
Abbio langsung membawa Anna yang tadi tiba tiba pingsan saat dirinya kalap memukul salah satu mahasiswa di kampus tempat gadis itu belajar . Sepertinya gadis itu trauma dan sangat ketakutan .
" Cepat panggil dokter sekarang !! Atau aku ratakan rumah sakit ini dengan tanah !! "
Tiga orang dokter dengan beberapa perawat dengan sigap membawa Anna keruang UGD untuk memeriksa Anna lebih lanjut . Mereka sedikit panik karena jika dilihat dari reaksi putra klan mafia itu pasti gadis itu telah mengalami sesuatu yang berat .
Abbio tampak tak sabar menunggu wanita yang telah ia klaim sebagai miliknya keluar dari ruang UGD . Berkali kali ia mengumpat pada dirinya sendiri karena sudah menyebabkan gadis itu ketakutan padanya .
Entah kenapa emosinya memuncak ketika melihat Anna jatuh terjerembab karena tertabrak oleh seorang pria . Demi apapun ia tak rela jika tubuh itu tersentuh oleh pria lain selain dirinya , apalagi sampai wanitanya terlihat meringis kesakitan tadi .
Tak lama kemudian para dokter dan perawat keluar dari ruang UGD , dan dengan tak sabar Abbio menghampiri salah satu dokter itu .
" Bagaimana wanitaku ... apa penyakitnya parah ?? Dia terlihat sangat pucat tadi !! "
Seorang dokter yang terlihat lebih senior menepuk punggung Abbio agar pria itu lebih tenang . Semua orang tahu putra pertama Al Shamma mempunyai sifat yang pemarah dan tak terbantahkan .
" Nona pingsan karena tekanan emosinya , selain itu sepertinya nona juga sangat lemah . Ketika kami tanya ternyata Nona belum sarapan tadi pagi karena terburu buru berangkat ke kampus . Maaf , tapi lain kali sebaiknya pastikan nona keluar dengan perut yang sudah terisi karena dia punya riwayat maag walau bukan kasus maag berat "
" Apa maksudmu aku tidak bisa menjaganya dengan baik hahh !?? "
" Bukan tuan ... tentu saja bukan , kami hanya berharap nona makan lebih teratur dan menjaga pola makannya "
__ADS_1
Abbio terdiam , ada rasa bersalah karena beberapa hari yang lalu ia pernah melarang gadis itu untuk makan di mansion . Anna hanya makan mi instant atau telur setiap harinya . ltupun jika gadis itu sempat memasak .
Mungkin pagi tadi setelah mendengar pembicaraannya dengan Sheera gadis itu langsung berangkat ke kampus tanpa makan terlebih dahulu . Dan Abbio yakin gadis itu hanya mendengar sebagian hingga ada salah paham di pikirannya .
" Kami sudah bawa Nona ke ruang rawat , kondisinya stabil walau masih lemah . Tapi kami ijinkan jika tuan ingin membawanya pulang saat ini juga . Yang penting mulai saat ini pola makan dan asupan makan Nona harus lebih diperhatikan "
Setelah itu Abbio segera menyusul Anna diruang rawatnya , ia ingin segera melihat keadaan gadis itu .
Hatinya sedikit tercubit ketika melihat ada rasa takut di mata gadis itu ketika melihatnya . Seorang perawat sedang menyuapinya bubur gandum yang dicampur dengan daging giling .
" Aku saja ... "
Dan perawat itu kemudian meninggalkan ruangan setelah memberikan piring berisi makanan pada Abbio . Sekarang pria itu yang menyuapi Anna untuk makan .
" Aku memang tidak punya makanan , biasanya pulang kerja aku mampir ke minimarket beli makanan tapi kemarin lupa . Aku yang pingsan tapi kenapa jadi kau yang marah marah !? "
" Ckk .. buka mulutmu "
Anna menurut saja ketika pria itu dengan telaten menyuapinya karena memang perutnya sedang sangat lapar .
" Aku tidak mau tahu .. mulai sekarang kau harus makan teratur . Paginya kau akan sarapan bersamaku , siang aku akan menjemputmu di kampus untuk pergi makan siang dan malamnya kau harus pulang tepat waktu untuk makan malam bersamaku !!! "
__ADS_1
" Mana bisa begitu !? Kenapa harus selalu bersamamu ?? Aku bisa sendiri , kau juga lihat kan selama ini aku bisa mandiri di gudang belakang . Aku tidak merepotkan siapa siapa "
" Kau sedang mengigau !!? Baru saja kau membuat aku repot dengan membawamu kemari karena kau pingsan "
" Itu salahmu !! Kenapa kau menjadi makhluk mengerikan ?? Kau memukuli orang tanpa tau kesalahannya , dasar arogan !! "
" Dia menyentuh milikku ... dia pantas mati "
" Dia bahkan tidak menyentuh mobil mewahmu itu !! "
" Siapa yang bilang ini tentang mobil ? Aku tidak peduli jika ia membakar mobilku sekalipun , tapi aku pastikan dia mati jika dia berani menyentuhmu !! "
" Kenapa begitu !? "
" Karena kau milikku ... kau adalah milikku !! "
BLUSSHHHH
Antara kesal , gemas dan malu bercampur menjadi satu , ingin sekali Anna memukul kepala pria menyebalkan itu dengan centong nasi agar bisa menyaring kata katanya . Pria itu selalu saja berkata semau hatinya .
" Kau mau kan jadi wanitaku ??? "
__ADS_1
" Tidak mau ...." kata Anna sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut , ia tak mau Abbio melihat wajahnya yang kemerahan karena baru saja pria itu memintanya untuk menjadi pacarnya .
" Aku tidak peduli ... mau tidak mau kau harus mau TITIK !!! "