
Safa mencoba diam walau sudah dari tadi sebenarnya tangannya gatal untuk menyeret seorang wanita pengunjung bar yang dari tadi sudah ingin memancing keributan . Dengan tubuh yang di balut busana seksi wanita itu malah sengaja meliuk liukkan tubuhnya di depan pengunjung pria .
Dia akui dirinya pun selalu berpenampilan sangat seksi tapi dia tak pernah sengaja menyodorkan tubuhnya di depan pria . Tapi penampilannya saat menjadi bartender bisa di katakan jauh dari kesan seksi .
Karena seragam bartender yang dipakainya sama dengan seragam yang dikenakan oleh bartender laki laki yaitu kemeja putih panjang dengan celana panjang hitam tanpa aksesoris apapun . Rambut panjang yang di kuncir kuda dengan make up natural yang membuatnya terlihat cantik dan apa adanya .
Sampai akhirnya keamanan yang menangani biang onar itu hingga suasana kembali tenang . Tapi dirinya dikejutkan dengan hadirnya pria tampan yang datang sesaat kemudian .
Sepertinya pria itu mencari wanita yang tadi mabuk di dalam bar itu . Pria tampan yang ia kenal sebagai putra kedua Al Shamma , pria yang bahkan tidak mau melihatnya saat mereka bertemu untuk pertama kalinya .
Ketika tahu wanita itu telah di bawa pergi oleh seseorang , pria tampan itu malah datang menghampiri mejanya . Walau sebenarnya enggan tapi karena ini memang pekerjaannya Safa menghampiri Zahid yang dari tadi memperhatikannya .
" Anda ingin minum sesuatu Tuan ? "
" Apa saja asal tidak beralkohol .... " jawab Zahid dengan senyumnya .
" Oooo anda bukan peminum ya , baik tunggu sebentar "
Zahid melihat gadis itu mengambil beberapa buah lemon dan meraciknya hingga menjadi segelas minuman yang tersaji di depannya .
__ADS_1
" Hanya ada lemon jadi saya buat lemon squash untuk anda , selamat menikmati !! "
Setelah berkata seperti itu Dafa meninggalkan Zahid untuk melayani pelanggan lain yang baru saja datang . Zahid mengambil gelasnya kemudian meminum minuman yang baru saja di berikan padanya .
Rasa asam dan manis yang pas di lidahnya , tidak terlalu manis tapi juga tidak terlalu asam membuat ia bisa menghabiskan minuman itu dalam sekali tenggak .
Dan ia kembali mengamati gadis yang dengan lincahnya memainkan shaker untuk membuat minuman pesanan pelanggannya . Gadis itu sangat ramah dengan pelanggan pelanggannya , tapi entah kenapa Zahid merasa gadis itu sedikit ketus padanya .
Zahid sengaja berlama lama duduk di tempat itu , ia ingin sekali bisa mengobrol dengan bartender cantik itu . Ada sesuatu yang menarik pada gadis itu walau penampilannya sangat sederhana .
" Ada yang bisa saya bantu tuan ?? Anda ingin saya buatkan minum lagi ? "
" Tidak terimakasih , aku hanya senang melihatmu sedang membuat minuman minuman itu "
" Kau mengenalku ?? "
" Dunia bisa runtuh jika saya bisa mengenal orang hebat seperti anda Tuan , remahan seperti saya tidak pernah bermimpi terlalu jauh !! Anda mungkin tidak akan bisa melihat saya jika sedang ada di luar sana "
" Hanya pria bodoh yang tidak bisa melihat kehadiranmu .... "
__ADS_1
Safa tidak bisa menyembunyikan tawanya ketika mendengar kata kata Zahid barusan . ltu terdengar seperti Zahid sedang menghina dirinya sendiri . Pria itu bahkan tidak ingat jika mereka pernah di kenalkan oleh Anna di sebuah restoran .
" Ya .... saya bisa melihatnya tuan . Sepuluh menit lagi jam kerja saya berakhir , anda bisa meminta bartender yang nanti akan menggantikan saya jika tuan masih ingin duduk dan menikmati minuman disini "
" lni belum terlalu larut Nona ... bisakah saya tahu nama anda !? "
" Nama ?!!! Jangan pernah menanyakan itu jika anda tidak bisa mengingatnya ... Nikmati waktu anda tuan , waktunya saya pergi "
Zahid terpaku pada bartender wanita yang baru saja melepas apron dan pergi meninggalkannya . Gadis itu benar benar sangat sinis padanya walau semua kata kata yang keluar dari mulutnya terdengar sangat sopan .
Setelah gadis itu pergi dia ingin segera beranjak untuk pergi ke apartemen Fred , dia ingin bertanya apakah sahabatnya itu sudah mengantar pulang Evita yang tadi mabuk berat .
Tapi ia mengurungkan niatnya ketika mendengar beberapa pelanggan membicarakan bartender yang baru saja pergi itu .
" Andai saja dia masih mau kita ajak makan siang seperti dulu , lumayan bisa membuat otak kita refreshing walau hanya untuk beberapa saat . Dia gadis menyenangkan hingga kita tidak pernah sayang untuk mengeluarkan uang "
" Dia sudah bekerja di restoran , aku pernah bertemu dengannya ketika aku makan bersama keluargaku di sebuah restoran yang baru saja diresmikan pembukaannya "
Zahid memejamkan matanya ketika mendengar semua itu , ada sedikit rasa kecewa ketika mengetahui bahwa gadis itu bisa di bawa kencan oleh para pelanggan di bar itu .
__ADS_1
Kesederhanaan dan kecantikan yang ia miliki ternyata hanya topeng pemanis yang digunakan untuk menutupi kebusukannya .
" Sepertinya mataku salah kali ini , kupikir aku menemukan berlian ... tapi nyatanya hanya sebuah potongan besi berkarat !! "