Hurt

Hurt
B Chapt 28


__ADS_3

" Oh God ... honey kenapa dia malah jadi tertidur di kamar kita ?? Apa bisa kau bawa dia ke kamar papa dan mamanya ? " keluh Oliver yang melihat bayi laki laki bertubuh gemuk itu malah tertidur pulas di ranjang pengantinnya .


Jero tidak mau lepas dari pelukannya dari awal kedatangannya padahal baru sekali ini mereka bertemu . Bahkan anak itu tidak menggubris sang kakek yang sangat ingin menggendongnya dan memamerkannya pada rekan rekan bisnisnya .


" Dia menyukaimu ... apa salahnya jika dia tidur bersama kita ? " sahut Astika dengan senyum lebarnya , rasanya menyenangkan melihat suaminya kebingungan seperti ini .Dia sangat tahu sang suami sangat menantikan malam ini .


" Come on honey ... ini malam.pertama kita , kita tidak bisa melakukan apa apa jika dia masih ada di sini ! "


" Memang apa yang akan kita lakukan ?? "


" Ckk .. "


TOKK ... TOOKKK


" Kak .... "


Oliver bernafas lega ketika mendengar suara adik iparnya di balik pintunya . Setidaknya malam ini ia bisa melakukan apa yang dari tadi sangat ia ingin lakukan .


" Apa Jero sudah menganggu kalian "


" Tidak ... " jawab Astika dan Oliver kompak .

__ADS_1


" Ya sudah jika begitu aku tinggal dia disini saja " sahut Jasmine menggoda pengantin baru itu .


" Ehh tapi ... "


Jasmine menghampiri putranya yang tidur di atas ranjang , perlahan ia rengkuh tubuh gendut itu . Setelah mengucapkan terimakasih telah menjaga putranya kemudian ia segera melangkah keluar .


Setelah melihat adik iparnya keluar Oliver segera memeluk dengan erat sang istri yang saat ini duduk di depan meja riasnya . Wanita yang sudah halal untuknya itu sedang mengoles butter di tubuhnya .


" Kau wangi ... "


" Kita memang sudah mandi tadi "


" Ckk !! Tidak bisakah kau sedikit romantis !? "


" Tidak ... aku tidak suka berbelit belit , ingin mulai sekarang tuan Oliver !? " tantang astika mulai membuka jubah tidurnya dan menyisakan sehelai lingerie transparan yang menempel di tubuhnya .


Oliver tersenyum lebar dan langsung menyambar bibir kemerahan yang sejak tadi sudah ingin dia rasai . Bibir mereka bertaut dengan dua tangan Oliver yang mulai bergerilya meraih apapun yang ada di depannya .


" Lepass ... " lirih Oliver yang tak sabar melepas lingerie yang di kenakan istrinya .


" Kenapa tidak kau robek saja sayanngg ... "

__ADS_1


" Aku tidak ingin membuatmu moodmu buruk karena aku merusak bajumu ... "


Astika tertawa dan mendorong tubuh sang suami hingga terhempas diatas ranjang , sedang dia sendiri dengan satu tarikan selepas lingerie hingga kini tubuhnya terlihat polos sempurna .


" Kau indah honey ... l love you " bisik Oliver meraih tubuh polos itu ke atas tubuhnya , mereka kembali menautkan bibir dan bertukar saliva . Mereka benar benar menikmati waktu mereka berdua .


Tanpa membuang waktu Oliver segera memposisikan dirinya untuk penyatuan dirinya . Sedang Astika memalingkan wajahnya yang sudah bersemu merah karena sekilas sempat melihat betapa gagah dan besarnya tongkat pusaka milik suaminya .


" lni milikmu sayang ... lagipula bukan sekali ini kau melihatnya " bisik Oliver meraih satu tangan istrinya untuk menyentuh dada , perut dan semakin menurun hingga menyentuh benda keras tak bertulang itu .


Tubuh Astika merinding ketika tangannya menyentuh daging tak bertulang yang sudah mengeras itu .


" Aku tidak ingat , kau kan tahu waktu itu aku di bawah kendali minuman keras .... eugghhhhh !! " gerutu Astika , waktu itu ia memang tidak begitu ingat detail malam panas mereka walau ia ingat tubuhnya serasa remuk redam ketika ia pertama kali membuka matanya .


Tanpa aba aba tongkat itu sudah menerobos masuk dan mulai bergerak pelan , Astika meremat sprei dan menggigit bibirnya sendiri ketika merasakan sesak dan penuh di bawah sana .


Rasa nikmat yang membuatnya tak henti melengguh dan menjerit , apalagi ketika tubuh kekar itu semakin menggila di atasnya . Gerakan yang semakin cepat yang mengantarnya kembali ke ambang batas rasa luar biasa nikmat .


Tapi sebelum ia mencapai puncaknya sang suami malah melepas penyatuan mereka . Astika merasakan Oliver membalikkan tubuhnya hingga sekarang ia memunggungi suaminya .


Dia mulai mengimbangi alur yang di ciptakan suaminya , pengalamannya membuatnya cepat tanggap dengan keinginan suaminya . Dan malam itu mereka benar benar menikmati malam pengantin mereka .

__ADS_1


Hingga dini hari Oliver baru menyudahi aksinya karena mendengar sang istri yang mengeluh mual dan sedikit pusing . Astika benar benar di buat kewalahan menghadapi suaminya .


Walau badan terasa lelah tapi tak henti hentinya mereka saling membisikkan kata cinta hingga tanpa disadari mereka terlelap dengan saling memeluk.di bawah satu selimut .


__ADS_2