Hurt

Hurt
140


__ADS_3

Abbio langsung berlari menuju kamarnya ketika sampai di mansionnya . Dia yakin sang istri sudah beristirahat di kamar karena waktu sudah malam . Ada sesuatu yang ingin ia pastikan kebenarannya dan itu menyangkut kebahagiaannya .


CEKLEKK ..


" Sayang .... "


Suasana hening ketika ia masuk ke dalam kamarnya , tak ada seorangpun di sana . Ranjangnya masih tertata rapi dan lampu kamar juga belum menyala pertanda seharian sang istri tidak berada di kamar ini .


Tanpa berganti baju terlebih dulu Abbio segera turun ke bawah . Satu satunya kemungkinan keberadaannya adalah gudang belakang , kamar pengasingan istrinya dulu .


Benar saja dari kolam renang ia sudah bisa melihat istrinya ada di bangunan dua tingkat itu . Seorang maid tampak sedang menemaninya , masing masing dari mereka membawa sebuah mangkok besar kemungkinan mereka sedang makan .


" Sayang .... "


Tampak istrinya menoleh sejenak ketika mendengar suaranya . Maid yang menemaninya langsung undur diri ketika melihat tuan muda rumah ini sudah berada di sana .


Abbio duduk bersimpuh dengan kepala yang ia letakkan dipangkuan sang istri yang belum mengeluarkan suara sejak kedatangannya . Dia tahu kali ini dia membuat kesalahan kembali , mungkin Anna sakit hati karena seharian ini sudah diabaikan .


" Sayang kau marah padaku !?."


" Tidak ... "


" Apa ada kata kata dariku yang membuatmu seperti ini ? "


Anna menghela nafas ketika kepala sang suami sudah di angkat dan sekarang menatapnya .

__ADS_1


" Apa ketiga alat di kotak itu adalah milikmu ?.Dan apa benar dua garis merah yang melintang di dalamnya ?! "


Anna mengangguk dan ketika melihat jawaban dari pertanyaannya pria itu memeluk istrinya sangat erat , ciuman ia daratkan disetiap bagian wajah istrinya . Tapi Anna terlihat sangat diam , gadis itu bahkan tidak merespon antusiasnya .


" Siang tadi aku sangat sibuk di kantor , aku melewatkan kotak pemberian darimu karena aku memang benar benar tidak berkesempatan untuk melihatnya "


" Tidak apa apa , lagipula itu juga bukan sesuatu yang sangat penting " jawab Anna datar .


" Kaulah sumber kehidupanku , aku tidak bisa hidup tanpamu . Aku jauh dari kata sempurna ... aku tidak peka , aku pelupa dan aku juga tidak pandai berkata manis . Maafkan aku sayang ... "


Anna mengecup sayang dahi pria yang masih ada di bawahnya . Direngkuhnya wajah tampan itu dengan menggunakan dua tangannya .


" Aku tahu ... karena aku pun jauh dari kata sempurna untukmu . Aku tidak bisa memaksakan kehendak agar kau senang mendengar kabar kedatangan anak kita . Tugas utamamu adalah menjaga Al Shamma bukan menjaga wanita cengeng sepertiku "


" Sayang apa sekarang kita bisa turun untuk kembali ke mansion "


" Tidak ... malam ini aku ingin tidur disini , jangan bertanya kenapa karena akupun tidak tahu . Akan menyenangkan jika bisa tidur dan mengenang semua disini "


" Tapi kenanganmu tentang diriku tidak akan ada yang menarik .. Aku sangat jahat padamu !! Ya sudah jika memang itu adalah keinginanmu , aku akan menemanimu disini " ujar Abbio sambil meraih bibir kemerahan itu .


" Kakak sudah makan !? "


Abbio tersenyum dsn menggelengkan kepalanya pelan .


" Tadi aku buru buru pulang ke mansion karena aku sudah membuat satu kesalahan besar lagi . Maaf tapi tadi kotak itu aku kira berisi biskuit jadi ketika kau bertanya soal itu aku bingung menjawabnya karena aku belum membuka apalagi tahu isinya " jawab Abbio panjang lebar dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .

__ADS_1


" Aku temani makan , setelah itu bersihkan dulu dirimu sebelum kita beristirahat "


" Terima kasih sayang , ehmm apa aku boleh tidur di sini bersamamu !? "


" Tentu saja , aku suka jika tidur dalam pelukanmu ... rasanya hangat ! Akhh Kak .. aku bisa jalan sendiri "


" Kau sedang mengandung sayang , itu artinya kau tidak boleh terlalu capek ! Mulai besok aku akan memindahkan kamar kita di lantai bawah , tidak baik jika kau harus naik turun tangga terus menerus setiap harinya . Dan aku cabut kata kataku soal membatasi makananmu , kau harus banyak makan karena ada anak anakku di dalam perutmu " ujar Abbio sambil berjalan menuju mansion utama .


" Anak anak !? "


" Ya ....entah kenapa tapi aku merasa bahwa aku akan punya dua bayi sekaligus "


" Tapi kata orang akan sulit mendapatkan bayi kembar jika kita tidak ada turunan kembar "


" Mommyku punya saudara kembar sayang , hanya saja ketika masih bayi sakit dan berpulang terlebih dahulu "


" Kak itu ruang makannya sudah kelewatan ! " ujar Anna yang melihat Abbio terus berjalan melewati dapur .


" Kita makan diatas saja , nanti biar maid yang membawa makan malam kita ke kamar . Aku bisa membersihkan diri sambil menunggu makanan tiba "


" Ada yang bisa aku bantu !? Aku bisa menggosok punggungmu atau mencuci rambutmu jika kau mau ... "


Abbio tertawa dan menggigit lembut cuping telinga sang istri yang akhir akhir ini sangat suka menggodanya .


" Terimakasih , tapi kau harus lebih banyak beristirahat gadis nakal !! "

__ADS_1


__ADS_2