Hurt

Hurt
61


__ADS_3

Tak terasa dua bulan sudah berlalu , walau begitu tak pernah menyurutkan semangat Zahid mencari wanitanya walau sampai sekarang tsknafs sedikitpun indformani nrngrnsu keberadaan wanita itu .


BUGHHH .... BUGGHHH


Zahid kalap kesetanan memukuli samsak di depannya dengan membabi buta . Tak ia pedulikan lagi ruas ruas jarinya yang sudah kemerahan. Sengaja ia tak menggunakan sarung tinju agar bisa merasakan sakitnya bertarung dengan sebuah samsak .


Hampir sepuluh tahun ia menantikan pertemuan dengan gadis kecilnya . Zahid bahkan belum mengucapkan terima kasih pada gadis kecilnya yang sudah menolongnya .


Tapi nyatanya hanya rasa sakit yang bisa ia berikan ketika gadis kecil itu sudah ada di hadapannya . Menghina , meremehkan dan dengan teganya ia mengambil kesucian gadis yang sudah seharusnya ia jaga dengan nyawanya .


Apa yang harusnya ia jaga malah ia sakiti dengan sedemikian rupa . Zahid terus kalap memukul hingga kemudian dia jatuh bersimpuh di bawah samsak yang tadi ia pukuli dengan membabi buta .


" Maaf .... maafkan aku !! Aku mohon , beri aku kesempatan untuk meminta maaf ... ampuni aku Ya Allah !! Biarkan aku menemukannya , aku berjanji akan menjaganya ... ijinkan aku menjaganya !!!!."


Zahid sempat menyambangi rumah sakit tempat ibu panti di rawat di Tiongkok , tapi menurut laporan tak sekalipun gadis itu datang ke tempat itu . Rasa bersalah dan penyesalannya sepertinya akan selamanya menghantui hidupnya . Rasa yang akan selalu ada sebelum ia bisa berlutut di depan seorang gadis bernama Safa .


" Za ... sudahlah !! Cepat atau lambat kau akan bertemu lagi dengannya " kata Bryan yang malam itu menemani Zahid ke sebuah sasana tinju .


" Ada yang melindungi gadis itu , kita punya orang orang yang hebat tapi tak satu pun dari mereka bisa mendapatkan walau sedikit informasi tentang keberadaannya . Tidak mungkin jika dia hilang tanpa jejak "


" Kau mati matian mencari gadis masa lakumu , sedang kakakmu sampai sekarang masih saja percaya bahwa Anna mengkhianatinya "

__ADS_1


" Otaknya bebal .... apa kau sudah dapat informasi tentang Anna ? "


" Sama seperti Safa , gadis itu juga seperti hilang ditelan bumi . Tak ada satu pun jejak darinya . Sakit hati memang bisa membuat wanita mempunyai kekuatan yang tidak terduga "


" Kapan Kakak pulang dari Vietnam ? "


" Besok dia sudah kembali , aku sudah urus jadwal keberangkatan pesawatnya "


Abbio pergi ke Vietnam dalam rangka memenuhi undangan seorang koleganya yang mengadakan pesta pernikahannya di sana . Dengan menggunakan pesawat pribadinya ia berangkat bersama beberapa kolega yang juga berasal dari Dubay .


*


" Faster baby .... kau memang hebat Grace sayang !!! "


" lni hanya bonus karena kau sudah membantuku ... jadi nikmatilah sayang !! "


Semakin cepat ia bergerak hingga tak lama kemudian mereka mengerang bersama karena telah mencapai klimaksnya bersama sama .


" Kau hebat baby ! Tak percuma aku menemukan gadis yang mirip dengan gadis bernama Anna itu hingga setiap malam aku bisa merasakan kehebatanmu di atas ranjang . Di musim dingin ini aku memang membutuhkanmu untuk menghangatkan tubuhku "


" Sekarang di mana dia !? " tanya Gracia yang saat ini masih berada di atas tubuh pria itu .

__ADS_1


" Yang aku dengar dia sudah kembali ke Vietnam . Disini ia hanya ingin menghadiri acara fashion tahunan , mungkin dia kekurangan uang hingga mau aku bayar untuk menghangatkan ranjangku "


" Kau predator .... "


" Aku hanya pintar membaca keadaan baby ! Dia butuh uang .. dan aku bisa memberikannya . Itu saja kan !? "


" Bagaimana jika Zahid atau Abbio bisa menemukan gadis yang mirip Anna itu !!? Rencanaku bisa berantakan . Ibu juga bisa menghukumku jika tahu aku berulah lagi . Ibuku terlalu penakut ! Aku ingin tuan arogan itu menangis darah karena kehilangan wanita yang ia cintai "


" Tidak mungkin bisa , mereka tinggal di belahan dunia yang berbeda . Lagipula gadis itu hanya seorang pemilik butik kecil di Vietnam sana , bukan selebriti atau orang yang sering di ekspos media "


Gracia tersenyum ketika pria itu beranjak dan mendorong lembut tubuhnya hingga sekarang ia membelakanginya . Dia tahu benar dengan apa yang di inginkan pria itu .


" Kau memang sangat hebat , kau selalu bisa memuaskan aku ... Euugghhh !!! lni nikmat banget sayang " racau Gracia yang mulai di pacu dari belakang .


" Nikmati saja ... "


Gracia menyimpan dendam pada Abbio sejak kejadian yang terjadi di barak . Di sana setiap hari ia harus bertaruh nyawa dengan merawat hewan hewan kesayangan tuan besarnya . Dan setiap malam pasti ada pekerja pria yang menyelinap ke kamar dan memaksanya untuk melayaninya .


Dia merasa hukuman yang di berikan padanya tidak sepadan dengan kesalahan ysng sudah ia perbuat . Dia hanya membubuhks sedikit obat agar bisa merasakan hangatnya ranjang tuannya , apa salahnya !?


Seumur hidupnya ia tak akan pernah bisa melupakan penghinaan itu . Dia bertekad untuk membuat sulung Al Shamma itu untuk menangis darah . Pria itu akan membayar setiap kesakitan yang ia alami .

__ADS_1


__ADS_2