
Sore itu Astika datang di acara pernikahan mantan suaminya yang diadakan di sebuah area out Bond bertema garden party . Walau sempat ragu tapi akhirnya ia menemui dua pengantin yang sedang berbaur dengan para tamu .
Setelah memberi selamat dan sedikit berbasa basi Astika menjauh dengan alasan ingin mencicipi kuliner yang disediakan tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang . Biar bagaimanapun masih sakit rasanya ketika melihat orang yang masih di cintai sudah menemukan kebahagiaannya sendiri .
" Kau tidak apa apa sayang !? "
" Dad ... "
Astika langsung menghambur ke pelukan Daddynya ketika pria itu ternyata ada di belakangnya . John Effendy tahu jika putrinya masih mempunyai rasa cinta untuk pria yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri itu .
Setelah perceraian putrinya John Effendy masih berhubungan baik dengan Reyhan , bahkan ada sebagian proyek Nusa Corp yang dikerjakan oleh mantan menantunya tersebut .
" Dia sudah bahagia sayang , kini sudah waktunya kau juga mencari kebahagiaan dirimu sendiri . Jangan terus terusan seperti ini sayang " dengan lembut John mengusap lembut punggung Astika agar tangis putrinya itu mereda .
" Tapi wanita itu jauh lebih cantik dariku Dad !! Harusnya Rey dapat seorang kurcaci jelek dengan badan pendek ... "
John tertawa mendengar putrinya yang merajuk , putri yang selalu bersikap dewasa dan berusaha menjadi sempurna di depannya .
" Ya ... ya ... apa kau tahu sebenarnya dia adalah wanita penyihir tua yang merubah dirinya menjadi seorang wanita cantik "
" Jangan terlalu keras Dad , nanti Rey marah jika mendengarnya "
John Effendy tergelak menyadari tingkahnya sendiri yang ikut menjadi kekanakan . Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi mereka dengan sorot yang cemburu .
" Kau sudah membaik sayang !? " tanya John yang sudah tidak melihat air mata di mata putrinya .
" Aku tidak apa apa "
__ADS_1
" Apa kita bisa kesana untuk menemui rekanan rekanan bisnis Daddy yang ada di negara ini ?? "
" Daddy saja duluan kesana , nanti aku menyusul . Aku ingin ke toilet sebentar "
" Baik jika begitu , tapi jangan menangis lagi jika ada di toilet nanti ... "
" Ckk Dad ... " rajuk Astika yang merasa Daddynya sedang menggodanya .
Astika segera berjalan menuju arah toilet yang letaknya tak jauh dari tempat itu . Dia berpikir akan memperbaiki penampilannya yang mungkin sedikit kacau setelah adegan menangis tadi .
Tapi sebelum mencapai tujuannya sebuah tangan menarik pinggangnya dari belakang hingga reflek ia membalikkan badannya . Ada seorang pria yang sedang merengkuh tubuhnya dengan erat kini .
" Kau !! Lepaskan aku .... "
" Hei , selamat sore sayang ! Jadi Tuan Reyhan adalah mantan suamimu ?? "
" Bukan urusanmu !!! " sengit Astika sambil terus berusaha sedikit meronta untuk melepaskan dirinya dari rengkuhan pria itu . Astika tidak histeris dan berlebihan agar mereka tidak menjadi pusat perhatian orang orang yang juga sedang lalu lalang di sekitarnya .
" Apa maksudmu !!? "
" Aku melihatmu tadi sayang , kau menangis di pelukan pria tua !! Kalian terlihat cukup mesra ... " bisik Oliver dengan penuh intimidasi .
Astika menatap pria yang masih merengkuhnya erat itu dengan kesal , bisa bisanya pria itu mengira ia melemparkan dirinya pada seorang pria tua . Tadi dia hanya ingin menenangkan dirinya di pelukan Daddynya , hanya itu !
" Apa masalahnya denganmu ?? Dia pria paling hebat yang pernah ada di dalam hidupku . Dia menyayangiku dengan tulus meskipun aku jauh dari kata sempurna . Dan dia tidak pernah membiarkan aku terluka ataupun bersedih untuk alasan apapun !! Dia adalah duniaku ... tempatku bersandar "
Oliver melepas rengkuhannya dengan sedikit kasar , jiwanya terbakar cemburu ketika mendengar kata kata provokasi dari wanita yang sudah mencuri hatinya .
__ADS_1
" Cihhh ... dia hanya pria tua yang kebetulan saja kaya raya !! Akan aku buktikan bahwa aku lebih hebat dari dia ... "
" Jaga bicaramu !! "
" Tapi aku benar honey , hanya aku yang terbaik untukmu . Hanya aku !! "
Setelah berkata seperti itu Astika melihat Oliver pergi dengan wajah yang merah karena dikuasai amarah . Dan wanita itu segera beranjak karena ada beberapa pasang mata yang sempat melihat pertengkaran kecil tadi .
Sementara Oliver sengaja menghampiri pria tua yang tadi memeluk wanitanya . Pria tua itu sedang berbaur dengan beberapa pengusaha sukses di negeri ini . Kebetulan Oliver juga mengenal sebagian dari mereka karena kadang tugasnya memang melibatkan para pengusaha sukses itu .
" Hei Tuan Oliver kemarilah ... "
".Hai tuan Dex !! apa aku boleh bergabung ?? "
" Tentu saja , kami perlu belajar untuk menjadi pialang saham terbaik seperti dirimu . Tuan tuan perkenalkan dia adalah Tuan Oliver , dia broker terbaik yang pernah aku tahu "
John Effendy menyalaminya , tapi ia sedikit di kejutkan dengan sorot mata tidak suka pada pria muda yang baru saja ia kenal itu .
" Hei anak muda , Aku John Effendy dari lndonesia ... senang bertemu anak muda dengan potensi besar sepertimu "
" Sepertinya mata anda memang jeli untuk mengincar daun muda .. maaf maksudku kaum muda seperti kami !! " sinis Oliver
" Jangan terkejut Tuan John , Oliver kadang suka bercanda "
" Tidak apa apa Tuan Dex , saya suka dengan pria sukses yang humoris . Saya juga ingin mengenalkan seseorang pada kalian ... " kata John ketika seorang wanita cantik datang mendekatinya .
Oliver membuang muka penuh kebencian ketika melihat tangan kedua manusia beda generasi itu saling bertaut . Pria tua itu juga terlihat memeluk mesra wanitanya .
__ADS_1
" Dia Astika Raya Effendy ... putri pertamaku !! Sekaligus menjadi tangan kanan saya untuk menangani perusahaan "
" Putri ... Ya Tuhan !!!! "