Hurt

Hurt
70


__ADS_3

Ketika Safa dan Oliver memisahkan diri menuju tengah kota maka Hiro tetap melesatkan kendaraannya ke arah resort yang kedua gadis itu tinggali . Seperti biasanya , Anna tak pernah banyak bicara jika ada di sisi pria Jepang itu .


" Apa kau ingin mampir ke suatu tempat dulu ? Kafe kalian misalnya ? "


" Boleh ... kita mampir sebentar saja . Sepertinya Kak Safa tidak sempat kesana melihat laporan pembukuan kafe hari ini "


" Butuh bantuanku Ann ?? "


" Tidak .... itu hanya sebuah laporan dari kafe kecil bukan perusahaan besar seperti milikmu "


Hiro hanya terkekeh mendengar jawaban itu , sekecil apapun urusannya Anna tak pernah mau merepotkannya . Padahal ia akan senang sekali jika gadis itu meminta tolong padanya . Hiro ingin sekali Anna bergantung padanya .


Sampai di kafe mereka segera turun , suasana kafe terlihat masih lumayan ramai walau beberapa saat lagi kafe akan tutup . Safa dan Anna memang membatasi jam buka tidak terlalu malam seperti kafe pada umumnya . Mereka ingin teman teman yang membantu mereka bekerja di kafe mendapat cukup istirahat


" Aku ke dalam sebentar ... " ucap Anna ketika akan meninggalkan Hiro di area depan kafenya .

__ADS_1


" Baik , aku tunggu di sini saja "


Hiro kemudian melangkah ke area yang berada di samping kafe , area yang cukup sepi untuk sekedar menghisap sebatang rokok . Tapi matanya memicing karena di sana ia melihat seorang pria yang sepertinya sangat ia kenal .


" Tuan Abbio .... well come "


Dengan tenang Hiro menghampiri pria bermata elang yang sedang menatap tajam ke arahnya . Dia tahu ada sorot kebencian di sana .


Begitupun Abbio sedang berusaha keras untuk tenang walau sebenarnya ia sangat ingin bangkit berdiri dan menghajar pria yang dengan beraninya ingin merebut hati wanitanya .


" Hai tuan Hiro , sedikit mengejutkan ketika tahu kau berada disini "


" Kau tidak perlu memberitahuku tentang apa yang dia lakukan sekarang !! Tak kusangka pria sepertimu bisa melakukan hal menjijikkan seperti ini ... " sengit Abbio meremat gelas di depannya , dia tak ingin kalap dan membuat kekacauan di kafe milik wanitanya .


Hiro menghela nafasnya , ia tahu pria di depannya bukanlah pria penyabar yang mau mendengarkan penjelasan orang lain .

__ADS_1


" Menjijikkan ?? Memang apa yang sudah aku lakukan Tuan !!? Apa hanya karena aku mengantarnya pulang ? Kurasa mengantarkan seorang gadis pulang hingga menjamin keselamatannya itu adalah hal yang terhormat . Tidak ada yang salah dengan hal itu ! " ucap Hiro tenang sambil menyesap batang nikotin yang baru saja ia nyalakan .


" Tapi dia wanitaku ... " desis Abbio yang langsung membuat pria di depannya tertawa .


" Apa masih pantas untuk menyebut dirinya sebagai wanita milikmu ? Kurasa kau belum lupa dengan semua yang kau lakukan padanya "


" ltu bukan urusanmu !!! Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dan mereka berhak mendapat kesempatan kedua "


Walau sebenarnya malu pada diri sendiri karena mengingat kembali semua kesalahannya tapi Abbio tidak akan pernah lagi melepaskan Anna . Hanya gadis itu yang akan mendampingi hidupnya .


Dia benci situasi ini karena Abbio bisa melihat Hiro bisa bersikap jauh lebih tenang dan lebih dewasa dari dirinya . Pria Jepang itu sama sekali tidak terprovokasi dengan kedatangannya di tempat ini .


" Bukankah malam iitu aku pernah berkata padamu untuk tidak mencariku atau menemuiku lagi Tuan Abbio !? Kau sudah membayar aku sangat mahal untuk itu ... untuk tidak lagi muncul di depanmu . Dan aku sudah menerima pembayaran tunai yang sudah kau berikan . Maaf kalau waktu itu aku lupa mengatakan terima kasih untuk sekoper uang yang kau lemparkan kepadaku "


" Anna sayang .... "

__ADS_1


" Ann .... "


Dua pria tampan itu sontak berdiri bersamaan ketika mendengar suara lembut Anna yang terdengar sangat kalut itu .


__ADS_2