
Abbio menerjang keamanan kampus walau para penjaga kampus mengatakan sudah tidak ada lagi mahasiswa yang ada di dalam . Bahkan dia kerahkan sepuluh orang yang di bawa untuk menyusuri setiap jengkal kampus itu .
Dan hasilnya tetap saja nihil , tak ada seorang manusia pun di dalamnya selain para penjaga kampus . Abbio terus saja merutuki.dirinya yang siang tadi seharusnya menjemput Anna di kampus , dia bahkan sudah berjanji untuk mengantarnya ke restoran tempat dia kerja untuk berpamitan pada teman temannya disana .
Jam sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam dan udara menjadi semakin dingin . Pria itu tidak bisa membayangkan jika Anna sedang ketakutan dan kedinginan bahkan mungkin juga kelaparan karena tidak makan sejak siang tadi .
" Kita susuri jalanan sekitar kampus !! Siapa tahu dia ada di sekitar sini ! Buka mata kalian !!! Jangan sampai calon nyonya kalian terlewatkan "
Tak jauh dari kampus Abbio. melihat Anna sedang duduk berjongkok di depan sebuah minimarket 24jam . Walau sepi tapi tempat itu lumayan aman karena ada sekuriti yang berjaga di depannya .
Gadis itu tampak meletakkan kepalanya di tas yang didekapnya , sangat terlihat jika kondisi Anna saat ini sangat lelah . Sekuriti itu menghampiri Abbio yang mendekat pada Anna . Tapi langkahnya kembali mundur ketika beberapa pria bertubuh tegap menghadangnya .
" Hei gadis bodoh !!! Kenapa kau tidak pulang malam malam begini ?? Siapa suruh menungguku !!? " kata Abbio yang kini berjongkok dengan satu tangan menyentuh pucuk kepala wanitanya .
" Kenapa lama sekali ??? Aku lelah ..... " lirih Anna dengan mata terpejam , ada air mata yang mengalir di pipinya
" Kita pulang sekarang "
Dengan sigap Abbio mengangkat tubuh lemah itu untuk masuk ke dalam mobilnya , hatinya teriris melihat Anna yang terlihat pucat karena kedinginan .
Setelah sampai di mansion Abbio segera membopong tubuh Anna , dan tanpa sadar pria itu malah membawanya ke kamarnya . Yang ada dipikirannya saat ini adalah membuat tubuh itu kembali hangat .
__ADS_1
Beberapa saat Abbio membangunkan gadis yang sudah terlelap itu .
" Ann ... bangun sayang ! lsi perutmu dulu sebentar "
Dan mata bening itu perlahan terbuka ketika mencium bau harum masakan , perutnya sudah menahan lapar dari tadi . Sore tadi ia hanya mengisi perutnya dengan roti kemasan yang dijual di toko 24jam tempatnya menunggu tadi .
Abbio membantu gadis itu untuk bersandar di kepala ranjang , dan dengan telaten pria itu menyuapi wanitanya .
" Kenapa kau jadi bodoh sekali !!!? Harusnya pulang saja jika memang aku tidak datang . Sudah aku bilang kan kalau diluaran sana itu sangat berbahaya . Untung saja tidak ada orang jahat tadi "
Diam , Anna tidak menanggapi sedikitpun kata kata pria didepannya bahkan tak sekalipun ia memandang pria yang sedang menyuapinya .
" Tadi tiba tiba ada meeting dengan klien yang baru saja datang dari luar negeri jadi aku tidak bisa mengundurkan jadwalnya . Aku orang sibuk !! Jadwalku padat ... "
" Ann ... supnya belum habis "
Dan pria itu hanya menghela nafasnya ketika mendengar suara nafas Anna yang sudah kembali teratur , gadis itu sudah tertidur kembali . Ada rasa bersalah pada dirinya yang telah menelantarkan gadis itu sendirian hingga malam hari .
Gadis itu tidak berani pulang karena dia sendiri yang meminta gadis itu untuk menunggunya apapun yang terjadi . Dipandanginya raut lelah itu hingga dirinya pun tanpa sadar terlelap disamping Anna . Dua tangan mereka tak terasa masih bertautan .
Pagi harinya Abbio bangun karena merasa ada pergerakan disampingnya . Mata bening itu ternyata sudah terbuka dan sepertinya baru menyadari bahwa dia tidak sedang berada di kamarnya sendiri .
__ADS_1
Pipinya bahkan sudah merona ketika menyadari dia tidur seranjang dengan pria yang kemarin menelantarkannya di kampus . Anna buru buru turun dari ranjang karena ingin segera pergi dari kamar itu . Tapi ....
" Aaakkkhhh ... "
Tubuhnya terhuyung karena kepalanya tiba tiba saja pusing dan terasa berputar putar . Dengan sigap Abbio menangkap tubuh mungil itu hingga tubuh itu sekarang ada dalam rengkuhannya .
" Gadis ceroboh !!! Tubuhmu masih terlalu lemah untuk bergerak !! lstirahat dulu saja disini ... jika memang ingin beranjak bilang saja nanti aku yang akan menggendongmu "
Abbio mengeratkan pelukannya ketika merasakan tubuh yang masih lemah itu berusaha melepaskan diri dari rengkuhannya . Mata bening itu masih saja tidak mau melihat ke arahnya .
" Kenapa jadi kau yang marah !!!?? Kau sendiri yang terlalu bodoh karena tidak bisa mengambil sikap . Sudah tahu sudah malam dan udaranya sangat dingin !! Harusnya pulang saja !!! "
" lya .. aku memang bodoh !! Bisa bisanya aku menunggu pria yang bahkan tidak mengingatku . Tenang saja ini adalah untuk yang terakhir kalinya . Aku tak akan pernah lagi menunggumu untuk alasan apapun . Maaf karena sekali lagi aku sudah membuatmu repot . Aku sudah tidak apa apa , terima kasih sudah mau direpotkan semalam ! Sekarang aku ingin ke kamarku , aku harus bersiap siap kuliah karena pagi ini ada tugas penting "
" Ann ... "
Gadis itu seperti tidak mendengarnya , dengan langkah sedikit terhuyung gadis itu keluar dari kamarnya .
" Hari ini aku sudah mengurus ijinmu , kau istirahat saja di rumah hingga kondisimu stabil . Ann ... kau mendengarku kan !! "
Abbio tahu pagi ini gadis itu sedang tidak mau banyak berbicara dan tidak mau melihatnya , dan itu terasa sangat menyakiti hatinya . Sebelum gadis itu mencapai pintu kamarnya Abbio berlari dan kemudian mendekap tubuh mungil itu dari arah belakang . Diciumnya bertubi tubi pucuk kepala wanitanya .
__ADS_1
" Ann ... maaf , maafkan aku sayang "