
" Kau sudah mantap untuk melabuhkan hatimu padanya ? Menghabiskan sisa hidupmu bersamanya ? Pernikahan adalah satu hal yang sakral Ann " kata Diva yang siang itu berkunjung di kafe milik Anna .
Pagi tadi putri bungsunya merengek ingin bertemu dengan ' aunty cantik ' yang kemarin kemarin sangat sering bermain dengannya . Diva sudah mendengar jika Anna dan Abbio sudah berbaikan .
" Hubungan kami sudah ke tahap yang lebih baik dari kemarin , tapi untuk sebuah pernikahan sepertinya Anna belum siap ! Anna hanya ingin memastikan dia benar benar tahu bagaimana cara mencintai dengan benar "
" Kau takut kejadin kemarin terulang lagi ?? "
" Sakit dan rasa malunya masih belum hilang bahkan sampai hari ini Kak .... " sahut Anna yang membiarkan jari jarinya menjadi bahan mainan balita gembul di pangkuannya .
" Dia datang ... " lirih Diva dengan suara yang masih bisa terdengar oleh Anna .
Beberapa bodyguard maju menghadang langkah Abbio uang ingin mendekat pada dua wanita yang duduk di area samping kafe itu . Untuk penjagaan anak dan istrinya memang Adam tak pernah main main . Hanya penjaga terbaik yang akan mendampingi kemanapun mereka pergi .
" Maaf apa anda punya kepentingan dengan Nyonya kami ?? " tanya salah seorang penjaga yang saat ini menghadang jalan putra pertama Al Shamma itu .
" Minggir !!! Aku tidak punya urusan dengan kalian .... "
Diva terlihat berdiri , ia tau para penjaga itu sedang melakukan.prosedurnya .
" Biarkan dia ... "
__ADS_1
Para penjaga menuruti perintah nyonya besar mereka , tapi mereka tetep mengawasi Abbio yang sudah mendekati dua wanita yang masih duduk di tempatnya .
" Selamat siang Nyonya Adipraja senang bisa bertemu denganmu ! Hai sayang ... "
Anna hanya menunduk malu ketiks pria itu mengecup keningnya sekilas sebelum duduk di sampingnya .
" Apa kalian sedang membicarakan tentang rencana pernikahan kita !? " tanya Abbio meraih satu tangan Anna untuk di genggamnya .
" Aku tadi sedang bertanya pada Anna , apa dia sudah yakin seratus persen untuk menikahimu tuan Al Shamma "
Abbio terlihat mengeratkan genggamannya pada tangan mungil itu , dia tahu benar siapa yang ada di depannya . Marah di depannya berarti mengundang malaikat maut penjaganya untuk datang .
" Dia belum mau menikahimu dalam waktu dekat ini . Dia masih ingin bukti jika kau benar benar sudah berubah . Aku yakin sekarang Anna sedang menahan sakitnya karena tanganmu terlalu erat menggenggamnya "
Spontan Abbio melepaskan tangan mungil itu dan wanita Adipraja itu benar ... tangan mungil gadisnya sudah terlihat sangat memerah . Dan untuk hal sekecil ini saja dia mafih tidak peka ! Masih saja tidak sengaja menyakiti gadisnya .
" Jangan salah paham padaku Tuan Al Shamma , Anna sudah aku anggap sebagai adikku . Aku tahu kau sangat mencintainya dan aku juga yakin Anna juga sudah jatuh hati padamu . Tapi.kami wanita bukan hsnya butuh cinta , tapi kami menilai cara pria untuk mencintai ... bagaimana ia bersikap pada kami . Dan sepertinya Anna butuh di yakinkan akan seperti apa sikapmu jika kelak kalian benar benar hidup bersama . Apa kau akan melempar koper lagi untuk setiap kesalahan yang dia perbuat ?? Atau kau akan mengumpatnya untuk kesalahdn yang tidak dia perbuat ?? "
JLEEBBBBB ...
Abbio menunduk mendengarnya , ternyata Anna masih saja ketakutan dengan sikapnya waktu itu . Padahal sudah dari kemarin ia meyskinksn gadis itu bahwa dia tak.sksn mengulangi kesalahannya lagi .
__ADS_1
" Aku tidak akan menyakitinya lagi ... Apa kau masih tidak yakin padaku sayang !? "
Diva berdiri dan meraih tubuh gembul Ava yang tadi asyik makan kue dipangkuan Anna . Wanita cantik itu ingin memberi waktu pada pasangan muda di depannya agar lebih leluasa untuk berbicara .
" Kalian berdua bicaralah ... jangan paksa dia untuk menuruti kehendakmu kali ini . Pernikahan adalah hal yang sakral , tentang terikatnya dua hati dan dua jiwa . Bukan untuk sesaat tapi untuk selamanya "
" Ckk .. kau tenang saja Nyonya aku bukan tipe tipe pemaksa !! " sahut Abbio penuh percaya diri .
" Ya , aku bisa melihatnya ... Ann Kakak pergi dulu ya , bicaralah bsik baik dengan calon suamimu ini "
" lya terimakasih nasehatnya Kak "
Setelah nyonya Adipraja itu pergi Abbio merengkuh pinggang Anna dan mengangkatnya ke pangkuannya .
" Sayang ... aku bukan pria pemaksa bukan ? "
" Ehmm aku rasa ehh .... ehmmmppttt !! "
Dengan tak sabar Abbio meraih bibir kemerahan itu , entah kenapa bibir itu selalu saja membayangi setiap mimpinya . Dan dia melepaskan tautan bibir mereka ketika merasa gadisnya sudah tersengal karena kehabisan nafas .
" lni hanya ciuman selamat siang , seharian ini aku tersiksa karena merindukanmu . Aku mencintaimu sayang "
__ADS_1