Hurt

Hurt
B Chapt 29


__ADS_3

Mayleen perlahan membuka matanya , dan yang pertama ia lihat adalah sang suami yang sedang berbaring disisinya sambil menatapnya .


" Selamat pagi pria tampan ... " lirihnya dengan mengucek mata dengan kedua tangannya , ia ingin melihat dengan jelas kesempurnaan yang ada di depannya .


" Apa tidurmu nyenyak semalam !? "


" Tentu saja tidak !! Kau sukses membuatku tidak tidur semalaman , dua kali kau menendangku May ....dan kakimu berkali kali menindih tubuhku seolah olah aku adalah guling untukmu "


Mayleen terbahak mendengarnya , dulu kakak sepupunya juga pernah mengeluhkan hal itu . Mayleen bahkan pernah mendorong Vallery hingga jatuh ke lantai saat tidur di kamar kosnya saat sekolah dulu .


" ltu salahmu ... kenapa kau tidur dekat dekat denganku ?! Semalam aku menunggumu , kenapa kalian lama sekali ?? Apa dia tidak ingin kau memakai cincin pernikahan kita ? Apa dia sangat pencemburu !? "


" Aku bungkam mulutmu jika kau terus bertanya tentang hal itu !! Kenapa kau percaya dengan semua omongan kakakmu yang gila itu ?!! "


" Kak Vallery tidak gila ... " sungut May .


" Maksudku kakak iparmu , Deniel "


" Kak Deniel juga sangat baik padaku , dia yang berkeras membawaku dari Medan ke Beijing "


" Tetap saja dia gila ... Arrgghhhh " Hiro menggeram tertahan ketika tiba tiba gadis itu mengendus dada dan lehernya . Sungguh gadis itu selalu berhasil membuat jantungnya berdegup sangat keras .


" Kau sudah wangi ... apa kau sudah mandi ? lni masih pagi sekali " kata May dengan kembali menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut .


Hiro menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya , setelah membuatnya senam jantung dengan seenaknya gadis itu malah kembali tidur .

__ADS_1


" Bangun gadis malas , ini sudah jam sembilan pagi !! Kau ingin ibu masuk dan menyeretmu keluar ?? Kau menantu keluarga Yoshida sekarang "


" Hahh .. menantu ?? Ya Tuhan aku lupa , ibu bilang pagi ini ada upacara minum teh "


Mayleen langsung beranjak dari ranjang dan segera berlari menuju kamar mandi . Tak berapa lama gadis itu keluar dengan hanya mengenakan handuk kecil ditubuhnya .


Hiro leluasa melihat separuh bukit ataupun separuh b*kong sintal yang menyembul di bagian bawahnya . Hiro menggeram gemas ketika dengan santainya gadis itu malah melenggang keluar menuju walk in closet . Dia yakin tak ada lagi kain penghalang di dalam handuk kecil itu .


" Apa yang sedang kau lakukan !?? "


" lni lagi jalan ... tadi lupa bawa baju " sahut May berlari kecil dengan menjulurkan lidahnya ke arah suaminya .


Hiro kemudian berjalan ke arah kamar mandi , sepertinya ia harus mandi lagi untuk meredam otaknya yang panas akibat ulah gadis itu . Tiba tiba saja ia ingin memiliki mesin waktu yang bisa membuat waktu satu tahun ini bisa ia lalui dengan sekejap mata .


Keluar dari kamar mandi ia di buat terpana dengan penampilan formal gadis yang sudah menjadi istrinya . Mengenakan dress putih dengan panjang di bawah lutut dengan outer jas warna hitam lengkap dengan tas dan sepatu yang juga berwarna hitam .


" Maksudmu kau ingin bekerja di klinik ?? "


" Ya iyalah , masa iya numpang hidup doang sih !! Setidaknya aku bisa bantu bantu beli keperluan rumah dan beli beras . Kan aku sudah bilang tidak akan pernah menjadi bebanmu "


" Kau adalah istriku !! Bukan bebanku !! Hidupmu sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabku "


" Tapi pernikahan kita hanya pura pura " cicit May .


" Di bagian mana yang kau anggap pura pura ? Kita menikah di depan Sang Pencipta dengan di saksikan seluruh keluarga . Aku ucapkan sumpah pernikahanku dan kau pun dengan lantang sudah menerima janjiku . Pernikahan kita bukan permainan May !! "

__ADS_1


" Aku ke bawah sebelum lbu mencariku , dan kau segera pakai bajumu sebelum ada pelayan yang melihat dan mengira dirimu hantu mesum .... " kilah May sambil berjalan cepat ke arah pintu .


Tapi langkahnya terhenti ketika melihat kepala pengawal yang waktu itu melepas cincin suaminya , pria itu tampak menunduk hormat padanya .


Ketika menengok ke belakang ia melihat suaminya masih belum juga memakai bajunya . Pria itu juga sedang menatap kepala pengawal.ysng sedang menunduk hormat pada istrinya .


" Apa suamiku tampan !? "


" Ehh .. maaf , maksud Nyonya ??! "


" Kau sudah bekerja lama dengannya kan ? Hubungan kalian juga sangat dekat , apa menurutmu suamiku sangat tampan ?? "


Kepala pengawal yang melihat tatapan tajam tuan mudanya malah menjadi salah tingkah karena ia tidak tahu harus menjawab apa .


" Kau belum menjawabku ... " kata Mau penuh penekanan yang membuat kepala pengawal bertambah bingung .


" Ehhh ... emmm ... saya rasa Tuan Muda sangat tampan "


" Kau menyukainya ?? "


" Maksud Nyonya ??! "


" May !!! " pekik Hiro kesal .


Gadis itu hanya menoleh dan memperlihatkan gigi giginya kepadanya , setelah itu dia berlari ke bawah ke kamar ibunya .

__ADS_1


Hiro hanya bisa membuang nafasnya kasar , Kepala pengawal yang terkenal kejam dan tak kenal belas kasihan itupun bisa takhlukdan tak berkutik di depan gadis nakalnya .


__ADS_2