Hurt

Hurt
73


__ADS_3

Setelah melihat penolakan Anna Abbio melangkahkan kakinya di dinginnya pasir pantai yang tak jauh dari kafe milik gadis itu . Dia ingin menikmati kesunyian laut pasang yang di sinari temaramnya sinar bulan malam ini .


Matanya memicing ketika menyadari ternyata ada orang lain selain dirinya di pantai itu . Seorang pria sedang duduk menghadap laut di kap depan mobil Range Rovernya . Pria itu tampak membawa sebuah minuman kaleng ditangannya .


Dan tiba tiba pria itu melempar satu kaleng minuman ke arahnya . Merasa pria itu mengenalnya kemudian dia mulai berjalan mendekati mobil itu .


" Siapa kau ... "


" Hanya salah satu orang bernasib naas karena mempunyai saudara brengsek seperti kalian "


Abbio sedikit terkejut dengan sikap ketus pria itu karena merasa belum pernah bertemu sebelumnya . Pria berkulit gelap , dengan tubuh tinggi tegap dengan mengenakan kaos dan bawahan serba hitam . Sekilas Abbio juga bisa melihat lengan pria itu dipenuhi dengan tatto .


" Adam Adipraja ... " lirih Abbio .


Baru kali ini ia bertemu langsung dengan putra didikan langsung dari seorang Alfian Adipraja . Seseorang yang bahkan lebih dikenal dan disegani daripada sang Daddy yang merupakan mafia bengis di jamannya .


Dulu ketika pernikahan Daddynya dia tidak sempat bertemu dengan salah satu putra Adipraja itu karena dia pergi setelah acara akad . Waktu itu dia kurang setuju dengan pernikahan kedua Daddynya . Hatinya tidak terima ketika Daddynya menggantikan posisi sang Mommy dengan orang lain .


" Well come brother ... "

__ADS_1


Walau tidak bisa jelas melihat tapi Abbio bisa merasakan aura dingin yang melingkupi pria yang berada di atas mobil itu . Perlahan dia mendekat kemudian naik di kap mobil dan duduk disamping pria dengan tatapan elang itu .


" Kau sengaja menemuiku disini Tuan Adam !? "


" Jangan membuatku muntah dengan panggilanmu padaku !! "


" Kurasa saudara tiri seperti kalian memang menyebalkan . Apa kau punya sesuatu untuk dibicarakan padaku ? Aku yakin kau bukan tipe mau mau repot repot dengan memberikan pesta selamat datang untukku "


" Jangan buat kekacauan disini ... karena jika aku melihatnya aku benar benar akan membuat pesta selamat datang penuh darah untuk kalian para putra Al Shamma "


" Kau pikir aku takut ??? "


" Boleh juga , kapan pun aku siap !! Jangan pernah sungkan ... "


Adam terlihat melempar kaleng kosong yang ada di tangannya tepat ke kotak sampah yang berada tak jauh darinya . Dan ia membuka satu lagi kaleng minuman dan menenggaknya .


" Jika saja ibu tidak berpesan macam macam padaku maka aku pastikan kau sudah menjadi mayat di sini . Memalukan !!! Kalian tidak pantas menyandang kebesaran nama Al Shamma seperti Daddy Gaffar "


Abbio hanya menghela nafasnya , perkataan pedas dari pria di sampingnya memang tidak ada salahnya . Dia pun malu karena sudah berpikiran picik dengan menyakiti gadis yang sangat ia cintai .

__ADS_1


" Aku tahu ... "


Sejenak mereka tenggelam dalam keheningan , sungguh Abbio sangat merasakan dinginnya malam menjadi berkali kali lipat ketika ia berada di dekat salah satu pilar Adipraja itu .


Dia mengetahui kehebatan seorang Bumi , tapi aura putra pertama Adipraja itu tidak sedingin dan semengerikan pria yang kini duduk disampingnya .


" Selesaikan masalahmu di sini secepatnya , gunakan otakmu untuk berpikir karena jika tidak aku rasa Hiro lebih pantas bersanding dengannya . Dia jauh lebih waras darimu "


" Kau pikir aku akan membiarkan pria Jepang itu mendekati wanitaku ?? Akan aku lakukan apapun agar dia kembali padaku ! "


" Ya ya .. kurasa semua pria yang sedang jatuh cinta seperti kalian memang kehilangan akal , aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa apa jika kau terus saja bersikap arogan pada gadis itu !! Kuncinya hanya satu ... mengalah "


Setelah berkata seperti itu Adam terlihat turun dari kap mobilnya dan ia segera menyalakan mobilnya ketika Abbio pun sudah turun dari sana .


" Hei tunggu !! Apa maksudmu dengan ' mengalah ' ???? Aku tidak akan mengalah pada siapa pun , apalagi pada mafia Jepang itu !! Anna akan menjadi milikku dan aku pastikan itu dengan nyawaku !! "


" Dasar bodoh ... " lirih Adam yang kemudian melesatkan Range Rovernya membelah kesunyian malam meninggalkan Abbio yang masih bingung dengan kata kata yang barusan di dengarnya .


" Mengalah ?? Sampai kapan pun aku tidak akan mengalah jika itu menyangkut dirimu Anna sayang .... "

__ADS_1


__ADS_2