Hurt

Hurt
49


__ADS_3

" Haisshhh .... merepotkan !! Kau tahu Tuan ? Tubuhmu sangat berat " gerutu Safa yang meletakkan tubuh Zahid di ranjang kamar hotelnya . Safa sengaja menyewa hotel sederhana pinggiran kota agar kelakuan pria kaya itu tidak terendus media .


Untung saja tadi pria itu masih bisa berjalan walau ia masih harus memapahnya . Bahkan ia harus memakaikan topi dan mantel agar tak ada yang mengenali pria kaya itu . Pria yang tak pernah mabuk itu terus saja meracau tidak jelas .


" Kenapa sulit sekali menemukanmu !!! Kau membuat hidupku tidak tenang . Aku hanya ingin melihat hidupmu bahagia ... hanya itu "


Safa melihat keputusasaan dalam setiap kata kata yang keluar dari mulut Zahid , sepertinya dia mempunyai kisah masa lalu dengan seorang gadis . Safa merasa ada kesamaan antara dirinya dan pria itu , mereka sedang mengharap kehadiran seseorang dalam hidup mereka .


Pada awalnya ia ingin langsung meninggalkan Zahid yang sudah tidak berdaya di atas ranjang , tapi niatnya di urungkan karena rasa kasihannya . tadi di dalam taksi pria sempat muntah muntah dan sebagian bajunya kotor karenanya .


Safa kembali menghampiri Zahid yang kelihatannya sudah tertidur . Di lepasnya satu persatu baju Zahid hingga hanya menyisakan celana pendeknya . Gadis itu kemudian meminta jasa laundry untuk membersihkan pakaian kotor itu agar paginya langsung bisa di kenakan lagi dalam keadaan bersih .

__ADS_1


Ketika ingin beranjak dari ranjang tiba tiba tangan kekar pria itu menggenggam tangannya . Sepertinya Zahid tidak mengijinkannya untuk pergi .


" Kenapa matamu sama dengannya ?? Kenapa kau harus jadi wanita malam ? Melihatmu aku seperti sedang melihat kesalahanku . Melihatmu aku merasa sedang di hakimi !!! Aku tidak bisa menjaganya . Maafkan aku , aku tidak bisa menjagamu !! "


Hati Safa tersentuh ketika melihat air mata yang ada di sudut mata pria itu . Walau tidak begitu paham apa yang di maksud dengan kata kata racauan itu tapi ia bisa merasakan kesedihan yang mendalam di dalamnya .


" Hei ... aku baik baik saja ! Aku bahagia ... dan aku harap kau juga bahagia dengan hidupmu . Aku cukup kuat untuk berjuang sendirian , jadi lanjutkan hidupmu ! Lepaskan aku karena aku sudah melepaskanmu dari janjimu ... "


Safa berbisik pada Zahid yang terlihat masih saja tidak tenang dalam tidurnya . Dia sengaja membisikkan kata kata yang selama ini ia ingin sampaikan pada seseorang . Dan ternyata kata kata itu mampu membuat pria itu tenang .


Dan pagi harinya Zahid merasa sangat pusing ketika terbangun dari tidurnya . Kepalanya terasa berat sekali , baru kali ini dia mabuk karena minuman keras .

__ADS_1


Walau Al Shamma adalah klan mafia yang kuat tapi dari kecil Daddynya mendidiknya dengan sangat keras . Seorang pria ditakuti dan dihormati karena pencapaiannya , bukan karena minuman keras atau semacamnya .


Dia tersenyum sinis ketika melihat dirinya sudah tidak berpakaian .


" Trik murahan ... kita lihat apa yang selanjutnya akan kau lakukan . Dan jangan salahkan aku jika aku tega padamu " lirihnya sambil perlahan beranjak .


Matanya mengernyit ketika di atas nakas terlihat segepok uang yang tadi malam sempat ia lemparkan ke arah gadis yang ia benci . Tampak ada secarik notes di bawah uang itu .


~ Terimakasih untuk makan malamnya , aku kembalikan uang ini . Bayaran yang terlalu banyak jika hanya untuk mendengarkan sebuah cacian ! Maaf jika jumlahnya tidak utuh lagi karena aku gunakan untuk bayar tagihan restoran , taksi dan hotel tempatmu menginap saat ini . Bajumu kotor terkena muntahan jadi terpaksa aku lepas , tapi tenang saja aku sudah suruh jasa laundry hotel mengantarkannya saat pagi . Semoga pagimu menyenangkan Tuan ~


Berkali kali Zahid menghembuskan nafasnya kasar , ternyata gadis itu sangat pintar . Dia mengembalikan uang hanya untuk menjaga namanya . Dia terlalu pintar untuk memilih siapa lawannya , dia pasti tahu jika dia tidak akan pernah bisa melawan keluarga Al Shamma .

__ADS_1


Pria itu kembali duduk di atas ranjang karena kepalanya yang masih terasa sangat pusing . Tina tiba dia mengingat sebuah suara yang dari dulu ingin ia dengar . Dia bermimpi jika gadis itu datang padanya , gadis itu meminta dia untuk melanjutkan hidupnya karena gadis tanpa nama itu sudah melepaskan Zahid dari semua janjinya .


" Kau tidak bisa melepasku begitu saja , aku tidak akan menyerah sebelum aku menemukanmu !! Aku bisa melanjutkan hidupku jika aku sudah benar benar melihatmu bahagia . Kau hanya harus menungguku sebentar lagi .... "


__ADS_2