
Oliver tersenyum lebar melihat dua tangan lembut itu melingkar di perutnya , mobil Astika mogok hingga terpaksa ia ikut Oliver untuk pulang ke hotelnya . Walau memiliki perusahaan di Lombok tapi Astika tidak berniat memiliki hunian tetap , baginya lebih praktis jika dia bermalam di hotel .
Dahi wanita cantik itu mengernyit ketika Oliver ikut turun dan memarkirkan motornya di depan bungalow begitu saja . Tempat yang ia tinggali adalah hotel sederhana layaknya hunian pada umumnya . Bukan bangunan bertingkat seperti kebanyakan hotel di Bali .
" Kau mau apa !?? "
" Apa maksudmu honey ?! "
" Kenapa kau terus saja mengikutiku ?? Terima kasih sudah mau mengantarku sekarang kau boleh pergi . Jika bisa jangan menemuiku lagi "
Oliver hanya tersenyum menanggapi wanita yang selalu saja sinis padanya itu . Dua bulan ini dia sangat tersiksa karena tak bisa melihat wajah cantik itu .
" Aku tinggal di sini honey ... itu kamarku "
" Itu kamarmu ?? Apa kau sengaja menyewa kamar yang bersebelahan denganku !? Kau membuatku tak nyaman jika begini . Aku bukan buronan yang harus kau buru kan ?! "
Sungguh ia kesal sekali melihat pria keras kepala itu . Oliver sangat berbeda dengan Reyhan . Mantan suaminya adalah pria yang cenderung pendiam , yang mampu mencintainya walau tahu sisi kelam dirinya .
__ADS_1
Reyhan bertekad akan mengubah sisi gelapnya dengan cinta yang di milikinya . Menurutnya cinta bisa menakhlukkan apapun tanpa terkecuali .
Tapi Astika tak bergeming walau sudah merasakan curahan cinta mantan suaminya , dia tak juga mau berubah . Dan sayangnya dia mau berubah ketika semuanya sudah terlambat !
Tanpa ia duga Reyhan menalaknya , pria itu menceraikannya ketika mengetahui telah di khianati . Terlalu menyakitkan ketika mereka mencoba tetap berteman dengan hati yang masih saling mencintai .
" Lebih mudah menjagamu jika aku di dekatmu " kata Oliver sambil menyentuh lembut pundak wanita yang tiba tiba melamun itu . Dia tak rela jika wanita di depannya memikirkan pria lain saat dirinya ada di dekatnya .
" Aku bisa menjaga diriku sendiri , jangan jadi pahlawan kesiangan "
" Menyebalkan !!!! "
Oliver tahu wanita didepannya masih sangat mencintai mantan suaminya . Dia pernah mencari tahu kisah di balik perpisahan Astika dan Reyhan , dia hanya ingin lebih banyak tahu tentang hidup wanita yang di cintainya .
*
__ADS_1
Sementara pasangan pengantin baru sedang menikmati sarapannya pagi ini . Rose hanya tersenyum ketika mendapati sang suami yang masih saja muram . Semalam ketika ingin melakukan ritual malam pertama tanpa ia duga ia malah mendapat masa period bulanannya . Alhasil angan angan mereka menggapai surga dunia gagal .
" Schat ... kau masih marah ?? "
" Jujur aku masih kesal , tapi bukan padamu Lieve !! Tapi pada diriku sendiri . Maaf jika semalam aku bersikap seperti anak kecil , hasratku sudah ada di ubun ubun waktu itu "
Semalam dia sempat terlihat marah pada istrinya , mungkin karena terlalu lama menahan diri ia jadi tak bisa mengendalikan diri lagi ketika tubuh itu sudah halal untuknya .
" Tidak apa apa , apa hari ini kau masih bekerja ?! "
" Ya ... sebelum kita berlibur ke Jepang lusa , bulan ini aku sudah terlalu sering cuti . Kau bisa ikut denganku jika kau takut akan merindukan aku "
" Tidak ... hari ini aku aku akan berada di rumah menunggumu pulang ! Ini pagi pertamaku saat aku sudah menjadi istrimu . Bukankah istri yang baik akan selalu menunggu suaminya !? "
Rose mengecup pipi suaminya , ada sedikit rasa bersalah karena belum bisa memuaskan hasrat pria yang sudah menjadi suaminya itu .
" Aku mencintaimu Schat .... " bisik Rose tepat ditelinga suaminya .
__ADS_1
" Ckk ... jangan menggodaku sayang !! Kau menyiksaku "