Hurt

Hurt
6


__ADS_3

"pak rhicard?" mark melongo melihat siapa yang datang.


"kania kamu....." kata-kata mark menggantung


"kak tolong rahasiain ini yah?" kania terlihat panik


"tapi kenapa..." lagi-lagi perkataannya terhenti


"ya kan kamu lihat sendiri, gimana sih. masa ini aja gak ngerti?" sambar jeno kesal.


"kita masuk saja kedalam, ayo mark sama jeno masuk" ajak ayah kania yang tak lain adalah pemilik sekolah mereka pak rhicard.


mark mengikuti langkah pak rhicard diikuti jeno dan kania.


"kok kak mark disini ya?"


"nanya sama dia lah" kata jeno kesal


"awas aja kalo ketahuan, mulut embernya akan aku masukin panci" gerutu jeno pelan


"mulutmu jenoarth" tegur ayah kania yang mendengar ocehan jeno.


"ampun om"


"punya mulut tuh dijaga" ejek kania


"belum kena kamu"


"kalian akur sehari saja bisa tidak?" kata ayah kania saat mereka masuk ke rumah super mewah itu.

__ADS_1


"ayo duduk dulu mark"


"terimakasih pak" kata mark sopan, sedangkan jeno sudah menuju kulkas mengambil minuman.


"mau minum apa kak mark?" tanya jeno sambil berteriak


"gak sopan kamu sama tamu" kata ibu kania menoyor kepala jeno.


"tau ih, ini rumah siapa sih" sambar kania


"heh, ganti baju kamu" bentak jeno melihat kania memakai baju yang sedikit pendek.


"enak aja"


"eh upil anoa, ngelawan" jeno menarik paksa tangan kania.


"jeno!!!" teriak kania.


"ehm begini mark, saya tahu kamu ketua osis. tolong jangan beritahu teman-teman kamu apa yang kamu tahu hari ini"


"tapi kenapa pak? banyak yang menghina jeno dan kania disekolah"


"begini, saya hanya tak ingin kania dan jeno diprioritaskan"


"jeno anak bapak juga?" tanya mark penasaran.


"anak keras kepala itu anak sahabat dekat saya. sya dan ayahnya bersahabat sejak kami masih kecil. ayahnya orang terbaik dan terdekat saya, saya menganggapnya sebagai anak saya" kata ayah kania membanggakan jeno.


"jadi saya minta tolong, rahasiakan ini ya?" pinta ayah kania.

__ADS_1


"nak mark, tolong ya?" kata ibu kania sambil memegang tangan mark.


"tentu saja, anda tidak perlu khawatir. saya akan menjaga rahasia ini sampai kelulusan"


"ya, ini hanya sampai mereka lulus" kata ayah kania


"jenoooo!!!" teriakan kania membuat tiga orang yang sedang berbincang terdiam seketika.


"apasih kamu" balas jeno sambil berteriak juga.


"bukain pintunya" teriak kania geram


"malas" jeno berjalan meninggalkan kamar kania dengan senyum lebar.


"jeno!! kania!! kalian bisa sehari saja diam?" kata ayah kania dengan nada sedikit tinggi.


"anak kecil ini" ibu kania memukul bokong jeno dengan bantalan sofa yang ia pegang.


"tante, apa salah jeno sih?"


"kamu sama kania gak malu sama mark hah?"


"kenapa malu sama mark?"


"dasar bocah ini" ibu kania akan memukulnya lagi, tapi jeno lebih cepat bergerak dan memeluk ibu kania.


mark yang melihat kedekatan mereka sedikit cemburu.


"saya minta maaf, kamu datang tapi malah rusuh seperti ini" kata ayah kania yang terlihat sudah biasa dengan keributan di rumahnya.

__ADS_1


mark hanya mengangguk sambil menatap jeno yang masih nyanaman memeluk ibu kania seperti memeluk ibunya sendiri


__ADS_2