Hurt

Hurt
104


__ADS_3

" Hai sayang , apa kabarmu !? " sapa Sheera pada Abbio yang masih tak mau melihatnya , pria itu sibuk.dengsn ponselnya .


" Apa sebaiknya kita pindah tempat Bos ?! "


" Tidak perlu ... tempat ini cukup nyaman walau ada seekor lalat yang membuatku ingin muntah "


Bryan mendengus kadar melihat situasinya , Abbio berkeras tinggal walau merasa tak nyaman . Sedangkan Sheera dengan tak tahu malunya masih mencoba merayu pria arogan itu .


Semua teman teman yang ada di tempat itu juga tahu bagaimana kisah Abbio dan kekasihnya dulu .


Setelah Sheera tampsk.brberapa waiter dan waitress datang ke tempat mereka , mungkin karena mereka terlihat istimewa dan dalam jumlah cukup banyak maka ada banyak yang melayani mereka .


" Kau mau pesan apa sayang ?! Masih suka sirloin steak rare dengan lelehan keju di atasnya ? Atau spaghetti dengan saus black pepper ? "


" Aku ingin kau enyah dari depanku ! "


Wanita itu hanya tertawa pelan , hatinya masih sakit ketika mengingat dulu pria di depannya ini adalah pria yang tunduk di bawah kakinya dan kini harus berakhir seperti ini .


" Ok aku anggap pilihanmu adalah yang pertama . Tenang saja Tuan Abbio yang terhormat aku cukup tahu diri untuk kembali menggodamu . Kau membenciku ... aku bisa melihat itu . Kau sama dengan para pria hidung belang lainnya , setelah puas menyentuhku kalian akan mencari beribu alasan untuk meninggalkanku ! Apa kau ingin menyangkalnya !!?? Mungkin setelah ini mereka memecatku karena sudah membuat tamu eksklusif mereka tidak nyaman tapi aku tidak peduli !! "

__ADS_1


Abbio mengangkat tangan dan menganggukkan kepalanya ketika Bryan ingin bangkit dan menyeret wanita itu pergi dari hadapan mereka .


" Aku akui aku salah , aku menggunakan semua cara agar bisa tetap menjadi artis nomor satu . tapi itulah caraku untuk bisa bertahan hidup ! Aku tidak sepertimu yang saat kau lahir bahkan sudah menggenggam kekayaan tak terbatas "


Tapi suara lembut seorang wanita mampu membungkam emosi Sheera yang mulai meledak . Semua orang termasuk Abbio segera bangkit ketika melihatnya .


" Tapi uang bukan segalanya Nona , kau bisa tetap hidup dengan masih mempertahankan kehormatanmu .... "


" Tuan dan Nyonya besar ... "


" Sayang ... " lirih Abbio yang melihat gadisnya sedang di gandeng oleh ibunya , sedang Daddynya berada di belakang kedua wanita cantik beda generasi itu .


" Siapa kau ? Kau bahkan tidak tahu tentang hidupku ... Apa ini putrimu ? Hai siapa namamu gadis cantik ? Semoga tebakanku salah ... kuharap kau bukan salah satu wanita dari pria bernama Abbio itu . Jangan sampai nasibku terulang padamu cantik , dia hanya menginginkan tubuhmu setelah itu akan melemparmu jauh hingga kau pun tak ingin hidup lagi "


Anna membalas tatapan kebencian Sheera tapi tak sedikitpun ia mengeluarkan suaranya . Dia membiarkan Abbio meraih satu tangannya untuk mendekat padanya , sepertinya pria itu tak mengijinkan dirinya berbicara dengan wanita di depannya .


Bryan yang tak mau melihat murka tuan besarnya segera menyeret Sheera untuk pergi dari tempatnya , dia tahu tuan besarnya tidak akan suka siapa pun mengusik istri tercintanya .


" Jangan kasar pada wanita nak ... " kata Bu Sri yang melihat Bryan mencekal kasar lengan Sheera , tapi dia tak mencegah ketika dua sekuriti yang dipanggil Bryan membawa pergi Sheera .

__ADS_1


Bu Sri hanya tak ingin suasana bertambah runyam jika membiarkan wanita mantan putranya itu tetap ada di tempat ini .


" Sayang kita sudah pesan meja sendiri .. "


" Aku tahu Mas , Anna kau ingin makan bersama putraku atau bersama kami !? " kata Bu Sri yang dari tadi melihat kebungkaman calon istri putra pertamanya . Bu Sri tahu Anna sedikit terkejut ketika melihat dan mendengar semua kata kata Sheera .


" Anna ikut lbu ... "


" Sayang ... "


" Aku datang bersama lbu , lagipula kau juga sedang bersama teman temanmu "


" Ajak calon istrimu makan siang di tempat lain saja , sepertinya kalian butuh bicara " ujar Bu Sri .


Bryan hanya geleng geleng kepala ketika melihat Abbio langsung merengkuh tubuh calon istrinya dan membawanya pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun .


" Ibu ! Anna tinggal dulu ... " kata Anna yang sudah melangkah cukup jauh .


" Dasar pria pemaksa !! " gerutu Gaffar .

__ADS_1


" Sama sepertimu Mas ... " lirih Bu Sri dengan senyum mengembang dan menggandeng lengan suaminya untuk pergi ke meja yang sudah mereka pesan .


__ADS_2