Hurt

Hurt
47


__ADS_3

" Kau disini ?? Mana Nona ?? " tanya Abbio yang saat ini berada dalam lift yang sama dengan sekretarisnya .


" Tadi Nona lapar dan minta di belikan sesuatu Tuan "


" Kau belum mengisi lemari pendinginnya ??! "


" Sudah , tapi kata Nona ingin makanan berat semacam roti atau nasi . Seperti biasanya saya hanya mengisi lemari pendingin dengan soft drink dan makanan kecil . Dan Nona bilang tidak bisa minum minuman bersoda karena perutnya sedikit bermasalah "


" Haisshhh gadis itu !! Kau sudah bilang padanya agar tetap di sana kan ?! "


" Sudah tuan , tadi saya minta pada nona agar tidak meninggalkan kantor "


Ketika lift terbuka mata Abbio langsung menatap tajam wanitanya yang saat ini sedang berdiri di hadapan tiga pria dari Jepang yang merupakan salah satu relasi pentingnya .


" Mira ... temani Nyonya ke ruang makan yang ada di pantry , layani dia dengan baik "


" Nyonya ? Ohhhh .. maksud saya mari Nyonya saya antar anda kesana " sahut Mira gugup .


Wanita itu tahu tuannya sengaja memanggil Anna dengan Nyonya untuk menyatakan kepemilikannya di depan ketiga tamunya .


" Tuan tuan silahkan keruangan saya , maaf jika saya tidak menyambut kalian dengan baik . Ada sedikit yang harus saya bicarakan tadi "


" Tidak apa apa , ngomong ngomong saya baru tahu jika anda sudah mempunyai seorang istri ! Dan dia sangat cantik ... Anda pintar memilih !! "


" Apa wanita saya ada hubungannya dengan pekerjaan kita !? "


" Tidak ... tentu saja tidak . Maaf saya tidak bermaksud menyinggung kehidupan pribadi anda Tuan Abbio "

__ADS_1


Abbio hanya sedikit mengangkat bibirnya , sebagai sesama pria ia sangat tahu apa arti pandangan Hiro pada calon istrinya . Ada sorot kekaguman yang terlihat jelas di mata pria itu . Dan demi apapun dia tak rela melihat wanitanya di kagumi pria lain .


Sementara itu di pantry sekretaris cantik itu memandang Anna dengan penuh senyum . Pantas saja big bosnya menyukai wanita di depannya ini . Karena menurutnya Anna adalah wanita yang unik dan istimewa .


Wanita yang diakui oleh seorang CEO Al Shamma sebagai seorang istri itu sedang makan dengan lahap di depannya . Bahkan dengan sangat ramah ' nyonya besar ' itu mengajaknya mengobrol layaknya seorang teman .


Mira tak sedikitpun melihat sifat arogan atau sombong dalam diri calon nyonya bosnya . Dan seorang pria tampan berbadan tegap tampak datang menghampiri mereka .


" Tuan Bryan ?? "


Mira berdiri ketika pria itu datang menghampirinya . Pria itu adalah sahabat sekaligus tangan kanan CEO Al Shamma .


" Tuan Abbio menanyakan calon istrinya " kata pria itu sambil tersenyum hormat pada Anna yang sedang meminum tehnya .


Anna tersedak mendengar pria itu menyebutnya menjadi calon istri , padahal hanya Abbio dan dirinya yang tahu tentang rencana pernikahan itu .


" Hanya saya dan Mira Nyonya ... "


" Ralat !! Saya masih seorang nona "


" Tuan muda memanggil anda tadi , sepertinya dia sudah bersiap siap untuk pulang . Sepertinya mulai hari ini dia tidak akan lagi lembur dan lebih suka tinggal dirumah "


Mira dan Bryan tertawa kecil melihat Anna yang beranjak dengan muka masamnya . Sampai di ruang kantor Anna masih melihat Abbio masih fokus dengan layar laptopnya .


" Tuan ... "


Pria itu sepertinya tak mendengarnya , hingga Anna berjalan mendekat ke arahnya .

__ADS_1


" Tuan .... "


" Siapa yang kau panggil !? "


" Hanya kita berdua di ruangan ini . Tentu saja tuan yang aku maksud !! "


" Tapi aku bukan tuanmu , saat ini aku adalah calon suamimu "


" Ya sudah jika begitu Tuan calon suami ... kata Mira kau memanggilku karena ingin pulang "


" Ckk ... mana ada panggilan seperti itu . Panggil aku sayang ! "


" Tidak mau .... "


" Aku majikan hari pernikahan menjadi tiga hari lagi " sahut Abbio tanpa melihat ke arah Anna yang terlihat terkejut mendengar kata katanya .


" Lhohh ehhh ... kau sudah janji memberiku waktu seminggu Tuan !! "


" Tuan ? Lusa kita menikah !! "


" Lhohh Tu... eh maksudku sayang !! Kita sudah sepakat dan menandatangani berkasnya kan !? Tanggal itu tujuh hari dari sekarang "


" Aku berubah pikiran , lagipula cepat atau lambat kau tetap akan menjadi milikku . Tidak ada bedanya "


" Kau menyebalkan !!!!!! "


Bukan tanpa sebab Abbio kembali mempercepat rencana pernikahan itu . Dia tak ingin ambil resiko kehilangan gadis bermata bening itu . Banyak pria diluar sana mengagumi calon istrinya itu .

__ADS_1


Bahkan seorang Hiro yang notabene adalah pemimpin klan mafia di negara asalnya tampak terpesona dengan kesederhanaan yang di miliki Anna .


__ADS_2