
" Brengsek !!! Beraninya dia mendekati wanitaku , ternyata dia juga ikut konspirasi pelarian Anna "
Berkali kali Abbio mengumpat kesal melihat beberapa foto gadisnya yang sedang berjalan bersama di pinggir sebuah pantai . Mereka berdua terlihat begitu akrab satu sama lain .
" Kita yang salah ... bukan mereka " timpal Zahid .
" Aku tahu aku salah tapi bukan berarti aku akan membiarkan dia mendekati Anna . Dia milikku !! Kau pun pasti juga merasakan hal yang sama ketika Oliver mendekati wanitamu !! "
" Beda cerita Kak !! Safa memang sudah benar benar menjadi milikku seutuhnya , bagaimanapun juga selamanya dia akan menjadi milikku "
" Kita ke Bali malam ini juga , kita akan jemput wanita wanita kita apapun resikonya "
Zahid menghela nafasnya , walaupun sang Daddy tidak ada di Bali tapi dua gadis mereka di bawah pengawasan orang orang hebat . Bukan perkara mudah melawan seorang Adam Adipraja .
Tapi demi cintanya dia akan melakukan apa saja . Gadis masa kecilnya harus kembali menjadi miliknya .
*
Sementara setelah acara barbeque di mansion Adipraja ke empat orang segera pulang ke resort pinggir pantai . Oliver dan Hiro membawa dua mobil masing masing untuk mengantar gadis gadis muda itu .
" Sepertinya ini bukan jalan pulang , kau lupa jalannya atau sengaja mengajakku keluar !? " tanya Safa ketika Oliver malah membawanya ke tengah kota , terpisah dari mobil Hiro dan Anna .
" Kau ingat tanggal ini !? "
__ADS_1
" Tidak ....."
" Hari ini biasanya kita merayakan hari ulang tahun keduamu , tanggal di mana Nyonya Claire menemukanmu di depan panti asuhan . Walau ada dokumen identitas tapi kami anggap kau lahir saat kau pertama kali masuk ke panti "
" Jangan bilang kau akan membelikan kue untuk hadiah !! "
" Kau tidak mau !? "
" Come on Oliver , aku bukan anak kecil lagi !.Bagaimana dengan clubbing , di sini banyak tempat tempat yang sangat asyik "
" Ok ... dengan satu syarat "
" Apa ?? "
" Jangan mabuk ... kau tak boleh menyentuh minuman keras "
" Tidak setetes pun , aku hanya berjaga jaga agar kita pulang dengan keadaan utuh !! Kau pikir Adam Adipraja akan membiarkan aku pulang dengan keadaan utuh karena tidak bisa menjagamu ??!! "
" Ckk ... Kau seorang agen rahasia , kurasa kau bisa bertarung dengannya "
" Aku pernah mendengar dia mengalahkan lima puluh orang sendirian hanya dengan bermodal dua senjata api dan beberapa pisau tanpa luka sedikitpun . Seperti Tuan besar Al Shamma , kala itu mereka dikenal sebagai dewa kematiannya dunia bawah "
" Ya ya ya ... kalau begitu kita beli kue ulang tahun saja ! Kita tiup lilin dan kemudian berciuman di bawah temaramnya sinar bulan . Cukup romantis bukan ?? "
__ADS_1
Mata Oliver langsung bersinar ketika mendengar apa yang baru saja Safa katakan . Dulu ketika masih kecil ia memang selalu mencium pipi gadis disampingnya setelah gadis itu meniup lilin kue tart nya .
" Kau serius ?? "
" Kau memang selalu mencium pipiku setelah aku meniup lilin !!!! "
" Tapi aku tidak mau mencium pipimu lagi , aku mau bibirmu !! "
" Langkahi dulu mayatku !!! "
Oliver hanya bisa berdecak kesal , selama bertahun tahun ia tidak bisa menakhlukkan hati gadis cantik disampingnya .
" Aku tidak seperti dulu lagi , carilah seorang gadis yang benar benar pantas untukmu " kata Safa dengan mata yang memandang keluar jendela . Ada butiran air di sudut matanya .
" Kau pikir aku adalah laki laki picik yang hanya mementingkan keperawanan saja ??!! "
Safa langsung menghantam lengan pria disampingnya dengan keras , dia tidak suka jika peristiwa itu kembali di ungkit .
" Aku mencintaimu tanpa syarat ... Aku mencintai semua yang ada pada dirimu tanpa terkecuali "
" Ckk diamlah !! Di depan ada toko kue , belikan aku kue tart yang terbesar di toko itu . Aku menjadi sangat lapar setelah mendengar kata kata darimu barusan ... "
" As you wish princess ... " sahut Oliver sambil tertawa .
__ADS_1
Tanpa mereka tahu ada sepasang mata sedang memandang mereka dengan dua tangan terkepal .
" Kau milikku .... "