Hurt

Hurt
31


__ADS_3

Anna tampak sibuk melayani pelanggan restoran KAMMA siang itu , restoran milik Aira yang bertema keluarga itu memang sangat banyak diminati .


Tapi disana lelahnya tidak begitu terasa karena semua pekerja yang disana sangat hangat . Tidak ada kebencian sama sekali di lingkungan restoran itu . Saling membantu dan bahu membahu untuk menyelesaikan pekerjaan .


" An ini pesanan untuk meja nomor dua puluh , aku bawa yang nomor tujuh di private room lantai atas "


" Siipp ... sisa pesanannya nanti aku susulin ke atas Kak "


" Makasih cantik "


Dengan segera Anna mengantar pesanan di nomor dua puluh , dia melihat seorang wanita bersama dengan putranya sedang menunggu pesanan yang sedang ia bawa .


Sekilas melihat Anna merasa anak laki laki tampan itu berbeda dari anak yang lain . Jika biasanya anak berumur sekitar satu tahun lebih terlihat sangat aktif tapi anak itu berbeda . Dia terlihat diam duduk di kursi khusus bayi dan bermain sendiri dengan kotak tisu yang ada di meja itu .


" Permisi nyonya ini pesanan anda ... "


Tapi sepertinya wanita itu terlalu sibuk dengan ponselnya hingga tak terlalu memperhatikannya . Anna menata pesanan itu di meja dengan sesekali melihat pada anak laki laki yang sedang melihatnya dengan penuh senyum itu .


" Hai tampan .... " cicit Anna dengan melambaikan satu tangannya .


" Nyonya silahkan menikmati "

__ADS_1


Setelah selesai menata makanan Anna segera kembali ke dapur untuk membantu Safa mengantar makanan di ruang private lantai atas . Ketika ingin mengantar sisa pesanan ia malah berpapasan dengan Safa di lift .


" Lhoh ... kok udah turun , ini pesanan mau gimana Kak !? "


" Kamu saja yang bawa ... tadi aku sudah bilang irisan buah yang dipesan datang menyusul ... satu lagi "


" Ya Kak ?! "


" Tahan kuping saja bila pelanggan perempuannya ngomong macem macem , sedikit reseh dia "


Masuk ke private room Anna kaget ketika uang ia lihat adalah pria menyebalkan yang semalam menciumnya sedang duduk bersama dengan seorang wanita .


Sepertinya pembicaraan mereka langsung terhenti ketika mereka melihat dia yang baru saja datang . Anna berusaha tenang agar tidak terlalu gugup , setelah menyajikan buahnya ia segera keluar dari ruangan itu .


" Kusut bener mukanya neng !! Perasaan tadi baru saja berbunga bunga "


" Apa sih Kak , biasa aja kok " kilah Anna yang langsung menuju wastafel ingin membasuh mukanya . Safa benar , setelah melihat pria itu moodnya menjadi sangat berantakan .


Sekitar setengah jam setelah itu terdengar keributan di area depan restoran . Mendengar hal itu Safa , Anna dan beberapa waiter segera ke sana untuk menanganinya . Mereka tidak ingin keributan itu mengganggu ketenangan pelanggan lain .


Di arah depan ia melihat Abbio sedang dicegat oleh pelanggan wanita yang membawa anak laki laki yang tadi dia layani . Wanita itu tampak begitu murka sekaligus putus asa .

__ADS_1


" B*jingan kau Bi ! Kau seperti pengecut yang bersembunyi di balik bodyguard bodyguard bodohmu itu . Dua tahun Bi ... dua tahun aku terlunta lunta sendiri hanya untuk merawat buah cinta kita !!! "


DEGGHHH .... DEGGHHHH


Anak ! Ternyata bayi lucu laki laki tadi adalah putra dari seorang sulung Al Shamma .


" Jaga mulutmu j*lang !! " pria itu berkata datar dengan menatap tajam wanita yang menggendong seorang bayi laki laki itu .


" J*lang kau bilang !??? Fine aku adalah j*lang yang menyerahkan mahkotaku hanya padamu . Dan kau sangat tahu hal itu tuan Abbio !! "


Beberapa waiter kemudian dengan sangat sopan menggiring mereka di area samping restoran agar bisa meneruskan pembicaraan mereka tanpa mengganggu ketenangan pelanggan lain .


Anna tak tahu apa lagi yang terjadi karena ia kembali dengan aktifitasnya menjadi seorang pelayan restoran . Hingga menjelang sore baru mereka bisa santai dan duduk disudut yang ada di depan dapur .


" Kau tahu wanita yang tadi ribut di depan ?! " tanya Safa pada Anna .


" Tidak ... "


" Sheera , dia adalah seorang mantan artis ternama . Yang aku dengar dulu dia di miskinkan oleh pacarnya sendiri . Tidak ada yang tahu identitas pacarnya walau dia adalah artis terkenal . Dia ditinngalkan sang pacar ketika dirinya sedang hamil "


" Apa ... "

__ADS_1


Tadi dengan jelas ia mendengar wanita itu meminta pertanggung jawaban Abbio pada bayi yang di gendongnya . Jangan jangan pacar yang di maksud Safa adalah pria menyebalkan itu .


" Kau memang jahat !! Aku membencimu Abbio Al Shamma.... "


__ADS_2