemes !! " kata Abbio bertubi tubi mengecup bibir istrinya bertubi tubi .


" Ya sudah aku ambilkan kue dan susu dulu di bawah , apa perlu aku suruh maid untuk membuat makanan untukmu !? " lanjut Abbio yang.belum juga puas menciumi wajah istrinya .


" He em .. tapi itu dulu " cicit Anna dengan muka yang memerah .


Abbio tersenyum lebar karena tahu tentang permintaan istrinya , libido sang istri naik drastis sejak masa kehamilannya . Tapi ia sama sekali tidak keberatan dengan hal itu .


" Mau di bawah atau di atas ?? "


Abbio bangkit dan melucuti semua kain yang menempel di tubuhnya , setelah itu ia kembali naik ke atas ranjang dan berbisik pada sang istri yang nafasnya mulai menderu ketika melihat pahatan sempurna di depannya ....


" lm yours baby .... "


Dan dua manusia yang saling mencintai itu kembali mereguk manisnya cinta mereka . Walau dengan tempo lambat tapi mereka tetap sangat menikmatinya , di trisemester pertama kehamilan istrinya ini Abbio harus ekstra menahan jiwa liarnya .


*


Nanami sedang membaca buku di perpustakaan pribadinya , sejak menyerahkan kepemimpinan pada putranya dia menjadi lebih sering berada di ruangan ini .

__ADS_1


TOK .. TOKKK


Wanita tua yang setiap hari selalu mengenakan kimono khas Jepang itu melihat seorang maid di depan pintu ruangannya .


" Ya .. ada apa !? "


" Di depan ada tamu untuk Nyonya "


" Siapa !? "


" Maaf tapi saya lupa bertanya , dia seorang wanita cantik tadi dia sempat bilang sudah lama sekali tidak berkunjung di istana ini "


Nanami mengernyitkan dahinya , ia tak merasa punya janji temu dengan seseorang hari ini . Tapi kemudian teringat dengan janji putranya yang akan menikah secepatnya dengan seorang wanita . Dia berpikir mungkin tamunya adalah calon istri putranya .


" Baik ... aku akan kesana . Kebetulan.aku memang sangat ingin mengetahui seperti apa dia "


Nanami menutup bukunya dan berjalan keluar ruangannya menuju ruang tamu di lantai bawah . Tiba di ruang tamu dia dikejutkan dengan wajah yang tampak tidak asing untuknya .


Wanita itu berdiri dan tersenyum ketika melihat kedatangannya . Dan wanita terlihat memberi salam dengan sedikit membungkukkan badannya ketika sang nyonya rumah sudah ada di depannya .


" Senang bisa bertemu kembali denganmu !! "


" Anda .... "

__ADS_1


__ADS_2