
" Di mana Gema ? "
" Tadi diantar supir ke rumah temannya , katanya sih mau belajar kelompok . Ckk ... akhir akhir ini dia lebih sibuk darimu ! Sepertinya baru kemarin aku masih memandikannya "
Adam terkekeh mendengar jawaban dari istrinya , akhir semester ini Gema memang ingin menyelesaikan tugasnya dengan nilai baik karena ia ingin melanjutkan sekolahnya di luar negeri . Adam ingin memasukkan putra pertamanya itu ke sebuah sekolah asrama khusus laki laki di Australia .
" Apa kedua gadis itu sudah menyelesaikan masalahnya !? "
" Semua yang menyangkut sakit hati pasti lama penyelesaiannya . Baby Ava mana !? "
" Sudah tidur di kamarnya "
Diva memakai jasa satu pengasuh untuk membantu merawat Ava , bukan karena dia tidak mampu merawat sendirian tapi kesibukannya bertambah karena sekarang dia mempunyai usaha butik .
Seperti juga Aira , ia sangat bersemangat untuk belajar bisnis pada sang suami .
" Akan cepat selesai jika keduanya menyadari kesalahannya masing masing . Mereka akan sadar jika suatu saat mereka mengalami kehilangan untuk kedua kalinya "
" Maksudmu ?? "
__ADS_1
" Memang begitu kan ? Semua pasangan yang saling mencintai akan menyadari arti ' memiliki ' setelah mereka benar benar kehilangan "
" Ya seperti Gilang waktu .... Akkhhhh sayang !! "
Diva mencubit lengan suaminya dengan keras , dia paling tidak suka jika nama itu di ungkit kembali di depannya . Adam terkekeh melihat wajah sang istri yang langsung berubah menjadi raut marah dengan bibir mengerucut .
" Jangan sebut nama itu lagi , harus berapa kali aku bilang padamu Mas !!! "
" Maaf sayang .. maafkan aku , kadang mulutku tidak bisa di rem . Sedikit pelumas mungkin akan membuat remnya bisa bekerja lagi dengan benar "
Adam mengangkat tubuh istrinya ke atas pangkuannya , diraihnya bibir kemerahan yang sudah menjadi candunya itu . Nyatanya semakin hari dia malah semakin tergila gila pada istrinya .
Diva pun lama lama mengikuti alur yang di buat suaminya , perlahan tapi pasti mereka menikmati asmara yang telah bergejolak dalam jiwa mereka .
Tanpa sadar ada sebuah seringai di sudut bibir putra kedua Adipraja itu , istrinya benar seseorang baru akan merasa kehilangan setelah benar benar kehilangan . Dia merasa punya sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah saudara tirinya .
Walau sebenarnya sangat malas dengan masalah roman picisan duo Al Shamma itu. tapi ia tak tega jika melihat lbu Sri selalu khawatir dengan menanyakan keadaan dua gadis calon menantunya itu . Apalagi ketika tahu ada kandidat lain yang berusaha mendekati Safa maupun Anna . Dan dua orang itu adalah pria pria hebat yang kemungkinan besar bisa menyaingi putra putra tirinya .
*
__ADS_1
Sementara Oliver tidak jadi menumpang jet pribadi milik Hiro seperti biasanya karena tiba tiba ada sebuah tugas yang harus ia kerjakan di kota kecil yang ada di Australia .
Oliver akhirnya menggunakan pesawat komersial untuk menuju kesana dan satu jam lagi adalah jadwal keberangkatannya . Dia terlihat duduk di ruang tunggu dengan asyik memainkan ponselnya . Pria itu sedang berkirim pesan dengan sahabat sekaligus pemilik hatinya .
Kadang tertawa , kadang berwajah serius . Tanpa sadar mimik wajahnya telah mencuri perhatian seorang wanita yang duduk di sampingnya . Wanita itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan pria bule itu .
Wanita itu berpikir mungkin semua orang yang sedang jatuh cinta akan berkelakuan sama seperti pria disampingnya . Dulu dia menyianyiakan cinta seorang pria padanya sampai akhirnya ia benar benar kehilangan cinta itu .
Dunianya jungkir balik setelahnya , karena ia baru menyadari ia pun juga sangat mencintai pria yang telah menalaknya . Tapi dia beruntung karena pria itu masih mau menjalin silaturahmi yang baik dengannya . Dan mereka malah menjadi sahabat baik setelah perpisahan itu .
Dan kini ia harus kembali menghadapi kenyataan bahwa pria itu akan menikahi wanita lain . Ya , dia juga akan pergi ke negeri kangguru untuk menghadiri acara pernikahan mantan suaminya itu .
" Apa kau sedang memperhatikan aku Nyonya !? "
Suara bariton itu berhasil membuyarkan lamunannya . Tapi wanita itu sama sekali tidak menanggapinya , dia terlihat sibuk membolak balik majalah mode yang ada di tangannya .
" Aku tahu bahwa aku adalah pria tampan , tapi hatiku sudah dimiliki wanita lain . Maaf jika aku tidak mungkin menerimamu sebagai kandidat pemilik hidupku "
" Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya . Aku pun tidak punya selera dengan pria muda congkak sepertimu " sinisnya tanpa melihat pria bule yang terlihat tersenyum melihat keangkuhannya itu .
__ADS_1