Hurt

Hurt
33


__ADS_3

Abbio sengaja membawa mobilnya sendiri pagi ini dan kebetulan gadis yang ingin di ajaknya berbicara masih menunggu bus jemputan .


Tentu saja bius itu tidak akan datang karena semalam ia sendiri yang mengatur agar bus kampus itu tidak lagi menjemput Anna . Apapun bisa dia lakukan agar tujuannya tercapai .


" Naik ... " kata Abbio datar dengan sedikit menurunkan kaca jendela mobilnya .


" Tidak , terimakasih tuan ! Saya menunggu bus jemputan , sebentar lagi mungkin sampai !! "


" Setengah jam lagi kelasmu akan di mulai , jika kau tak segera naik kau mungkin akan bolos hari ini "


Anna sejenak terdiam , sepertinya pria menyebalkan itu ada benarnya . Sudah dari tadi ia menunggu bus jemputan tapi sepertinya bus itu tidak datang hari ini . Tapi jika ia naik mobil mewah itu mungkin ia akan menjadi pusat perhatian nanti di kampusnya .


Orang orang mengenalnya sebagai gadis miskin , hanya dia dan Safa yang setiap siang makan bekal di taman kampus sementara teman teman mereka menghabiskan uang di kantin kampus yang menyediakan makanan makanan mahal .


" Ehmmm ... tapi ... "


" Ckk gadis bodoh !!! Kenapa selalu berpikir lambat ... jika tidak mau ya sudah !! "


Walau berkata ketus tapi nyatanya pria itu belum juga pergi dari hadapan Anna . Hingga sudut bibirnya terangkat ketika perlahan Anna masuk ke dalam mobilnya .


" Duduk di depan !! Kau pikir aku supirmu "


" Hissshhh bawel !! Katanya di suruh naik , giliran sudah naik tetep saja salah lagi " rutuk Anna dalam hatinya .

__ADS_1


Wajahnya yang merajuk dengan mulut mengerucut membuat pria disampingnya susah menelan salivanya . Pria itu menahan diri agar tidak lagi lepas kendali seperti malam sebelumnya ketika ia nekat mencium bibir gadis itu .


Dalam perjalanan sejenak mereka tenggelam dalam pikirannya masing masing . Sampai akhirnya Abbio membuka suaranya .


" Dari kecil aku di didik keras untuk menguasai bisnis dan untuk menjaga adik adikku , Zahid dan Violetta ! Tidak ada kesempatan.untukku bersosialisasi ataupun mempunyai teman baik seperti anak anak yang lain . Sampai akhirnya aku mengenal Sheera , perhatiannya padaku lama lama membuat aku nyaman "


" Kenapa bercerita seperti itu kepadaku.? Aku tidak mengenalnya jadi aku tidak punya kepentingan dengannya . Apalagi dengan kisah cinta kalian , apa urusanku !?? "


" Ckk ... diamlah !! Jangan rusak moodku untuk bercerita !! " tukas Abbio yang merasa Anna selalu saja tidak mau mendengarnya . Setelah gadis itu diam Abbio meneruskan ceritanya .


" Aku terlalu terlena waktu itu .. dan aku menyentuhnya . Kau tahu maksudnya kan ? Aku lepas kendali dan itu akan menjadi penyesalan terbesarku ! Aku melanggar janji pada Daddyku bahwa aku tak akan menyentuh wanita sebelum pernikahanku . Aku memang brengsek tapi sungguh aku sangat menyesalinya . Bayi itu bukan anakku jadi jangan pernah berani berpikir macam macam tentang aku !! "


Anna tetap saja diam , pandangannya ke arah luar jendela . Walau sedang kesal tak ia pungkiri bahwa ia lega mendengar semua itu .


Jika ada hal yang ingin di lakukan Anna saat ini adalah mencakar cakar wajah pria arogan yang duduk disampingnya . Abbio membuatnya seolah olah mengemis penjelasan padanya .


Benar saja yang ia duga , mereka menjadi pusat perhatian di area depan kampus tempat Abbio menghentikan mobilnya . Hampir semua mahasiswa yang lewat melirik kagum mobil yang sedang mereka kendarai .


Dia yakin jika mereka melihat mahasiswi miskin seperti dia turun dari mobil sport mewah ini pasti nantinya akan ada kabar kabar yang tak mengenakkan di kupingnya .


" Ini sudah sampai , aku tahu kau masih ingin bersamaku tapi sebentar lagi aku ada meeting penting ! Zahid masih di lndonesia jadi akulah yang harus menghandle semuanya "


" Ya Tuhan ... berikan hambaMu kesabaran " batin Anna , padahal dari tadi dia sudah ingin keluar tapi pria itu belum juga membuka pintu otomatis mobilnya .

__ADS_1


" Mulai besok jangan lagi menunggu bus jemputan karena bus itu tidak akan pernah lewat di depan mansion lagi . Aku tidak keberatan jika harus mengantarmu ke kampus setiap paginya "


" Apa !!! Pasti ini ulahmu ... kenapa anda selalu seenaknya sendiri !! " pekik Anna .


" Tidak usah berterimakasih padaku , dan mulai sekarang jangan lagi sungkan padaku ! Kau wanitaku ... kau bisa minta apapun padaku "


" Wanita apa ??? Ya Tuhan ... aku ingin keluar !! Cepat !! "


Turun dari mobil Anna tak henti hentinya merutuki apa yang dilakukan Abbio pagi ini padanya . Tak ada angin tak ada hujan pria itu menceritakan kisah pribadinya dan entah apa yang ada dipikiran pria itu hingga tiba tiba saja menyebutnya sebagai wanita miliknya .


Ada sebuah kebahagiaan yang sebenarnya terselip di hatinya , tapi dia tidak siap jika harus mendengar atau mengetahui kejutan kejutan lain dari putra mantan mafia itu . Apalagi ia tahu persis wanita sederhana sepertinya bukan tipe dari pria super kaya itu .


BRUGGHHH ...


Mungkin karena berjalan dengan melamun ia menabrak seorang mahasiswa yang kebetulan melintas di depannya hingga mereka sama sama terjatuh .


" Maaf ... " cicit Anna merasa bersalah .


" Hei santai saja , aku tidak apa apa . Seharusnya aku yang bertanya seperti itu , apa kau baik baik saja "


" Aku baik ba ... " sebelum menyelesaikan kata katanya ia di kejutkan dengan kejadian yang tiba tiba terjadi di depannya .


BUGHHH ... BUUGGHHHH

__ADS_1


" Aaaaaaa ... hentikan !!!! "


__ADS_2