
" Saya bisa makan nanti di mansion Tuan , pekerjaan saya juga masih banyak " kata Rose yang melihat mobil yang ia tumpangi malah berhenti di sebuah restoran mewah yang letaknya tak jauh dari mansion .
" Tadi aku mengundur jadwal meeting dan mereka sudah menungguku di dalam sekarang . Sekarang turun dan ikut aku ... "
" Maksudnya saya di suruh ikut meeting ya !? Enggak mau ! "
" Rose ... "
" Baik tapi dengan syarat saya jalan sendiri " gadis itu tak mau ambil resiko kembali menjadi pusat perhatian karena di bopong pria itu lagi .
" Ok ... "
Akhirnya mereka berjalan beriringan menuju ke dalam restoran . Bryan sengaja memesan sebuah private room untuk Anna agar gadis itu nyaman .
" Jangan pergi sampai aku kembali kesini , aku usahakan kembali secepatnya . Dan makanlah makanan yang nanti akan disajikan . Aku tidak mau ketika datang makanan masih utuh di meja . Kau mengerti Rose ?! "
Dan gadis itu hanya mengangguk patuh , Rose tampak bernafas lega ketika Bryan sudah keluar dari ruang yang saat ini dia tempati . Untuk menghilangkan rasa sepinya ia kemudian menyalakan televisi yang sudah tersedia sebagai fasilitas ruangan .
Selama kurang lebih satu jam meeting berjalan dan akhirnya selesai dengan kesepakatan yang sangat memuaskan . Dengan langkah ringan ia bergegas kembali ke ruangan di mana dia meninggalkan Rose .
Dan senyumnya mengembang ketika melihat gadis itu malah tertidur di atas sofa . Wajah cantiknya terlihat damai dan begitu menggemaskan .
Perlahan dia mendekat dan duduk tepat disamping gadis itu tanpa sekalipun memalingkan pandangannya pada wajah cantik yang sudah diam diam mencuri hatinya .
__ADS_1
Bryan pun tak habis pikir bagaimana bisa gadis sesederhana Rose bisa menguasai hati dan pikirannya . Dan konyolnya gadis itu sama sekali tidak tahu jika dia menyukainya , bahkan gadis itu sudah mempunyai sebuah nama di hatinya .
Di luar sana banyak gadis cantik dan seksi yang memujanya tapi tak sedikitpun ada niat untuk menjalin hubungan dengan salah satu dari mereka .
" Kau cantik ... " lirih Bryan dengan satu jari menyusuri wajah yang terlelap itu .
Dan sesaat mata mereka beradu ketika dengan tiba tiba Rose terbangun dari tidurnya . Mereka berdua terlihat sama sama salah tingkah dengan mengalihkan pandangan masing masing .
" Tuan sudah selesai ya , maaf saya ketiduran ! Habisnya adem banget di sini . Apa kita akan pulang sekarang !? " ujar Rose dengan senyum manisnya .
" Temani aku makan dulu sebentar ya , setelah itu kita langsung pulang . Lusa aku antar kontrol lukamu itu , di jam yang sama seperti ketika aku menabrakmu tadi "
Rose menggelengkan kepalanya pelan tanda ia tak setuju dengan apa yang barusan di katakan teman tuan mudanya .
" Ya sudah jika begitu tapi aku mohon telpon aku jika ada keluhan dengan luka lukamu itu . Jangan anggap enteng luka kecil karena mungkin dari sana kau akan mendapat luka yang luar biasa sakit "
" lya ... "
*
Setelah sepakat untuk berpisah selama tiga bulan malam.itu juga Abbio memutuskan untuk kembali ke negara asalnya . Dia hanya berpikir lebih cepat lebih baik , dia tidak mau menunggu lama lagi agar bisa kembali menikahi gadisnya .
Dan sore itu Anna mengantarnya di hanggar tempat pesawat pribadinya di tempatkan . Pria pemaksa itu sedang memeluk erat pinggangnya saat ini .
__ADS_1
" Jangan pernah berani untuk melupakan aku walau hanya untuk sedetik sekalipun , seperti aku yang akan selalu mengingatmu "
" lya ... "
" Bernafaskan hanya dengan menyebut namaku karena aku pun tidak bisa hidup tanpa menyebut namamu "
" lyaa ... "
" Aku sangat mencintaimu sayang .. "
" Iyaaaa .... "
" Ckk bukan begitu menjawabnya sayang !! "
Anna menatap sebal pada pria yang di depannya , dari tadi pria itu selalu berpesan padanya seolah dia akan meninggalkan seorang anak atau istrinya saja .
" Aku juga sangat mencintaimu Abbio Al Shamma .... "
" Aku tahu itu sayang , kau pun sangat tergila gila padaku . Semoga tiga bulan ini akan berjalan dengan sangat cepat . Aku ingin kita secepatnya di ikat dalam satu ikatan pernikahan "
" Hati hati ya ... "
Entah ... walaupun kadang sangat menyebalkan tapi hatinya sangat sedih ketika melihat pria itu melangkah menuju pesawatnya . Sebelum pintu pesawat tertutup Abbio terlihat melambaikan tangan padanya dan Anna membalasnya dengan sebuah salam cium jauh yang membuat senyumnya melebar .
__ADS_1
" Kau adalah laki laki paling menyebalkan yang pernah aku temui . Tapi aku juga sangat mencintaimu ... Abbio Al Shamma "