Hurt

Hurt
7


__ADS_3

satu semester sudah berlalu, mark yang tetap menutup mulut menjaga rahasia bahwa kania adalah anak pemilik sekolah dan jeno adalah anak pengusaha kaya raya yang sangat terkenal.


"hari ini hasil ujian semester pertama akan keluar kan?" tanya Mark saat berada dikantin bersama Jeno, Jessica, dan Kania.


"hmm, lalu kenapa?" tanya Jeno sambil menyeruput minumannya.


"bagaimana ujian kalian?" tanya Mark sambil melihat Kania yang sibuk makan cemilan.


"lancar kok" kata Jeno cepat, Kania menatap Jeno kesal.


"aku tak bertanya padamu" kata Mark kesal.


"lalu siapa yang akan menjawab?" tanya Jeno sambil menatap Mark dengan tatapan kesal.


"dia? kau tidak lihat dia lagi makan? mulutnya penuh" mata Jeno lagi sambil menunjuk Kania yang sibuk makan.


"aku tak mengharapkan jawaban darimu" kata Mark


"tch, aku hanya tak ingin kau bicara sendiri kau tahu?"


"lebih baik bicara sendiri dibanding harus menerima jawaban darimu"


"wah, coba lihat ketua osos kita ini. arogan sekali" kata Jeno kesal.

__ADS_1


"wah coba dengar bahasa bocah...."


"bocah??? aku bocah???" tanya Jeno makin kesal dikatai bovah oleh Mark.


"ya aku bilang kamu....."


BRAKKKK!!!!


dua wanita tangguh yang pusing mendengar ocehan dua pria ini menggebrak meja bersamaan, membuat dua pria itu langsung bungkam.


"lanjutkan pertengkaran kalian" kata Kania sambil menatap Jeno dengan tatapan membunuh.


"tampang kalian seperti pria, tak kusangka mulut kalian seperti seorang ibu tiri" kata Jessica yang menatap Mark.


"kita pergi saja kak" ajak Kania.


"Bye!!" jessica dan kania pergi sambil bergandengan.


"wahhh, apa Kania sarapan pengeras suara?" omel Jeno.


"jessica pasti sarapan palu, pukulan nya sangat kuat" kata Mark sambil mengecek meja yang digebrak Kania dan Jessica.


"ini semua karena kamu" tuduh Jeno.

__ADS_1


"memangnya aku sendiri?" tukas Mark kesal.


mereka berdua terdiam sambil memainkan botol minuman yang kosong.


●●●●●●●●●●●●●●●●


"selamat yah, kamu juara satu umum. kamu jenius" puji Jessica saat ia dan Kania melihat papan pengumuman nilai semster mereka.


"kakak juga, selamat ya"


"waaaah, tak disangka gadi kucel dari kalangan biasa ini bisa peringkat satu. apa ibumu datang memohon?" kata Mira, teman sekelas Kania.


"kasian ibumu, ia pasti menghabiskan waktu seharian dengan berlutut meminta belas kasihan agar kamu mendapat peringkat satu. mengingat kamu dari kalangan biasa, kamu pasti tak sanggup membayar dengan uang" hina Mira.


"hei...." jessica akan membalas perkataan Mira, tapi Kania menahan tangan Jessica.


"ehm, kulihat nama mu ada di urutan ketiga. kupikir kamu hanya banyak bicara rupanya kamu jenius juga. dan kenapa ibumu tidak berlutut juga jika kamu ingin mendapat peringkat satu? sayang sekali" kata Kania dengan tenang.


"coba dengar, anak kucel ini berkata ibuku akan berlutut? wah kamu sungguh berani" bentak Mira.


"inikah etika seorang anak dari golongan atas? status mu golongan atas, tapi tingkahmu seperti dari golongan bawah bahkan bukan golongan biasa" kata Jessica memandang Mira dari kepala hingga kaki.


Mira terdiam, tanggannya mengepal kuat. ia menahan amarahnya.

__ADS_1


"kita lihat nanti" Kata Mira sambil berlalu.


disudut lain, Mark dan Jeno hanya tertawa kecil melihat tontonan yang baru saja usai.


__ADS_2