
" Tidak mau !!! Aku sudah mempunyai seorang suami !! "
" Aku tidak peduli , semua sudah di takdirkan untuk kalian berdua ! Waktu itu kau bisa meninggalkannya tapi nyatanya kau malah menolong putraku yang bersimbah darah . Dan berkat dirimu Hiro sudah bisa beraktifitas seperti biasanya "
" Itu hanya sisi kemanusiaan !!! Jangan anggap itu sebagai takdir Nyonya " pekik Rose .
" Aku tidak peduli , sampai kapan pun kau tidak akan bisa keluar dari rumahku sebelum kalian menikah terlebih dahulu ... "
" Bu , ijinkan aku untuk berbicara empat mata dengannya . Kami yang akan menjalaninya jadi kami perlu bicara " kata Hiro mencoba meredam suasana .
Saat ayahnya meninggal , ibunya yang menjadi pemimpin tertinggi klan keluarganya . Adik laki laki ayahnya selalu berusaha mengambil tampu kuasa dari ibunya karena menurutnya dialah yang berhak memegang kuasa tertinggi . Menurut tradisi keluarga hanya prialah yang pantas menjadi seorang pemimpin .
Dan ibunya berkeras bahwa tampu kekuasaan akan diwariskan pada putra pertamanya dan pendapatnya ternyata mendapat dukungan penuh dari para tetua keluarga mereka . Dan pertikaian antar keluarga itu belum selesai bahkan setelah Hiro resmi dinobatkan sebagai pemimpin klan Yoshida .
__ADS_1
Walau Hiro sudah menjadi pemimpin klan atau orang luar lebih suka menyebutnya sebagai pemimpin gangster , tapi Hiro tidak suka pertikaian . Dia selalu mencari jalan damai dengan keluarga pamannya karena menurutnya biar bagaimanapun mereka masih tetap satu keluarga .
" Sebaiknya kita bicara di luar sana , canggung rasanya jika kita bicara di kamarmu !! " kata Hiro setelah melihat ibunya sudah melangkah keluar dari kamar yang di tempati Rose saat ini .
" lni bukan kamarku ... "
Hiro kemudian melangkah keluar menuju taman samping di ikuti oleh Rose . Mata Rose menatap setiap detil ruangan yang di lewatinya , siapa tahu ada celah di mana ia bisa melarikan diri .
" Aku punya suami , dan dia pasti sangat khawatir saat ini ! Aku mohon tolong aku untuk keluar dari tempat ini "
" Pasti akan kulakukan , bagaimanapun caranya aku pasti akan mengeluarkanmu . Tapi bersabarlah sebentar ! Semakin di tentang ibuku akan semakin bersikukuh dengan keinginannya "
" Tapi aku tidak punya waktu sebanyak itu !! "
__ADS_1
Hiro hanya menghembuskan nafasnya , keadaan yang serba salah untuknya . Menentang ibunya berarti menjemput maut . Walaupun seorang wanita tapi ibunya dikenal sebagai pemimpin yang sangat kejam .
Selama beberapa tahun kepemimpinannya para bawahan amat sangat segan padanya . Malam itu saat terjadi penusukan dirinya sedang bersama keponakan perempuannya yang baru berusia empat tahun .
Hiro memang tidak terlalu suka di kawal dengan berlebihan , malam itu hanya ada empat orang yang berada di belakangnya . Anak pertama dari adik perempuannya itu memang sangat dekat dengannya , mereka suka sekali membeli jajanan di Asakusa Market .
Tanpa di duga mereka bertemu dengan orang orang pamannya yang memang sedang mengincar nyawanya . Jika saja tidak sedang bersama anak dari.adiknya Hiro akan melawannya mati matian .
Dia memerintahkan empat orang pengawalnya untuk terlebih dahulu mengamankan keponakannya , sedang dia melawan orang orang pamannya yang kurang lebih berjumlah dua puluh lima orang dengan tangan kosong . Mungkin malam itu memang malam naasnya , bahkan ia lupa membawa senjata api yang biasa dia simpan di dalam jaketnya .
Setelah lari dia bertemu dengan dua gadis yang berdiri tepat di depan rumah obat . Dan beruntung orang orangnya terlebih dahulu menemukannya sebelum musuh musuhnya . Dan tanpa ia sadar Rose ikut di bawa serta ke kediamannya .
Dan setelah menceritakan kejadian sebenarnya sang ibu malah bersemangat untuk menikahkan dia dengan gadis yang sudah dengan berani menolongnya . Menurutnya gadis yang tidak takut dengan darah adalah gadis pemberani yang pantas menjadi menantu keluarga Yoshida .
__ADS_1