
Pagi ini Jin cukup dikejutkan saat melihat Laras untuk pertama kalinya berada di dapur sedang sibuk memasak. Laras memang tidak pandai memasak namun tanpa Jin ketahui dia selalu belajar bersama asisten rumah tangga kepercayaanya disaat Jin sedang berada di Kantor.
Dia merasa tidak enak karena setiap pagi Jin selalu memasakan sarapan untuknya. Padahal jelas-jelas dia adalah istrinya, seharusnya dirinyalah yang memasakan sarapan untuk suaminya bukan sebaliknya.Makanya dia berinisiatif untuk belajar memasak.
Satu bulan hidup bersama dalam satu atap , cukup membuat hubungan keduanya semakin mebaik dan ada sedikit perkembangan. Meskipun hati Laras belum sepenuhnya menerima Seokjin tapi setidaknya sikapnya sudah sedikit berubah, yang tadinya selalu cuek dan jutek kepada seokjin kini Laras mulai bersikap biasa , bersikap lembut, dan selalu menanggapi Seokjin.
Namun tak jarang juga jika mood nya sedang kurang bagus dia akan menampilkan sikap juteknya kembali kepada Seokjin, dan Seokjin sudah sangat mengerti dengan sikap istrinya itu.
Mungkin sejak kejadian dimana Taehyung masuk ke dalam kamarnya lalu Seokjin datang sebagai pelindungnya. Laras sudah mulai membuka hatinya untuk Seokjin, menerima Jin, meskipun belum sepenuhnya. Karna jujur sangat sulit melupakan Taehyung yang selama ini mengisi hatinya.
Tapi Laras berusaha membuka hatinya untuk pria yang sudah jelas-jelas menjadi suaminya, Jin sangat baik, perhatian, dan juga romantis, walau kadang sikapnya selalu menyebalkan karna sering menjaili Laras namun tidak ada salahnya bukan Laras menerima semua itu.
Dirinya sudah di takdirkan hidup bersama Seokjin, Jin adalah jodohnya bukan Taehyung jadi tidak ada pilihan lain dan tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha menerima Jin sebagai suaminya. Walau kadang bayang-bayang Taehyng selalu hadir setiap melihat wajah Jin yang memang sangat mirip dengan Taehyung.
“ Tumben sekali, apa istriku sudah mulai sadar? “ goda Jin sembari menghampiri Laras. Laras hanya melihat Jin yang menghampiri dirinya.
“ kau memasak untuku ? “ tanya Jin yang dijawab anggukan oleh Laras.
“ sejak kapan istriku bisa memasak? “ Jin masih menjaili Laras, karna jujur ini pemandangan Langka untuknya melihat Laras masuk ke dapur untuk memasak, biasnya dirinya yang memasak.
Jin memang sengaja menyuruh maid nya pulang ke rumah utama di saat malam dan pagi, mereka hanya akan datang ke rumah siang hari untuk membereskan rumah yang tidak mungkin di kerjakan Laras istrinya dan kembali lagi jam 6 sore.
“ bisakah kau tidak mengganguku, aku tidak bisa berkonsentrasi memasak jika kau terus bertanya” ucap Laras masih sibuk dengan masakanya. Jin tersenyum dan sesutu muncul dalam fikirinya.
Seokjin memeluk Laras dari belakang, dagunya tertumpu pada pundak Laras. Laras terkejut dan membulatkan matanya. Seketika itu juga aktifitasnya terhenti, ada perasaan aneh dalam dirinya, hatinya, entah mengapa hatinya bergetar tatkala Seokjin tiba-tiba memeluknya lembut dari belakang.
“ Kau memaskan apa? “ Seokjin bertanya, Laras masih mematung, lalu tersadar dan kembali dengan aktifitas masaknya.
“ a aku memasak Lobster” Laras tidak berkonsentrasi karena Jin masih memeluknya, jujur aktifitasnya terganggu dan konsentrasinya sangat buyar.
“ bisakah kau melepaskanku, masakan ku tidak akan selesai jika kau terus memeluku, sebaiknya kau pergi mandi dan bersiap, bukankan kau akan pergi ke kantor? “
“ baiklah, maafkan aku, aku akan mandi dulu “
Ucap Jin melepaskan pelukanya, dia berjalan menuju kamarnya sembari tersenyum, Jin mengira jika Laras akan marah dan menolak pelukanya, namun ternyata tidak, Jin cukup senang. Memaang sejak kejadian malam itu saat dirinya tidur berpelukan bersama Laras, Jin mulai berani untuk memeluk Laras kembali, namun tetap melihat situasinya dulu.
Tidak butuh waktu lama, sekitar 20 menit Jin sudah selesai dengan aktifitas paginya, dirinya sudah bersiap untuk pergi ke kantor namun sebelumnya dia menghampiri Laras menuju meja makan untuk sarapan masakan yang sudah di buatkan istrinya.
Saat Jin turun semua sudah siap, Laras sudah menatanya dengan baik. Jin duduk bersebrangan dengan Laras yang sudah menunggunya.
Jin menampilkan senyumnya, sungguh pagi ini menjadi pagi yang paling bahagia untuk dirinya.
Bagaimana tidak Laras membuatkan sarapan untuknya.
Jin mulai mencoba memakan makanan yang dibuatkan istrinya. Namun kesan pertama saat mencoba makananya dia terkejut karena makanya sangat asin. walau Jin tau dia alergi terhadap bawang putih.
“ Bagaimana rasanya? “ tanya Laras yang penasran, dia merasa masakanya cukup baik.
Jin hanya mengangguk dan melanjutkan memakan masakan buatan istrinya, walau Jin tau bukan hanya karna keasinan dia juga alergi terhadap bawang putih, Laras memasukan bawang putih kedalam masakanya, sudah tercium jelas dari aromanya, namun Jin tetap memakan masakan Laras untuk menghargai Laras yang sudah berjuang membuatkan makanan untuknya.
“ lumayan enak, namun akan lebih enak lagi jika takaran garamnya di kurangi sedikit “ ucap Jin lembut. Laras sedikit kecewa.
“ eohh apa makananya keasinan? Maafkan aku, aku baru belajar”
“ tidak apa, aku akan tetap memakan makanan yang dibuatkan istriku, terimaksih sudah membuatnya untuku !” ucap Jin masih tersenyum lembut.
“ oh ia,,, O Oppa! “ panggil Laras ragu, Sontak Jin tersedak mendengar Laras memanggilnya dengan sebutan Oppa. Dia langsung mengambil air minumnya.
“ Aku ingin bekerja , aku bosan setiap hari di rumah sendirian, apa boleh aku bekerja di tempatmu? “
Tanya Laras ragu, jujur dia memang sangat bosan berada di rumah setiap hari tanpa melakukan aktifitas apapun, dia ingin sekali menyibukan dirinya seperti orang lain, terlebih dirinya lulusan S2 Akuntansi, jadi dia ingin sekali menerapkan ilmunya pada pekerjaan.
Walau Jin sudah menjamin akan kehidupanya, tapi dia tetap ingin merasakan bagaimana rasanya menghasilkan uang sendiri dengan jeripayahnya.
Jin belum menjawab dia hanya menatap Laras, seolah mengerti dengan kebosana istrinya yang setiap hari berada di rumah sedirian.
“ aku akan memikirkanya” ucap Jin kembali menyantap makananya. Lalu dia terhenti kembali.
“ tapi,,, bisa di ulangi tadi kau memanggilku apa? Oppa? “ Jin terenyum menggoda Laras. Laras tersipu malu, ya dia tidak sadar memanggil suaminya dengan sebutan “Oppa” sejak kapan? Dari awal Laras tidak pernah memanggil Jin dengan sebutan yang jelas, hanya sebutan “hei” atau “ Ya” tatkala memanggil suaminya.
“ yaa,,,, karna kau kan kakaku, yaa seharusnya kau menjadi kaka ku “
Ucap Laras keceplosan, seketika Jin langsung terdiam, seolah mengerti maksud dari perkataan Laras yang artinya tidak seharusnya dia menjadi suaminya, seharusnya dia menjadi kaka Iparnya Laras jika saja tidak ada perjodohan ini.
Laras merasakan ada perubahan pada Jin, dia sadar telah mengucapkan kata-kata yang mungkin menyinggung nya, dia merasa tidak enak.
Jin terdiam, tiba-tiba seluruh badanya terasa panas dan gatal, Jin menggaruk-kan tangan ke badanya, terlihat ada beberapa benjolan berwarna merah di lengan Jin.
Laras yang menyadari langsung menghampiri Jin yang sedang kesakitan, dia terus menggaruk-kan badanya yang semakin banyak menimbulkan luka ruam dan bentol di bagian lengan, leher, dan badan.
“ a ada apa? kenapa kau seperti ini ? Oppa!” Laras terlihat sangat panik.
“ a aku tidak apa-apa, tolong telpon dokter Han, suruh dia kesini sekarang “ .
Laras langsung mengambil Handphone Jin dan langsung menelpon dokter.
Setelah beberapa menit menunggu dokter Han kepercayaan keluarga Kim pun sudah tiba di rumah Laras dan langsung memeriksa keadaan Jin.
Laras terlihat sangat panik, namun kepanikanya menghilang tatkala dokter Han mengatakan jika tidak ada yang serius terhadap luka Jin, dia hanya alergi terhadap bawang putih.
Dan alangkah terkejutnya Laras setelah mengetahui jika suaminya itu terluka karena masakanya.
Bukankan Jin tau jika Lobster yang dia masak ada bawah putihnya, tapi mengapa dia tetap saja memakanya? Laras tersentuh dan merasa bersalah.
setelah dokter Han berpamitan pulang, Laras menghampiri Jin yang berbaring di ranjangnya.
“ kenapa kau melakukan itu? “ tanya Laras .
__ADS_1
“ melakukan apa? “ Jin berpura-pura tidak mengerti.
“ kenapa kau memaksa memakan makananku pdahal kau tau itu ada bawah putih yang membuatmu alergi? Dan juga masakan ku yang sangat asin, kenapa kau masih mau memakanya? “ tanya Laras sedikit meninggikan suaranya. Sungguh dia sangat merasa bersalah
“ aku hanya ingin memakan masakan buatan istriku “ ucapan Seokjin sontak membuat Laras tersentuh,demi menghargai usahanya Jin rela mengorbankan dirinya.
“ istriku sudah berusaha memasak untuku, aku tidak mungkin tidak memakanya “ Jin tersenyum
“ ma maafkan aku, lain kali aku akan lebih berhati-hati dan menanyakanya dulu padamu “ Ucap Laras masih merasa bersalah.
“ tidak apa, masakan istriku memang sangat enak, sampai aku ingin terus meminum air di setiap suapan “ Ucap Jin sembari tertawa menggoda Laras. Jin sengaja menghibur Laras yang terlihat sedih.
“ kau masih bisa tertawa saat sedang seperti ini ? “
“ apa kau mengkhawatirkanku? “ goda Jin kembali, Laras memalingkan wajahnya.
“ tidak apa-apa alergiku ini hanya sebentar, nanti juga hilang sendiri, dokter Han sudah memberikan Obatnya. “ Jin tersenyum.
**
Keesokan harinya, Laras sudah memasakan makanan kembali untuk Jin, mungkin seterusnya dia akan memasak sarapan untuk Jin, kali ini dia memasak Naengmyeon (mie dingin Korea) kesukaan Jin, Laras sebelumnya sudah mencari tau tentang masakan yang disukai dan tidak di sukai Jin dengan menelpon ibu mertunya.
Jin yang tau itu dibuat senang oleh sikap Laras yang semakin membaik terhadapnya.
Jin menghampiri Laras yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.
“ selamat pagi istriku “ sapa Jin, Laras hanya tersenyum kaku.
“ oh ia,,, mengenai permintaanmu yang kemarin, aku belum bisa memutuskanya, namun jika kau mau hari ini kau bisa ikut bersamaku ke kantor” ucap Jin.
“ benarkah? Aku boleh ikut kekantormu? “ taanya Laras antusias, memang selama ini Laras belum pernah datang dan tidak tau kantor suaminya, jadi di saat Jin mengajaknya dia cukup merasa senang.
“ ya,,, makanlah dulu habis itu bersiap , aku akan menunggumu “ .
Laras menghabiskan sarapanya dan langsung pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap. Sementara Jin menunggu sembari memerikasa beberapa persiapan untuk presentasi di rapatnya nanti.
***
Kini Laras sudah sampai di Kantor milik Seokjin , kantor di bidang Perbankngan ini memiliki gedung yang cukup mewah dan tinggi dengan lantai yang mencapai 43 lantai.
Laras masuk mengikuti Jin, semua karyawan sangat antusias dan menyambut kedatangan CEO mereka, terlebih kini Laras istri dari atasan mereka datang berkunjung.
Semua karyawan membicarakan Laras yang berpenampilan sangat cantik dan terlihat sangat cocok di sandingkan dengan CEO mereka.
Tak jarang banyak yang merasa iri karena Laras sangat beruntung bisa mendapatkan Jin CEO tampan dan juga sukses yang menjadi atasan mereka.
Jin mempersilahkan Laras untuk masuk ke ruang kebesaranya. Laras duduk di sofa tamu yang berada di samping depab meja kebesaran Jin.
Jin pun duduk di kursi kebesaranya.
"Jika ada sesuatu kau bisa panggil Yojun sektretarisku".
Laras mengangguk. Dia memperhatikan setiap sudut ruangan suaminya yang cukup mewah, kesan cerah terpancar di dalam ruangan kerjanya.
Tak lama datang Yojun sekretaris sekaligus asisten pribadi Seokjin menghampiri.
Yojun memberitahukan sesuatu yang Laras tidak mengerti tentang pekerjaanya suaminya.
Laras melihat Jin berbicara sangat serius kepada Yojun.
Laras terpesona tatkala melihat wajah Seokjin yang sedang dalam mode serius. Jiwa kepemimpinanya terpacar dalam diri Jin. Dan jujur Laras sangat menyukai Jin yang sedang dalam mode serius itu, ada aura dingin dan juga mengintimidasi, itu membuat Jin terlihat sangat keren. Laras menyukainya.
Dia cukup lama memperhatikan suaminya yang masih fokus membicarakan tentang pekerjaanya.
Hingga Jin sadari Laras sedang memperhatikanya. Jin membalas melihat Laras dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Laras memalingkan wajahnya ketika tau Jin saat ini sedang memandangnya juga. Dia terlihat sedikit salah tingkah. Jin pun tersenyum melihat tingkah istrinya dan kembali fokus pada pekerjaanya.
***
***
Hari terus berganti.
Malam ini Laras masih seperti biasa dengan aktifitas kesendirianya.
Maid atau asisten rumah tangga mereka sudah kembali ke rumah utama.
Jin suaminya belum juga pulang karena lembur.
Kini dirinya berada sendiri di rumah yang cukup mewah itu.
Setelah berkunjung ke kantor suaminya, Laras selalu meminta Jin untuk mengijinkanya bekerja di tempatnya itu.
Namun Jin tetap tidak mengijinkan Laras, Jin tidak ingin jika Laras kecapean dan juga tidak ingin istrinya itu bekerja.
Dalam fikiranya seorang istri adalah Ratu, dia cukup berdiam diri di rumah tidur cantik, belanja dan menunggu kepulanganya saja.
Jin paling tidak suka jika istrinya bekerja.
Apa kata orang nanti? Dia tidak ingin disebut suami yang tidak mampu menafkahi istrinya.
Jadi Jin tidak mengijinkanya bekerja, dia hanya akan mengijinkan Laras bekerja untuknya, menjadi istri yang baik dan selalu menurutinya. Laras tidak bisa membantah dia cukup menuruti keinginan Jin, terlebih mertuanya juga tidak mengijinkanya. Jadi akhirnya Laras hanya bisa pasrah dan menuruti semua perkataan mertua dan suaminya.
Cukup menyebalkan bukan? Kini Laraspun berdiam diri di kamarnya.
Sampai saat ini meskipun hubungan keduanya sudah cukup baik namun masalah tidur mereka tetap pisah ranjang.
__ADS_1
Laras tidur dikamarnya begitupun Seokjin yang juga tidur di kamarnya yang tak jauh dari kamar Laras.
Malam ini Laras sendiri dan entah mengapa rasanya sangat mencekam karena hujan yang cukup deras. Terdengar suara petir yang sangat keras mengagetkanya dan membuat Laras ketakutan. Laras meringkukan dirinya di dalam selimut, dia bersembunyi di bawah selimut tebalnya.
Dia berharap Jin akan segera pulang, jujur dia sangat takut berada sendirian di rumahnya.
Tak lama tiba-tiba mati lampu dan itu sontak membuat Laras menjerit dan semakin ketakutan.
Laras pobia akan kegelapan, dia sangat takut akan kegelapan.
Dirinya menangis, dia tidak tau harus berbuat apa? Dulu di saat dirinya masih bersama Taehyung , waktu itu dia pernah terkunci di dalam gudang yang gelap dan Taehyung datang menyelamatkanya dengan membawa lampu hias yang sangat cantik, Laras tak lagi merasakan takut karena Taehyung menenangkanya.
Taehyung mendekapnya dan juga melindunginya, seolah menjadi penerang dalam kegelapan.
Seketika Laras sangat merindukan sosok Taehyung . Laras menangis ketakutan dan dia juga menangis membayangkan kenangan-kenangan indah bersama Taehyung mantan kekasih yang mungkin masih dicintainya.
Lama Laras menangis sendiri di dalam kamarnya, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.
"Sayang, buka pintunya, apa kau baik-baik saja di dalam? "
Terdengar suara Jin dari luar yang mengkhawatirkan Laras.
Jin sangat tau jika Laras pobia kegelapan, jadi Jin datang untuk menemani Laras dan menenangkanya.
Mendengar itu Laras sontak berlari membuka pintu dan langsung memeluk Jin.
"Tae...aku takut...aku takut sendiri, jangan tinggalkan aku"
Laras terisak semakin erat memeluk Jin.
Hati Jin langsung terhentak merasakan sakit di dadanya tetkala Laras memanggil namanya dengan nama Taehyung, apa Laras menggapnya Taehyung? Apa Laras masih sangat mencintai Taehyung? Berbagai pertanyaan muncul dikepala Jin.
Laras masih belum bisa melupakan Taehyung.
Dia merasa selama ini kebersamaanya dengan Laras tidak ada artinya, sikap baik dan Lembut Laras tidak merubah statusnya.
Ternyata dilubuk hatinya masih tersimpan nama Taehyung. Lalu apa arti dirinya untuk Laras jika hatinya saja masih untuk Taehyung?
Apa dirinya akan selalu menjadi suami bayangan untuk Laras, ada tapi tidak pernah dianggapnya ada.
Dia hanya akan menganggapnya sebgai orang lain yaitu Taehyung bukan sebagai Seokjin suaminya.
"Tae..aku takut" Ucap Laras masih ketakutan dan tanpa sadar kembali menyebutkan nama itu.
Laras masih menganggap dirinya Taehyung. Jin kecewa dan ada sedikit amarah di dalam dirinya. Dengan sedikit ragu Jin membalas pelukan Laras.
"Apa kau masih belum bisa melupakanya?"
Pertanyaan Jin sontak membuat Laras tersadar dan menatap Jin yang terlihat samar-samar karena kegelapan. Meskipun begitu Laras bisa melihat sorot mata Jin yang terluka.
Laras baru menyadari jika yang di peluknya bukan Taehyung, dan Laras menyadari kesalahanya, dia tadi salah memanggil Jin dengan sebutan Taehyung.
" A aku..." Laras terbata-bata, sungguh dia tidak tau harus berkata apa. Laras menatap Seokjin yang menatapnya dengan tatapan intens.
"Aku akan membuatmu melupakanya"
Ucap Seokjin sembari menarik Laras kedalam pelukanya, dengan cepat memutar badan Laras , memojokanya ke dinding dan langsung mencium bibir Laras.
Laras membulatkan matanya...dia sangat terkejut karena Seokjin tiba-tiba mencium bibirnya. Laras mencoba berontak namun dengan lembut Jin memegang tengkung leher Laras dan semakin memperdalam Ciumanya. Laras sedikit terhanyut dalam ciumanya.
Seokjin terus ******* bibir Laras, namun tidak ada perlawanan Laras terus saja merapatkan bibirnya dan enggan membuka mulutnya.
Namun dengan Lihai Jin terus ******* bibir Laras dengan lembut, menerobos masuk ke dalam pertahanan Laras.
Laras yang kewalahan akhirnya membuka mulutnya, dan kini mereka saling bertautan, Jin menelusuri setiap rongga mulut Laras.
Laras memejamkan matanya seolah terbuai akan ciuman pertama yang Jin berikan untuknya. Ciuman dari pria yang kini sudah menjadi suaminya.
Awalnya Laras ragu, namun dia terhanyut dan terbuai.
Tidak ada salahnya juga karena yang menciumnya saat ini adalah suaminya sendiri.
Sudah menjadi kewajibanya untuk tidak menolak perlakuan Jin yang sudah menjadi suaminya.
Tangan Laras seketika memegang erat lengan Jin tatkala Jin sedikit menggit bibir bawahnya.
Entah...Laras cukup bingung karena hati, fikiran dan juga raganya tidak singkron, disaat hatinya menolak, fikiranya berkata tidak namun raganya seolah menerima semua perlakuan Jin.
Cukup lama mereka saling berpagautan, Jin akhirnya melepaskan tautanya.
Jin mencium kening Laras, memegang pundaknya dan menatap Laras. Jantung Laras seketika berdetak sangat kencang.
"Kumohon, beri aku kesempatan untuk aku bisa masuk ke dalam hatimu!" Jin menatap dalam Laras.
" Aku tau ini berat, melupakan sesorang yang masih sangat kau cintai itu sulit, tapi kumohon Bukalah sedikit hatimu untuku, aku akan membahagiakanmu seumur hidupku, lupakan Taebyung, dan cintailah aku sebagai suamimu"
Ucap Jin memohon . Laras menatap Jin dalam. Terlihat dari matanya Jin sangat tulus.
"Aku sangat mencintaimu, sudah sejak lama aku jatuh hati kepadamu " Jin mengungkapkan perasaanya.
"Dan jauh sebelum kau mengenal Taehyung aku sudah lebih dulu mencintaimu" Ucap seokjin di dalam hatinya.
Laras tidak menjawabnya, dia hanya menatap Seokjin, melihat ketulusan di dalam dirinya. Ini pertama kalinya Seokjin mengungkapkan perasanya secara langsung kepadanya.
Walau Laras tau tanpa diungkapkanpun Jelas terlihat bahwa Seokjin memang sangat menyayanginya.
"Tolong beri aku waktu" Ucap Laras sembari menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku" Ucap Seokjin sembari membawa Laras kembali ke dalam pelukanya.