
" Dasar gila !! Bisa bisanya kau tembak putra Al Shamma itu bos , bukannya kalian bersaudara !? Bisa bisa murka pentolan Al Shamma kalau tahu putranya terkapar di rumah sakit !! " ujar Edward yang merupakan sekretaris pribadi sekaligus sahabat baik Adam .
" Jangan melebih lebihkan ! Aku hanya menembak bahunya , jika Daddy tahu mungkin dia malah menyuruhku untuk menembak kepalanya . Pria keras kepala seperti dia sekali kali harus di beri shock terapi "
Semalam setelah berbicara dengan istrinya Adam mendapat ide untuk ' melenyapkan ' sementara saudara tirinya itu . Mungkin dengan terkaparnya putra mafia itu Anna akan menyadari bahwa masih ada cinta di dalam hatinya . Bukankah seseorang akan merasa kehilangan setelah dia benar benar kehilangan ?
Sejenak kemudian matanya memicing ketika ponselnya berdering dan ia bisa melihat tuan besar Adipraja sedang menelponnya . Dan Adam tahu benar apa yang akan di bicarakan oleh ayah sekaligus guru besarnya itu .
" Ya Pah .... "
" Kau apakan dia !? Kalian sudah dewasa , Papa tahu dia sudah membuat kesalahan tapi ada cara lebih halus untuk menyadarkannya . Tadi Mama kalian marah besar ketika mendengar ibu kalian pingsan saat mendengarmu menembak Abbio . Mereka berpikir kau benar benar ingin membunuhnya "
Adam hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal , pasti setelah ini dia akan mendengar ' kuliah ' berdurasi sangat lama dari ibu atau mamanya . Dia bahkan melupakan dua nyonya besar Adipraja dan Al Shamma itu .
" Tapi itu cara paling efektif agar masalah ini tidak berlarut larut Pah ... "
" Ya Tuhan kenapa kau dan Bumi tidak bisa sekalem dua saudaramu yang lain . Jangan buat kami para orang tua pusing .... "
__ADS_1
" Maaf , tapi Adam pastikan dia akan baik baik saja ! Dia sudah mendapat dokter dan perawatan terbaik di rumah sakit "
" Dia punya saudara ... kau tangani dia selayaknya kau memperlakukan saudaramu . Sebentar lagi dia pasti minta penjelasan kepadamu "
" Pasti , Adam akan menyambutnya dengan sangat baik "
" Ya sudah , kalian semua sekarang sudah menjadi saudara . Papa harap ke depannya kau lebih bijaksana untuk menangani saudara saudara kalian "
" Baik Pah .. "
Edward terdengar tertawa ketika Adam sudah menutup panggilannya . Baginya lucu melihat Dewa kematian seperti Adam bicara halus dan sopan pada seseorang .
" Ckk ... tidak lucu "
BRAAAKKKK ....
Dua pria tampan itu di kejutkan dengan kedatangan seorang pria berwajah bule yang terlihat menahan kemarahannya .
__ADS_1
" Apa maksudmu Tuan Adam !!! Kenapa kau menembak kakakku ?? Memang apa salahnya ?? Kami tidak pernah mengganggu ketenangan kalian !!! "
Adam terlihat masih tenang duduk di kursi kebesarannya , sedang Edward langsung berdiri menghadang untuk mencegah kemungkinan pria bule itu melakukan hal gila .
Edward bukan khawatir dengan keselamatan bosnya , tapi ia malah khawatir dengan keselamatan pria bule itu . Adam bisa melakukan hal hal gila jika ia merasa terganggu .
" Well come brother , begitukah caramu menyapa saudaramu ???!! " kata Adam dengan menatap tajam pria bule yang ia ketahui adalah adik dari Abbio , Zahid Al Shamma .
Benar saja Zahid merangsek maju dengan raut yang penuh emosi . Edward segera mencegahnya dengan menarik tubuh Zahid agar tetap berada di tempatnya .
" Biarkan Ed , biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan "
" Tapi tadi tuan besar ... "
" Semua akan baik baik saja Ed , tenang saja ! Kau ingin bertarung tuan Zahid ???!!! Dengan senang hati akan aku kabulkan . Aku memberimu kesempatan untuk membalas perlakuanku pada kakakmu itu . Bawa dia ke roof top , aku akan kesana sebentar lagi "
" Cihh kau pikir aku takut ???!!!! "
__ADS_1
Edward memijit keningnya , putra bungsu Al Shamma itu belum mengenal saudara barunya . Tidak akan pernah mudah mengalahkan dewa kematiannya Adipraja . Sepertinya putra bungsu Al Shamma akan segera menyusul kakaknya menjadi penghuni baru bangsal rumah sakit .
" Persiapkan dirimu brother ... karena kali ini aku tidak akan segan lagi "