
Siangnya Hiro melesatkan mobilnya menuju kampus milik istrinya , dia berpikir untuk berbicara dan menyelesaikan masalah mereka . Dari kejauhan ia bisa melihat Mayleen sedang duduk di halte bis . Wanita itu pasti sedang menunggu kendaraan umum untuk pergi ke klinik tempatnya bekerja .
Hiro melajukan mobilnya hingga tepat ada di depan halte tempat wanitanya sedang berbincang dengan beberapa temannya . Wajah Mayleen tampak tetap tenang ketika melihatnya turun dari mobil .
" Hai ... bisakah kau ikut denganku ?? Aku ingin bicara padamu "
Tampak tatapan kagum dari teman teman istrinya , wajah tampan dengan tubuh sempurnanya membuat mata kaum hawa tak kuasa menolaknya . Apalagi tatto yang terlihat di lengan dan sebagian lehernya membuatnya terkesan lebih seperti bad boy .
" Sebentar lagi jam kerjaku , maaf mungkin lain kali " jawab Mayleen sopan , tak ada nada marah dalam.suaranya .
Jawaban yang terdengar sangat formal itu sedikit menyentil hatinya . Sangat terlihat jika istrinya membuat jarak dengannya . Ketenangan sang istri malah membuatnya semakin tidak bisa berkata kata .
" Aku bisa mengantarmu sayang .... "
Beberapa teman memandang penuh tanya calon dokter itu ketika ia memanggil dengan kata sayang wanita yang masih dengan tenangnya duduk di kursi panjang halte itu .
" Dia pacarmu ?? " bisik salah seorang teman yang masih bisa di dengar oleh Akihiro .
" Saya suaminya ... Akihiro " sahut Hiro sebelum istrinya sempat menjawab pertanyaan temannya itu .
__ADS_1
Mayleen terlihat menghela nafas panjang , tapi sesaat kemudian dia mengangguk dan tersenyum seolah membenarkan pernyataan Hiro yang menyatakan diri sebagai suaminya .
" Baik , kita berangkat sekarang sebelum aku terlambat ... " Mayleen bangkit dan berjalan menuju mobil yang tadi di bawa oleh suaminya .
Hiro bergegas menyusul istrinya sebelum wanita itu berubah pikiran . Sikap diam dan tenang sang istri membuat Hiro bingung untuk memulai kata katanya .
" Sayang ....apa kau tak ingin bicara padaku ?? Marahlah !! Maki aku seperti saat aku memakimu kemarin "
Mayleen tetap diam , pandangannya tetap lurus ke depan dengan sikap yang sangat santai . Dia sama sekali tidak menanggapi kata kata suaminya .
" Jangan diam , aku mohon "
" Setidaknya sangkal semua yang aku katakan , buat aku percaya padamu !! "
Mayleen memejamkan matanya dengan dua tangan yang terkepal , gadis itu sedang mencoba mengatur nafasnya agar lebih bisa mengatur emosinya . Tadi dia berpikir bahwa suaminya ingin minta maaf tapi nyatanya hanya ingin beradu argumen dengannya .
" Tak ada yang harus kujelaskan , bukannya kau sudah melihat semua ?? Aku tidak bisa memaksamu untuk percaya padaku .... lni bukan jalan menuju klinik " kata Mayleen yang melihat Hiro mengemudikan mobilnya ke arah yang berlawanan dengan klinik tempatnya bekerja .
" Aku sudah ijin pada Val agar bisa bicara denganmu , kita selesaikan masalah kita sekarang juga "
__ADS_1
" Saat kemarin aku melihatmu aku sempat merasa sangat bahagia , aku ingin berlari memelukmu agar kerinduan bisa terobati . Aku tahu kau mati matian menyelesaikan masalah intern keluargamu agar bisa secepatnya bertemu denganku , tapi bukan hanya kamu !! Aku pun setengah mati merindukan pria yang sudah menjadi suamiku "
" Aku ... "
" Nyatanya bukan cinta yang aku dapat dari orang yang menyebut dirinya sebagai suamiku ! Yang aku dapat adalah kebencian , tuduhan dan bertubi tubi makian ... tanpa aku bisa membela diriku "
" Sayang .... "
" Saat itu hatiku telah patah !! Bagiku pernikahan adalah dua hati yang di ikat menjadi satu oleh sebuah tali yang bernama kepercayaan . Apa kau akan percaya padaku jika waktu itu aku berteriak menyangkalnya ??! Apa kebencianmu akan sirna jika aku balas makianmu ??! Jawabannya adalah TIDAK !! "
" Aku minta maaf , tapi dari awal kau tahu bahwa aku tidak menyukai dokter itu . Kenichi menyukaimu !! "
Mayleen mengangkat satu sudut bibirnya , pria itu masih saja dengan opininya sendiri walaupun bibir itu sudah mengucapkan kata maaf .
" Ada masalah dengan itu ?? Aku tidak bisa mengatur perasaan orang . Jangan salahkan aku atas perasaan yang dimiliki orang lain ! Kami tahu batasan kami , dia sangat menghormatiku ... tak sekalipun dia berlaku kurang ajar padaku . Jika pun ada yang berniat kurang ajar padaku kurasa aku bisa mengatasinya ! Kau sangat tahu hal itu bukan ?? Aku terima ketidakpercayaanmu padaku , aku terima makianmu dan aku terima penghinaan atas diriku . Benar kata paman Barnett jika hubungan kita di awali dengan hal yang salah . Maka dengarkan ini Tuan Akihiro .... "
" Cukup ...jangan bicara lagi " sahut Hiro yang tahu apa yang akan dikatakan istrinya selanjutnya .
" Aku bebaskan kau ... "
__ADS_1