
Mayleen terus saja menundukkan kepala saat berada di ruang makan untuk sarapan bersama dengan suami dan mertuanya . Sang suami terlihat biasa biasa saja menghadapi ibunya padahal tadi mereka kepergok sedang memadu kasih .
" Jika tak suka sarapannya kau bisa ke dapur dan membuat makanan yang biasa kau makan . Para pelayan belum tahu makanan apa yang kau suka " kata Nanami yang melihat menantunya tidak menyentuh sedikitpun makanan di depannya .
" Ehhh ... itu ... ini panas , maksud saya makanannya masih terlalu panas " sahut Mayleen sekenanya karena kaget "
" Bukannya kau suka sesuatu yang panas !? " sinis Nanami yang melihat bibir putranya sedikit terluka , dan ia tahu pasti penyebabnya .
Hiro ingin tertawa mendengar ledekan ibunya pada wanita di sampingnya , tapi ia urungkan ketika melihat wajah merah padam itu . Pagi ini dia memang sengaja hanya sarapan puding karena bibirnya masih perih jika terkena makanan .
" Jangan goda dia Bu , jika lbu terus menggodanya maka ia benar benar tidak akan menyentuh makanannya "
Setelah melalui sesi sarapan yang terasa sangat panjang Mayleen mengantar sang suami yang ingin berangkat ke kantor . Sampai di depan mobil ia serahkan tas kerja yang tadi dia bawakan untuk suaminya .
Hati Hiro menghangat mendapat perlakuan seperti ini , hanya sebuah aksi kecil tapi mampu membuat hatinya berbunga bunga .
" Terima kasih sayang "
" Sama sama ... " cicit May yang memejamkan matanya ketika sang suami mengecup keningnya .
Satu tangan Hiro meraih pinggang ramping istrinya agar merapat ke tubuhnya . Dia tertawa kecil ketika melihat mata bening itu terlihat menatapnya penuh selidik .
" Kau mau apa ?? Banyak orang disini ... "
__ADS_1
" Hanya ingin memeluk istriku , jangan bandel di rumah ! lstirahat dan jangan berani keluar tanpa ijinku ... mengerti !? "
Bukannya menjawab ia malah di suguhi bibir sang istri yang sudah mengerucut .
" Atau kau ingin kita kembali ke kamar dan meneruskan kegiatan kita pagi tadi ?? Kita buat cucu untuk ibu " bisik Hiro di telinga istrinya .
' Hisshhh kau menyebalkan ... cepatlah berangkat !! Cari uang sebanyak mungkin karena kau sudah berjanji mengajakku jalan jalan malam ini "
" Apapun untukmu sayang ... "
CUPP ... CUUPP
Hiro menghujani wajah istrinya dengan kecupan sebelum masuk ke mobilnya . Mereka tidak tahu jika ada sepasang mata yang melihat mereka dengan senyuman tersungging di bibirnya .
Selama ini Hiro sangat jarang tersenyum , putranya menjadi pria yang sangat kaku karena di gembleng dengan sangat keras agar bisa menjadi pemimpin klan Yoshida . Dan baru kali ini ia melihat Hiro begitu bahagia , wajah garang itu menjadi terlihat sangat manis jika sedang ada di depan istrinya .
Tapi langkahnya terhenti ketika melihat mertuanya sedang berada di kebun halaman samping . Nanami mengenakan apron , sepatu karet dan topi yang lebar yang melindungi dirinya dari sinar matahari .
" lbu sedang apa ?? Kenapa ibu gunting tanamannya ? Mereka tidak akan tumbuh jika ibu potong daunnya "
" lni memang tanaman bonsai jadi mereka tidak akan tumbuh besar "
Mayleen bisa melihat ada lumayan banyak koleksi tanaman bonsai milik ibunya .
__ADS_1
" Boleh saya bantu potong daunnya ?? lbu duduk saja biar saya selesaikan semua " ujar Mayleen sangat bersemangat , sepertinya memotong tanaman akan menjadi hal yang menyenangkan hari ini .
" Tidak usah ... lbu tahu kau pasti akan memangkas habis daunnya ! "
Mayleen tertawa kecil dengan menggaruk tengkuknya , memang hal itu yang tadi ingin ia lakukan . Dia berpikir semakin banyak daun yang ia potong tumbuhan ibunya semakin tidak bisa tumbuh besar .
" Apa kau mencintainya ?? "
May melihat ke arah mertuanya karena sedikit terkejut mendengar pertanyaan menyangkut perasaannya .
" Mungkin ... May nyaman berada di sampingnya . Ibu tenang saja , aku masih ada dalam batasanku "
" Kalian belum !!??? "
" Bukannya ibu pernah memintaku untuk tidak menyerahkan diriku apapun yang terjadi ?! "
" Dasar gadis bodoh !! Dia suamimu ... maka sudah menjadi kewajibanmu untuk melayaninya . Kenapa kau harus mendengar omongan orang lain ?? "
" Anda ibunya ... bukan orang lain !! " kilah May tidak mau kalah .
" Pindahkan ikan di kolam itu ke kolam sebelahnya !! Tapi hati hati itu ikan ikan mahal Tukang kebun ingin menguras kolam itu .... Dia suamimu !! ltu berarti kau punya hak sepenuhnya atas dirinya meski aku adalah ibunya . Kau dengar itu ... Ya Tuhan !! "
Nanami terpaku ketika melihat menantunya sudah masuk ke dalam kolam ikan dan dengan sangat bersemangat menangkap ikan dengan tangan hingga semua bajunya basah .
__ADS_1
" Gadis nakal !!! Keluar dari kolam sekarang !! lbu tidak memintamu menangkap ikan dengan tangan ... bisa mati semua nanti !!! Pengawal jauhkan dia dari ikan ikanku !! "
Dan para pengawal hanya bisa saling memandang , menyentuh istri pimpinan klan mereka berarti menyerahkan nyawa dengan suka rela . Tapi mereka juga tidak mungkin menolak permintaan dari Nyonya besar mereka .