
Hiro geleng geleng kepala ketika melihat istrinya sudah tertidur di sofa kamarnya . Baju tidur dengan model dress pendek berbelahan dada rendah itu sedikit tersingkap di bagian bawahnya hingga memperlihatkan paha putih mulus yang membuatnya susah menelan salivanya .
Sepertinya ujian pernikahan ini akan menjadi sangat berat untuknya , Deniel benar benar mengirimkan malaikat maut kepadanya . Hiro adalah pria dewasa yang normal , untuk sehari atau dua hari ia masih bisa menahan godaan terindah di depannya . Tapi entah jika untuk satu tahun ke depan , bisa bisa ia mati berdiri karena menahan rasa gemasnya .
Perlahan ia angkat tubuh May untuk dipindahkan ke ranjang , walau sofa di kamar mereka cukup besar tapi jika dilihat dari gaya tidurnya gadis itu pasti punya ' gaya ' yang berbeda dari gadis lainnya .
Hiro kesusahan ketika ingin melepas dua tangan May yang tadi refleks melingkar di lehernya ketika tadi mengangkatnya . Satu tangannya kemudian mencoba untuk melepas tautan tangan gadis itu di belakang tengkuknya .
Tapi semua terhenti ketika ia melihat air mata yang menetes dari kedua mata yang sedang terpejam itu .
" Ayahhh ... jangan lepas !! May sayang ayah "
Bukannya terlepas dua tangan itu malah semakin memeluknya dengan erat dan dengan terpaksa Hiro merebahkan tubuhnya di samping gadis itu .
__ADS_1
Berkali kali ia harus menghembuskan nafasnya dalam dalam karena tubuh Mayleen menempel sempurna pada tubuhnya . Apalagi dari posisinya sekarang ia bisa melihat dengan jelas belahan dua mochi dengan ukuran sedang itu .
Gadis itu benar benar sukses membuatnya seperti mendapat serangan jantung secara tiba tiba . Air mata itu ternyata belum juga berhenti mengalir bahkan ia bisa mendengar isakan tertahan dari gadis yang ada dalam rengkuhannya .
" Apa yang sebenarnya terjadi padamu gadis nakal " batin Hiro bermonolog , hatinya seperti tercubit ketika melihat kesedihan gadisnya .
Hiro mengumpulkan semua kekuatan dan keberaniannya untuk sekedar mengecup dahi gadis itu . Dan anehnya dahi gadis itu seperti mempunyai magnet yang sangat kuat hingga ia enggan melepas kecupannya . Matanya terpejam untuk menikmati aroma Citrus dari tubuh gadisnya yang mampu menenangkan jiwanya .
Dan tak terasa Hiro mulai terbuai di alam mimpinya , tak pernah ia merasa sedamai ini dalam tidurnya . Tanpa sadar mereka saling mengeratkan pelukannya , dan di ambang pintu seorang wanita sedang berdiri dengan tatapan tajam penuh arti .
*
Oliver terkejut ketika istrinya berlari kecil ketika melihat seorang anak laki laki berusia sekitar dua tahun yang berlari ke arahnya . Dan tampak di belakang anak itu seorang wanita dan pria sedang tersenyum ramah ke arahnya .
__ADS_1
" Jerooo ..... auntiiii kangen !!! "
Anak bertubuh gendut itu sedikit merengek ketika Astika tak habis habisnya menciumi pipinya . Dua tangannya terulur seakan akan meminta pertolongan . Dan kebetulan mata anak laki laki itu mengarah pada Oliver yang berdiri tepat di belakang istrinya .
" Help me antel ... "
Walau tidak mengenal anak itu , Oliver dengan senang hati meraih tubuh kecil itu dan mengangkatnya agar menjauh dari istrinya .
" Kenapa kalian telat sekali ? Padahal kau sudah berjanji menemani kakak di acara akad tadi " ujar Astika pada wanita cantik yang baru saja datang dengan anak kecil tadi .
" Kakak .... "
" Hai Kak Oliver , aku Jasmine adik dari Kak Astika ! Dan ini suamiku Dewa Adipraja . Maaf jika baru bisa datang sekarang "
__ADS_1
" Hai , tidak apa apa . Dari tadi dia memang sudah menanti kalian " jawab Oliver ramah , dia kemudian menyerahkan balita itu ke tangan istrinya .
Dewa menjabat tangan dan menepuk bahu iparnya , mereka saling memeluk layaknya bersaudara . Walau baru kali ini Oliver bertemu dengan bungsu Adipraja yang terkenal pendiam itu , tapi ia merasa Dewa adalah pria ramah yang humble dan mudah bergaul .