Hurt

Hurt
64


__ADS_3

Pulang dari Vietnam Abbio buru buru pulang ke mansion , Zahid mengirim pesan padanya bahwa ada seseorang yang ingin menemui mereka .


Saat tiba di mansion ia bisa melihat beberapa maid terlihat sedikit sibuk . Tadi para penjaga depan pun memasang raut yang terlihat sangat tegang , sepertinya tamunya kali ini adalah orang yang cukup berpengaruh .


Sampai di ruang tengah ia melihat adiknya duduk dengan memainkan game kesukaannya .


" Siapa tamunya Za !?? "


" Sudah pulang ?? Ya sudah kita ke atas sekarang saja "


" Ke atas ??? "


" Tamunya ada di ruang kerja "


Abbio menghentikan langkah dan menatap adiknya dengan tajam .


" Kau biarkan orang asing ada di ruang kerjaku !!? Apa kau gila ? Disana semua dokumen rahasia perusahaan di tempatkan "

__ADS_1


" Ada di brankas , tidak mungkin dia bisa membukanya ... " jawab Zahid dengan entengnya sambil melangkahkan kakinya menuju ruang atas .


Walau sangat kesal Abbio tetap mengikuti langkah adiknya itu . Sebenarnya dia juga penasaran siapa tamu yang ada di ruang kerjanya . Seketika langkahnya terhenti ketika tahu siapa sosok yang sedang duduk di sofa panjang yang ada di depan meja kerjanya .


" Dad ... "


Pria itu tak sekalipun menoleh pada dua putranya yang baru saja masuk untuk menemuinya . Raut pria parubaya itu sepertinya juga sedang tidak baik baik saja .


Ketika Abbio dan Zahid berjalan mendekat tampak pria itu beranjak dari duduknya . Dia beralih berdiri dengan setengah bersandar pada meja kerja di ruangan itu .


" Duduk ... " perintahnya ketika dua putranya mengikutinya hanya berdiri di depan sofa .


" Maaf Dad .... " cicit dua putranya terdengar bersamaan .


Abbio dan Zahid masih duduk dengan kepala tertunduk , mereka bisa merasakan aura mengerikan dari sang Daddy yang saat ini berdiri menjulang di depan mereka dengan menyedekapkan kedua tangannya .


" Daddy kecewa pada kalian ... amat sangat kecewa ! Dan kabar ini harus aku dengar dari mulut orang lain "

__ADS_1


Abbio dan Zahid menunduk , seberapa besarpun mereka tutupi sang Daddy tetap.akan mengetahuinya .


" Daddy tidak pernah mengajari kalian untuk tidak menghargai orang lain . Kau Abbio ... Adikmu sendiri yang menitipkan Anna padamu , tapi kau membuatnya pergi dari rumah ini . Daddy paham jika kalian berhak mempunyai kisah sendiri ! Tapi harusnya kau sebagai putra tertua Al Shamma bisa menghadapinya secara dewasa . Bagaimana bisa kau menjadi pemimpin klan keluarga kita jika kau masih terus saja mengedepankan emosimu ?? Ya Tuhan .... jika bukan karena pesan ibu kalian , Daddy pastikan malam ini akan menjadi malam mengerikan untuk kalian !? "


" Maafkan aku Dad ... "


" Dan kau Zahid , apa Daddy pernah mengajarimu untuk menjadi bajingan yang tidak menghargai seorang wanita ?? Bisa bisanya kau membeli kegadisan seorang wanita hanya untuk memenuhi nafsumu !! B*jingan .... ternyata Daddy telah membesarkan b*jingan b*jingan seperti kalian . Dan itu membuatku sangat malu !!! "


Gaffar terlihat beberapakali menghembuskan nafasnya sebelum pergi meninggalkan ruangan itu . Tapi sebelum.kakinya melangkah keluar dari tempat itu seseorang telah membuat langkahnya terhenti .


" Apa Daddy ikut menyembunyikan gadis gadis kami ?? "


" Pasti .... aku pasti akan bawa pergi para calon menantu keluarga ini jauh jauh dari bajingan seperti kalian . Daddy rasa mereka membuat keputusan yang tepat dengan pergi dari tempat ini "


" Dad kami akui kesalahan kami , kami buta karena cinta ! Tapi kami sangat menyesalinya , jika waktu bisa di ulang maka kami akan memperbaiki semuanya " ucap Zahid .


" Kami pun sadar kesalahan kami tak termaafkan . Tapi Zahid mohon ... kembalikan Safa dan Anna kepada kami "

__ADS_1


Gaffar terdengar terbahak mendengar permintaan putranya .


" Aku tidak terlibat dengan urusan kalian !! Kalian adalah penerus penerusku !! Buktikan jika kalian memang pantas menyandang nama itu !! "


__ADS_2