
" Apa kau sudah baikan ??! "
" Sudah , terimakasih karena sudah merawatku . Apa hari ini kau bolos hanya untuk menemaniku di rumah ?? "
" Hanya ada satu mata kuliah siang nanti . Besok kita menikah jadi aku sedikit mengatur jadwal . Aku bisa mengerjakan semua tugas jika urusan kita sudah selesai "
" Bagaimana kau bisa berpikir jika urusan kita sudah selesai kau bisa punya banyak waktu !?? "
" Beberapa hari ini aku sudah belajar mengurusmu bukan !? Aku memasak , menyuapimu , setiap malam membuatkan kopi , merawatmu ketika sakit ... kurasa cukup menyenangkan " ucap Anna sambil menyiapkan puding buah pada bayi besarnya yang seharian ini berbaring di ranjang karena tidak enak badan .
" Itu hanya bagian kecilnya saja sayang .... "
Sebenarnya bayi besar itu sengaja bermanja pada calon istrinya hari ini . Besok adalah hari pernikahan mereka , jadi dia mengambil cuti tiga hari agar bisa sedikit bersantai . Dan Zahid yang bertugas menghandle semua saat dia berada di rumah .
Karena rencana pernikahan yang sangat mendadak besok mereka menikah hanya dengan di saksikan secara live oleh semua keluarga yang ada di lndonesia . Setelah menikah mereka akan terbang ke lndonesia untuk menggelar pesta bersama keluarga disana .
Gaffar yang meminta pernikahan ini untuk sementara hanya di ketahui keluarga . Pria itu berpikir tentang keselamatan Anna mengingat reputasi keluarga mereka .
__ADS_1
Selain menjadi keluarga pengusaha , dulu dia pernah melakukan kesalahan menjadi mafia bengis yang tidak punya hati . Gaffar khawatir masih ada orang orang yang menaruh kebencian padanya dsn akan berimbas pada menantunya yang notabene adalah gadis sederhana yang belum tahu tentang seluk beluk keluarga Al Shamma .
" Kenapa kau mau menikahiku ? Jangan bilang jika kau terpaksa !! Aku tidak mau mendengarnya ... Awwssshh sakit sayang "
Anna mencubit lengan pria pemaksa yang sangat menyebalkan itu . Pria itu selalu bertanya tapi juga dengan memaksakan jawaban yang hanya ingin ia dengar saja .
" Jika aku bilang tidak mau apa kau akan membebaskan aku ?? "
" Kau milikku , selamanya akan menjadi seperti itu "
" See ?? Kau selalu saja memaksa , kau selalu berbuat semaunya ... diktator menyebalkan !! Tapi karena hal itu kau bisa merebut hatiku . Aku menjadi bergantung padamu dan kurasa aku juga tidak akan bisa hidup tanpamu . Kau sedang apa ??! " tanya Anna pada Abbio yang sedang terlihat sibuk dengan ponselnya .
" Ckk .. kurang kerjaan , harusnya aku yang melakukan itu . Kadang kau tidak bisa ditebak !! Marah marah tidak jelas , manjamu bahkan melebihi manjanya Anandara , suka melihat sesuatu hanya dengan sudut pandangmu sendiri . Kau menyebalkan !! "
Abbio tertawa mendengar kata kata gadis di sampingnya , dia meraih tubuh mungil itu dan membawanya ke atas pangkuannya . Dikecupnya pipi kemerahan yang sedang tertunduk malu itu .
" Aku tahu aku jauh dari kata sempurna . Tapi dengar ini , aku mencintaimu melebihi nyawaku . Apapun aku lakukan untuk kebahagiaanmu . Selamanya akupun akan terikat hanya padamu ... "
__ADS_1
" Kau mau apa !?? " tanya Anna sedikit mendorong dada Abbio yang terasa semakin erat merengkuhnya .
" Mencium calon istriku ... Ckk kau merusak momennya !! "
" Tidak mau , barusan kan sudah !! "
" ltu bukan mencium , yang tadi hanya mengecup "
" Apa bedanya ?? "
" Jelas berbeda , makanya diam biar kau bisa rasakan bedanya "
" Ap ..... emmmpphhhtt "
Abbio kembali meraih bibir yang sudah menjadi candunya , ciuman yang sedikit menuntut yang membuat gadis itu kewalahan dan tersengal . Dia benar benar memanfaatkan waktu itu untuk mengeksplore bibir manis itu hingga akhirnya dengan tak rela ia lepaskan ketika Anna sudah terlihat kehabisan nafasnya .
" Breathe sayang ... Aku mencintaimu . Apa kau tidak ingin mengatakan cinta padaku ?? "
__ADS_1
" Pasti ... pasti akan aku katakan setelah kau ucapkan ijab kabulnya "