
Mayleen perlahan membuka matanya , dan yang pertama ia lihat adalah sang suami yang sedang berbaring disisinya sambil menatapnya .
" Selamat pagi pria tampan ... " lirihnya dengan mengucek mata dengan kedua tangannya , ia ingin melihat dengan jelas kesempurnaan yang ada di depannya .
" Apa tidurmu nyenyak semalam !? "
" Tentu saja tidak !! Kau sukses membuatku tidak tidur semalaman , dua kali kau menendangku May ....dan kakimu berkali kali menindih tubuhku seolah olah aku adalah guling untukmu "
Mayleen terbahak mendengarnya , dulu kakak sepupunya juga pernah mengeluhkan hal itu . Mayleen bahkan pernah mendorong Vallery hingga jatuh ke lantai saat tidur di kamar kosnya saat sekolah dulu .
" ltu salahmu ... kenapa kau tidur dekat dekat denganku ?! Semalam aku menunggumu , kenapa kalian lama sekali ?? Apa dia tidak ingin kau memakai cincin pernikahan kita ? Apa dia sangat pencemburu !? "
" Aku bungkam mulutmu jika kau terus bertanya tentang hal itu !! Kenapa kau percaya dengan semua omongan kakakmu yang gila itu ?!! "
" Kak Vallery tidak gila ... " sungut May .
" Maksudku kakak iparmu , Deniel "
" Kak Deniel juga sangat baik padaku , dia yang berkeras membawaku dari Medan ke Beijing "
" Tetap saja dia gila ... Arrgghhhh " Hiro menggeram tertahan ketika tiba tiba gadis itu mengendus dada dan lehernya . Sungguh gadis itu selalu berhasil membuat jantungnya berdegup sangat keras .
" Kau sudah wangi ... apa kau sudah mandi ? lni masih pagi sekali " kata May dengan kembali menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut .
Hiro menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya , setelah membuatnya senam jantung dengan seenaknya gadis itu malah kembali tidur .
__ADS_1
" Bangun gadis malas , ini sudah jam sembilan pagi !! Kau ingin ibu masuk dan menyeretmu keluar ?? Kau menantu keluarga Yoshida sekarang "
" Hahh .. menantu ?? Ya Tuhan aku lupa , ibu bilang pagi ini ada upacara minum teh "
Mayleen langsung beranjak dari ranjang dan segera berlari menuju kamar mandi . Tak berapa lama gadis itu keluar dengan hanya mengenakan handuk kecil ditubuhnya .
Hiro leluasa melihat separuh bukit ataupun separuh b*kong sintal yang menyembul di bagian bawahnya . Hiro menggeram gemas ketika dengan santainya gadis itu malah melenggang keluar menuju walk in closet . Dia yakin tak ada lagi kain penghalang di dalam handuk kecil itu .
" Apa yang sedang kau lakukan !?? "
" lni lagi jalan ... tadi lupa bawa baju " sahut May berlari kecil dengan menjulurkan lidahnya ke arah suaminya .
Hiro kemudian berjalan ke arah kamar mandi , sepertinya ia harus mandi lagi untuk meredam otaknya yang panas akibat ulah gadis itu . Tiba tiba saja ia ingin memiliki mesin waktu yang bisa membuat waktu satu tahun ini bisa ia lalui dengan sekejap mata .
Keluar dari kamar mandi ia di buat terpana dengan penampilan formal gadis yang sudah menjadi istrinya . Mengenakan dress putih dengan panjang di bawah lutut dengan outer jas warna hitam lengkap dengan tas dan sepatu yang juga berwarna hitam .
" Maksudmu kau ingin bekerja di klinik ?? "
" Ya iyalah , masa iya numpang hidup doang sih !! Setidaknya aku bisa bantu bantu beli keperluan rumah dan beli beras . Kan aku sudah bilang tidak akan pernah menjadi bebanmu "
" Kau adalah istriku !! Bukan bebanku !! Hidupmu sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabku "
" Tapi pernikahan kita hanya pura pura " cicit May .
" Di bagian mana yang kau anggap pura pura ? Kita menikah di depan Sang Pencipta dengan di saksikan seluruh keluarga . Aku ucapkan sumpah pernikahanku dan kau pun dengan lantang sudah menerima janjiku . Pernikahan kita bukan permainan May !! "
__ADS_1
" Aku ke bawah sebelum lbu mencariku , dan kau segera pakai bajumu sebelum ada pelayan yang melihat dan mengira dirimu hantu mesum .... " kilah May sambil berjalan cepat ke arah pintu .
Tapi langkahnya terhenti ketika melihat kepala pengawal yang waktu itu melepas cincin suaminya , pria itu tampak menunduk hormat padanya .
Ketika menengok ke belakang ia melihat suaminya masih belum juga memakai bajunya . Pria itu juga sedang menatap kepala pengawal.ysng sedang menunduk hormat pada istrinya .
" Apa suamiku tampan !? "
" Ehh .. maaf , maksud Nyonya ??! "
" Kau sudah bekerja lama dengannya kan ? Hubungan kalian juga sangat dekat , apa menurutmu suamiku sangat tampan ?? "
Kepala pengawal yang melihat tatapan tajam tuan mudanya malah menjadi salah tingkah karena ia tidak tahu harus menjawab apa .
" Kau belum menjawabku ... " kata Mau penuh penekanan yang membuat kepala pengawal bertambah bingung .
" Ehhh ... emmm ... saya rasa Tuan Muda sangat tampan "
" Kau menyukainya ?? "
" Maksud Nyonya ??! "
" May !!! " pekik Hiro kesal .
Gadis itu hanya menoleh dan memperlihatkan gigi giginya kepadanya , setelah itu dia berlari ke bawah ke kamar ibunya .
__ADS_1
Hiro hanya bisa membuang nafasnya kasar , Kepala pengawal yang terkenal kejam dan tak kenal belas kasihan itupun bisa takhlukdan tak berkutik di depan gadis nakalnya .