
" Apa aku boleh mengambilnya sekarang ?! "
May tidak menjawab pertanyaan suaminya , matanya terpejam menikmati sentuhan jari sang suami di bibirnya .
" Aku anggap diammu sebagai jawaban atas pertanyaanku ... Jika memang tidak kau ijinkan maka hentikan aku sekarang , karena jika aku sudah memulainya maka kau tidak akan pernah menghentikannya "
" Akkhhhhhhh .... "
Satu persatu Hiro membuat jejak di sekitar leher dan dada istrinya hingga Mayleen tak kuasa menahan suara suara indahnya . Sama sama menjadi pengalaman pertama untuk keduanya , tapi naluri membuat mereka bisa menikmatinya .
" Kau indah sayang .... " lirih Hiro yang sudah berhasil melucuti seluruh kain yang menempel di tubuh istrinya .
Mayleen yang menyadari tatapan nanar suaminya segera menyilangkan kaki dengan dua tangan yang juga menyilang di atas dadanya . Hiro beranjak dan melepas semua kain yang menempel ditubuhnya .
" Kita sudah sama ... jadi jangan ditutupi lagi ! Sayang buka matamu , lihat aku " bisik Hiro yang sudah menciumi tangan yang masih menyilang di atas dada dengan ukuran sedang itu .
Perlahan dua tangannya membuka kaki yang semula masih malu dan tertutup rapat itu . Dan selanjutnya semua berjalan sesuai dengan gejolak naluri mereka . Suara lenguhan ataupun jeritan membuat api gairah mereka semakin menyala .
Mayleen menyerahkan dirinya karena ia yakin bahwa suaminya mampu mencintai dan menjaganya sepenuh hatinya . Dan begitupun Akihiro yang sudah terlanjur jatuh pada pesona istri nakalnya , ia ingin suatu saat ada tangis bayi yang mampu menyatukan cinta mereka hingga menjadi tak terpisahkan .
__ADS_1
" Arrrgggghhhh .... " pekik May yang merasakan perih dan penuh sesak di bawah sana .
Jari jarinya mencengkeram kuat punggung sang suami yang sudah mulai bergerak pelan . Pekik perihnya berubah menjadi teriakan nikmat seiring dengan semakin cepatnya gerakan pinggul suaminya .
" Awwwwsshh ... pelaannnnhhh "
Hiro sepertinya tidak merasakan perihnya kuku kuku yang menyebabkan lecet di punggungnya
Dan bukannya semakin pelan tapi gerakan itu bertambah semakin cepat , naluri Hiro semakin berkobar ketika melihat dan mendengar jerit halus sang istri yang berada di bawah kungkungannya .
" Sayaaaanngg .... "
Dan akhirnya mereka terpekik bersama setelah gulungan rasa itu menghampiri mereka . Hiro ambruk tepat di atas tubuh istrinya yang juga sedang menikmati sisa sisa getaran rada yang luar biasa mereka rasakan bersama sama .
" Minggiirr ... berat iihhh "
Dengan gemas ia gigit pundak polos istrinya yang sudah memberikan semua kenikmatan padanya . Untuk sesaat mereka saling memeluk dalam diam karena masih mencoba kembali mengatur nafas mereka .
Mata Hiro mengernyit ketika melihat air mata mengalir di pipi wanita dalam pelukannya .
__ADS_1
" Masih sakit ya ?? Maaf ya ... lain kali pasti lebih pelan pelan " ucapnya dengan satu tangannya menghapus air yang menetes dari mata bening wanita belahan jiwanya .
" Bukan itu .... "
" Mau lagi ??? Awwsshhh ... " walau kesakitan dengan cubitan dari istrinya tapi Hiro tersenyum lebar melihat bibir istrinya yang sudah mengerucut .
" Masih perih banget ... mana ada mau lagi !! " sungut Mayleen yang memang masih merasa sangat perih walau sempat terbuai dengan semua rasa yang di berikan oleh suaminya .
" Jangan pernah berani meninggalkan aku apapun alasannya , sekarang kau adalah milikku !! "
Hiro terbahak mendengar ancaman dari istrinya , seharusnya dialah yang mengatakan itu pada istrinya bukan sebaliknya .
" Aku milikmu Nyonya .... bahkan aku berikan nyawaku padamu . Jika perlu aku akan perlihatkan semua tanda yang kau buat di tubuhku sebagai bukti bahwa aku adalah milikmu !! "
Mayleen bersemu merah ketika menyadari semua bekas keunguan di leher dan dada suaminya yang merupakan jejaknya ketika bercinta tadi . Belum lagi bekas cakarannya yang menyebabkan luka lecet di punggung suaminya .
Hiro kembali meraup bibir kemerahan itu karena gemas dengan tingkah malu malu istrinya . Dan entah siapa yang memulai , lidah mereka kembali bertaut dengan deru nafas yang mulai tak teratur .
Malam itu mereka benar benar mencurahkan semua rasa cinta mereka . Hingga menjelang pagi Hiro baru menghentikan aksinya karena Mayleen mengeluh sudah terlalu lelah dan sedikit pusing . Setelah membersihkan diri Hiro membopong tubuh istrinya yang masih polos ke ranjang untuk beristirahat .
__ADS_1
" Tidurlah sayang .... aku mencintaimu "
" Aku juga mencintaimu suamiku " lirih Mayleen yang kemudian tertidur dalam rengkuhan suaminya .