
Astika langsung turun dari pangkuan Oliver yang terlihat tenang tenang saja , pria itu sepertinya belum menyadari jika bibirnya penuh dengan noda merah lipstik . Astika menyambar tisu dan segera memberikannya pada pria di sampingnya .
Wanita itu ingin Oliver membersihkan bekas lipstiknya sebelum Daddynya melihatnya .
" Honey ini untuk apa ?? "
" Bibirmu ... "
" Kau ingin aku cium lagi ?? Sabar ... ada Daddy di sini , nanti kita teruskan lagi yang tadi !! "
Astika gemas dan.mencubit keras lengan pria disampingnya , dia merebut tisu yang berada di tangan Oliver dan membersihkan bibir yang baru saja membuatnya melayang itu .
" Apa Daddy mengganggu acara kalian ?? "
" Tidak !!! " jawab Oliver dan Astika hampir bersamaan .
John berjalan dan duduk di kursi kebesaran putrinya . Dia tersenyum ketika melihat masih ada sedikit noda lipstik yang belum sempat di bersihkan .
" Sesuai undanganmu Daddy datang ke yayasan ini sayang !! Bukankah kemarin kau memintaku untuk melihat proposal UMKM untuk kaum menengah ke bawah ?! "
" Jadi kau juga mengajukan proposal yang sama dengan Daddymu ?? ltu namanya nepotisme honey ... Kau menduakan kami "
__ADS_1
" Ckk ... semakin banyak investor akan membuat proyek itu cepat selesai . Lagipula kemarin kemarin aku tidak begitu yakin jika Mr S akan menyetujui proposalku karena ini adalah proyek amal bukan proyek bisnis yang menguntungkan "
" Jadi kau pikir aku tidak punya perhatian pada kaum bawah begitu ?? "
" Aku tidak berkata seperti itu !! Aku hanya tidak tahu bagaimana pribadi Mr S itu ! Wajar jika aku meragukannya " sinis Astika .
" Tapi dia adalah aku , dan kau tahu aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu "
" Mana aku tahu jika sebenarnya Mr S itu dirimu ?? Tahu saja baru tadi "
Oliver menghentikan niatnya yang ingin kembali merengkuh pinggang wanitanya dan kembali merasai bibir manis itu ketika mendengar seseorang berdehem dengan keras .
" Dad .... maaf , hampir kelepasan lagi " cicit Oliver menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika sekali lagi menyadari ada calon mertuanya di ruangan itu .
" ltu karena putri Daddy terlalu menggemaskan ... Aakkkhhhh !! Kenapa kau mencubitku honey ?? Aku bicara sejujurnya " kata Oliver sambil mengelus lengan yang baru saja kena cubit lagi .
" Dasar tidak tahu malu !! " desis Astika dengan mata sinis memandang pria di sebelahnya .
" Daddy sebenarnya sudah membahas ini dengan Oliver , dua Minggu lagi dia akan ke Belanda karena ada sebuah perusahaan yang tertarik bekerjasama dengannya . Kebetulan sekali kalian bisa mengunjungi Granma dan Grandpa disana "
Astika tertunduk , bukannya tidak mau untuk menengok kakek dan neneknya . Tapi sejak dulu mereka memang sudah tidak menyukainya karena dia bukan putri kandung dari John Effendy . Secara tidak langsung ibunya sudah merusak kebahagiaan rumah tangga Daddy dengan bundanya ( lbu Jasmine ) .
__ADS_1
" Jangan selalu berpikiran buruk tentang mereka sayang , kau dan Jasmine sama sama cucu mereka "
" Tidak Dad , tapi mereka akan membenciku jika aku datang bersama pria asing . Mereka akan menganggap aku tidak menghargai mereka .... "
" Jika begitu menikahlah sebelum kalian berkunjung ke Belanda !! "
" Apa .... " Astika seperti bermimpi ketika mendengar kata kata yang barusan ia dengar .
" Aku setuju Dad !! "
*
" Kakek !!! "
Anak laki laki itu berteriak ketika melihat seorang pria parubaya yang baru saja masuk ke dalam restoran .
Bryan terpaku di tempatnya , rasanya seperti tidak percaya ketika dia bertemu dengan pria hebat di dalam restoran sederhana ini . Pria parubaya itu tersenyum dan mendekat ke arah mereka . Dia mencium kening anak laki laki yang bernama Janu dan wanita parubaya yang terlihat berdiri menyambutnya .
Bryan seketika ikut berdiri dan menunduk hormat ketika pria itu tersenyum dan menepuk bahunya . Pria yang sangat di segani oleh para penguasa maupun mafia terkejam sekalipun .
" Senang bertemu dengan anda Tuan Alvian Adipraja .... Berarti ini ?! "
__ADS_1
" Dia istriku Nak , Rita Adipraja dan jagoan ini adalah cucu kami Janu Kamma "