
Mayleen diam ditempatnya ketika orang orang itu malah mengepung dirinya dari berbagai posisi . Tak ada satupun penjaga di area belakang istana ini , padahal biasanya tak ada satu sudut pun di istana ini yang tidak di jaga oleh para pengawal .
Jika berteriak minta tolong maka di pastikan ia akan mengacaukan jalannya perjamuan . Tujuh orang itu sepertinya membawa senjata masing masing di tangannya .
Dan matanya memicing karena sepertinya ia mengenal postur tubuh salah satu orang di antara para pria berbaju hitam itu . Postur tubuh besar dan kekar itu mengingatkannya pada seseorang .
" Ikut kami Nyonya dan kami akan memperlakukan anda dengan baik , jangan sampai kulit anda yang indah tergores oleh pisau dan pedang kami "
" Bagaimana jika aku tidak mau ??! Apa kalian akan memaksaku ?? "
" Dengan terpaksa ... setidaknya kami sudah memintamu baik baik untuk mengikuti kami " sahut salah satu dari orang berbaju serba hitam itu .
Mayleen membuka sabuk kimononya agar lebih leluasa untuk bergerak . Beruntung ia masih mengenakan kaos dan legging di dalam kimononya hingga kulitnya tidak terekspose walau ia melepasnya .
" Jika begitu paksa aku !!! "
Tujuh orang itu saling memandang ketika mendengar kata kata tantangan dari gadis cantik di depan mereka . Mereka melihat Mayleen berdiri tegak dengan dua kaki memasang kuda kuda , dua tangannya terkepal kuat menyilang di depan dadanya .
Satu orang dengan tongkat besi ditangannya maju menghampiri Mayleen . Dan gadis itu menarik nafasnya dalam dalam ketika melihat tongkat itu terayun padanya .
Dengan sebuah gerakan tolakan ia meraih tongkat itu dan membanting pemegang tongkat dengan gerakan sangat cepat . Tubuh pria itu terpelanting di lantai dengan sangat keras .
__ADS_1
Satu orang ia kalahkan dengan sangat mudah , dan tongkat besi itupun sudah berhasil dia rebut untuk dijadikan senjata . Mayleen memutar mutar tongkat besi itu di depan tubuhnya untuk sekedar melemaskan otot otot tangannya .
" Kak Val , maaf jika kulanggar janjiku ... aku terpaksa melayani mereka " batin May bermonolog . Dia sudah berjanji pada kakak sepupunya itu untuk tidak lagi bertarung atau berkelahi jika bukan dalam keadaan yang terpaksa .
Selain mentor dalam pendidikannya , Vallery sekaligus adalah salah satu guru bertarungnya . Selain taekwondo dan silat Mayleen sangat suka sharing partner dengan kakak sepupunya itu di atas ring tinju .
Dua orang dengan senjata pedang sekaligus datang menghampirinya , dengan gerakan memutarnya Mayleen dengan mudah menangkis setiap serangan pedang yang di ayun padanya .
Ketika tangannya sibuk menangkis kaki gadis itu sibuk melayangkan tendangan balasan untuk menyerang dua musuhnya .
BUUGGHHHH ....
Mayleen berhasil memukul tengkuk salah satu penyerangnya dengan tongkat fi tangannya hingga pria itu terpental beberapa langkah dan langsung ambruk . Satu lagi pria dari arah belakang mengunci lehernya dengan dua tangan kekarnya .
Tiga pria bertubuh besar sudah terkapar di depannya , nafas Mayleen sedikit ngos ngosan karena bukan perkara mudah melawan pria pria itu .
Dia berusaha tetap tenang sambil membaca gerakan pedang pria di depannya .
CRANNGG ... CRAANGGG
Bunyi benturan kedua senjata mereka sangat memekakkan telinga , Mayleen dengan mudah bisa membaca setiap serangan pedang musuhnya . Dan ....
__ADS_1
BUGGHHHH ...
Si pembawa pedang terkapar karena punggungnya kena hantaman tongkat besi dari gadis cantik di depannya .
Maylleen menghembuskan nafasnya kasar , empat orang sudah ia kalahkan . Dan kini ia melihat tiga orang maju sekaligus dengan Masing masing senjata di tangan mereka .
Dua orang di antara mereka memegang sebuah senjata berupa satu utas rantai besi yang terdapat pemberat di ujungnya atau biasa di sebut dengan Kusari Fundo . Senjata itu biasa digunakan untuk mencekik lawan .
Dan satu orang lagi bersenjata cakar besi yang terpasang di kedua tangannya . Ujung ujungnya yang tajam mampu merobek besi sekalipun .
Mayleen tampak mengatur nafasnya , tidak akan mudah menumbangkan ketiga musuhnya kali ini . Tapi dia tak akan mau menyerah walau nyawa taruhannya . Mati di ujung senjata karena mempertahankan diri akan lebih baik daripada harus mengikuti pria pria yang berniat jahat padanya itu .
Satu tangan dan tongkatnya berhasil menarik keras senjata rantai yang melayang padanya tapi ...
SRRRAATTCCHH ...
Tiga garis cukup panjang menghiasi kakinya akibat serangan satu cakar besi dari musuhnya ketika ia berusaha menyerang . Mayleen tak bergeming walau luka itu sudah mengeluarkan darah segarnya .
" Ayahhh ... " tiba tiba saja bibirnya lirih melafalkan nama satu satunya pria dalam hidupnya itu . Entah kenapa di saat seperti ini dia menjadi sangat merindukan sosok ayahnya .
Tangannya mengeratkan pegangannya pada tongkat besi ditangannya ketika tiga senjata di depannya kembali terayun ke arahnya . Menang atau mati sudah menjadi pilihan terakhirnya . Tapi sebelum ia sempat bergerak tiba tiba ....
__ADS_1
" BANGSAATTT .... BERANINYA KALIAN SENTUH ISTRIKU !!!! "