Hurt

Hurt
Hurt 17


__ADS_3

Hari terus berganti..satu minggu sudah Nesya tinggal bersama Namjoon.


Sudah menjadi rutinitas setiap hari Lova memasakan sarapan pagi untuk dirinya, Namjoon dan juga Nesya.


Lova masih sangat mempunyai hati meskipun Namjoon selalu menyakitinya tapi dia tidak pernah absen untuk melakukan tugas kecil seorang istri terhadap suaminya yaitu memasakan makanan untuknya bahkan memasak untuk madunya juga.


Sudah hal sangat biasa bagi Lova setiap hari melihat kemesraan Namjoon dan juga Nesya. Hatinya seolah sudah kebal melihat pasangan yang sangat tidak punya perasaan itu.


Setiap makan bersama Nesya bersikap sangat manja, dirinya selalu meminta Namjoon menyuapinya dengan beralasan bayinya. Nesya juga selalu susah makan, itu membuat Namjoon khawatir dan panik karena setiap kali makan Nesya akan muntah-muntah.


Namjoon sampai tidak berangkat ke kantor hanya untuk menjaga Nesya.


Sunggu di saat itu kehadiran Lova memang betul-betul menjadi bayangan atau bahkan menjadi patung yang sama sekali tidak pernah di anggap ada. Yang lebih parah Nesya benar-benar membuat Namjoon tidak berksempatan untuk dekat dengan Lova.


Jika Namjoon ingin berbicara dengan Lova atau mulai mengkhwatirkan Lova. Nesya selalu mencegahnya. Dia selalu menggunakan bayinya untuk mengalihkan perhatian Namjoon dari hal apapun termasuk Lova.


Lova pun hampir setiap hari pergi meninggalkan rumah. Dia pergi tanpa arah tujuan. Dia pergi menghindari mereka berdua yang selalu bermesraan di rumahnya tanpa melihat waktu, situasi dan kondisi.


Lova cukup muak. Maka dari itu dia selalu pergi keluar ke tempat sepi dan tenang mencari inspirasi untuk tulisanya.


Dia meluapkan semua keluah kesah dan kekesalan didalam tulisanya.


Kini terlihat Namjoon dan juga Nesya sedang duduk di sofa ruang tengah.


Nesya bergelayut manja kepada Namjoon.


Lova melewati mereka dengan acuh.


Namjoon terlihat tidak enak karena selama ini mengacuhkan Lova. Namjoon memperhatikan gerak gerik Lova yang sedang mengambil minum. Lova terlihat kurus dan wajahnya terlihat sendu dan juga lelah.


Selama ini Namjoon tidak pernah memikirkan Lova. Dirinya selalu berfokus kepada Nesya.


Sampai Namjoon berfikir jika mungkin Lova juga membutuhkan dirinya?


Namjoon menyadari hampir setiap hari Lova pergi keluar rumah dan pulang larut malam.  Tanpa Lova ketahui setiap malam Namjoon selalu melihat Lova yang baru pulang.


Dirinya selalu memperhatikan Lova dari kejauhan.


Namjoon selalu bertanya Lova pergi kemana, dengan siapa dan apa yang dia kerjakan di luar sana?


Namun dia tidak mempunyai kesempatan untuk bertanya karena Nesya selalu menjadi perhatian utamanya. Dan juga Lova sendiri sangat cuek, dan selalu menghindarinya.


"Sayang ressleting aku nyangkut" Rengek Nesya yang mendapati sleting baju dekat dadanya tersangkut pada rambutnya.


Sontak Namjoon membenarkan resleting baju Nesya sehingga nampak jika Namjoon sedang ingin membuka baju Nesya .


Lova yang melihatnya langsung berdehem.


"Bisakan kalian tidak melalukanya di tempat terbuka!" Ucap Lova sembari beranjak. membuat Namjoon menghentikan aktifitasnya.


" Kenapa? Apa kau cemburu? " Tanya Nesya membuat Lova menghentikan langkahnya.  Dia berbalik menatap Nesya yang sedang melihatnya dengan senyuman mengejek.


" Cemburu? Aku tidak cemburu. Aku hanya tidak ingin mengotori mataku" Jawab Lova.


" Sudah sangat jelas kalau kau sedang cemburu Lova..kau mengaku saja..aku selalu memperhatikanmu.. Kau sudah mencintai Namjoon kan? " Tanya Nesya .


Lova hanya terdiam. Memang benar sedari awal memang Lova sudah mencintai Namjoon.


" Inget ya va, kau hanya istri di atas kertas saja.. Kau tak jauh sperti istri bayangan. Kau tidak boleh mencintai kekasihku. Inget perjanjian itu. Setelah 1 tahun Namjoon akan menceraikanmu dan dia akan menikah denganku" Tegas Nasya.


Lova mengeratkankan tanganya. Lova sungguh sangat muak. Perkataan Nesya membuat dia semakin menyadari akan statusnua.


Benar dia tidak boleh terlalu dalam mencintai Namjoon. Dia harus bisa melupakan Namjoon dan menghapuskan perasaanya kepada Namjoon. Dia harus berhenti berharap.


Karena sekuat apapun dia berjuang awal akhir pasti Namjoon akan menceraikanya dan dia akan menikahi Nesya kekasihnya . Apalagi saat ini Nesya sudah mengandung anaknya. Akan ada buah hati yang menguatkan mereka untuk bersama. (🎼Lyodra_ Pesan Terakhir🥀 // backsong)


"Aku sudah sangat sadar akan hal itu".


Tungkas Lova sembari beranjak pergi meninggalkan mereka.


Untuk kesekian kalinya Lova kembali menangis meratapi nasibnya. Hatinya semakin sakit. Sungguh dia sudah tidak tahan lagi. Dia ingin pergi saja. Dia butuh sesorang yang menenangkanya. Butuh seseorang yang memeluknya di saat dia rapuh.


Seketika terlintas sosok Hoseok dalam ingatanya.


Dan dengan cepat Lova membuka ponselnya, membuka kontak yang sempat dia simpan.


Lova menghubungi Hoseok.


Dia mengirim pesan kepada Hoseok.


(" Hobi'ah...apa kau ada waktu, aku ingin bertemu denganmu...aku membutuhkanmu..sakitt...aku sudah tidak tahan lagi...hatiku sakitt...")


Hoseok membalas pesan Lova.


Lova bersiap akan keluar menemui Hoseok.


Sebelum keluar dia harus melewati Namjoon dan juga Nesya yang masih duduk di ruang tengah. Masih dengan posisi yang sama.

__ADS_1


Nesya masih bergelayut di dada Namjoon.


Lova dengan acuh melewati mereka.


" Kau mau pergi kemana va? " Tanya Namjoon membuat langkahnya terhenti.


" Bukan urusanmu" Jawab Lova ketus.


Namjoon beranjak dan menahan tangan Lova.


" Aku suamimu..aku berhak tau kemana istriku akan pergi!".


" Istri?" Lova menoleh dan menatap Namjoon.


"Sejak kapan kau menganggap aku istrimu?


Bukankan selama ini kau hanya mengaggap aku sebagai istri bayangan bahkan patung yang tak pernah terlihat dan tak pernah di anggapmu ada!" Tegas Lova hampir saja menangis. Dia menghempaskan tangan Namjoon dan beranjak pergi.


Namjoon ingin mengejar Lova namun tanganya dihadang oleh Nesnya.


" Sayang..perutku sakit" Ucap Nesya manja.


Namjoon teralihkan. Dia melihat kepargian Lova namun juga teralihkan oleh Nesya.


Sampai alhirnya Namjoon tidak bisa mengejar Lova. Dia bingung ingin mengejar Lova namun juga mengkhawatirkan Nesya yang sedang mengandung anaknya.


Samapai akhirnya Namjoon memilih mendekap Nesya membawanya ke kamar untuk menenangkanya.


***


Kini Lova tengah duduk berdua bersama Hoseok di sebuah taman yang berada di samping danau.


Udaranya sangat sejuk dan suasanya sangat tenang. Air danau yang jernih mengindahkan pandangan mata.


Ya tempat ini menjadi tempat favorite Lova saat menulis.  Dan juga tempat pelarian Lova disaat dia pergi dari rumah Namjoon.


" Ada apa? Ceritakan padaku" Ucap Jhope manatap Lova yang sudah tidak bisa menahan air matanya.


" Aku..." Lova tidak sanggup berbicara. Air matanya terus mengalir.


Sungguh Hati Hoseok sangat sakit melihat wanita yang sangat dicintainya menangis.


Dengan sedikit ragu Hoseok mendekap Lova.


Tidak ada penolakan dari Lova. Malah sebaliknya Lova terlihat nyaman dan membalas pelukan Hoseok.


Hoseok benar-benar menenangkan Lova. Lova merasa nyaman berada di dekapan Hoseok.


Hatinya sedikit tenang melihat senyuman Hoseok yang tak pernah berubah.


Setelah tenang Lova menceritakan semua masalahnya. Lova memutuskan untuk menceritakan semua masalah rumah tangganya kepada Hoseok karena rasanya sudah tidak sanggup lagi menahan beban ini sendiri.


Dia menceritakan dari mulai dia di jodohkan dengan sahabatnya sendiri sampai masalah kekasih suaminya hamil dan tinggal satu atap bersama denganya.


Lova bercerita tanpa menyebutkan siapa atau nama suami dan juga kekasih suaminya.


Sejauh ini Lova tidak mengetahui kehidupan detail seorang Hoseok. Meskipun dulu Lova satu kampus dengan Hoseok namun Lova tidak mengetahui jika Hoseok mempunyai dua adik perempuan yang tak lain salah satunya adalah Nesya yang masih satu kampus denganya.


Hoseok juga tidak mengetahui jika Lova sebetulnya bersahabat dengan Nesya.


Karena berbeda jurusan mereka kadang tidak saling bertemu satu sama lain padahal masih satu kampus. Nesya tidak ingin terlalu dekat dengan kakanya di kampus mengingat kakanya yang sangat posesif terhadapnya. Masalah kekasih dan juga sahabatnya pun dia tertutup dari Hoseok.


Hoseok tidak mengetahui jika seseorang Yang sedang di ceritakan oleh Lova itu adiknya sendiri.


Hoseok sangat prihatin dengan apa yang Lova alami. Dia juga sangat emosi mendengar bahwa suaminya membawa perempuan lain kerumah nya.


Bagaimana bisa ada pria yang sangat kejam dan bajingan seperti suami Lova.


Sungguh pria itu sangatlah bodoh telah menyakiti perasan wanita sebaik Lova.


Hoseok menggengam tangan Lova. Terlihat Lova masih berkaca-kaca mencoba menahan air matanya.


" Jika kau ingin menangis, menangislah, jangan pernah menanhanya. Akan semakin sakit jika kau tidak meluapkanya. Bahuku akan selalu ada disaat kau membutuhkanya" Ucap Hoseok kembali mendekap Lova.


"Tapi ku mohon jangan terlalu sering menangis. kau jangan sia-siakan air matatamu hanya untuk pria yang menyakitimu. Ku mohon kembalikan senyum indahmu  "  Ucap Hoseok.


Hoseok sangat mengerti dengan perasaan Lova Sebisa mungkin dia mencoba menenangkan Lova dan selalu ada di saat Lova membutuhkanya.


Walau sebenarnya hati Hoseok juga merasakan sakit tatkala mendengar pernyataan jika Lova mencintai suami yang tak menggapnya itu.


Biar bagaimanapun dirinya masih sangat mencintai Lova namun dia sadar jika kini Lova telah mencitai orang lain.


Setelah sekian lama akhirnya dirinya tau bagaimana perasaan Lova terhadapnya.


Tidak mungkin Lova mencintainya sedangakan Lova sudah mencintai Orang lain . Mencintai suaminya sendiri.


Perasaan yang belum sempat dia utarakan sepertinya memang tidak akan pernah dia ungkapkan. Dia hanya akan memendam perasaanya sendiri. Cukup cinta dalam hati saja.

__ADS_1


Hoseok akan selalu mencintai Lova meskipun Lova mencintai orang lain. Dia akan selalu ada dan ingin selalu membuat Lova tersenyum.


Dia akan mencintai Lova dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan dari Lova.


Dia akan membuat orang yang dia cintai bahagia tanpa mengharapkan cinta.


Bukankah Mencintai sesorang dengan tulus itu tidak harus mendapatkan balasan? Cukup membuatnya bahagia dengan caranya sendiri.


Karena cinta yang tulus akan bahagia melihat orang yang dicintainya bahagia. Walaupun kadang hatinya yang terluka.


Hoseok tidak akan pernah berhenti selama perasaan di hati nya masih ada dia akan terus menemani Lova dan membantunya.


(🎼 Iwan Fals _ Ijinkan aku menyayangimu 🌹 // backsong)


**


Namjoon mendapatkan pesan dari orang suruhanya. Namjoon sangat emosi tatkala mengetahui hasil laporan yang di berikan oleh anak buahnya.


Ya setelah Lova pergi Namjoon secara diam-diam menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemana Lova pergi.


Dan kini anak buahnya sudah memberikan hasil laporan kepada Namjoon.


Orang suruhan Namjoon memberi tahu jika Lova pergi ke sebuah tempat yang berada di pulau Jejo di dekat danau bersama seorang pria. Hati Namjoon cukup panas.


Jadi selama ini Lova selalu keluar untuk pergi bersama seorang pria?


Namjoon semakin panas dan emosi tatkala melihat bukti beberapa Foto yang dikirimkan anak buahnya.  Foto yg menunjukan Lova sedang berpelukan dengan seorang pria yang tidak terlihat wajahnya itu.


Namjoon mengepalkan tanganya. Ada perasaan aneh dalam dirinya.


Mengapa rasanya tidak rela tatkala melihat pria lain menyentuh istrinya.


Apa mungkin Namjoon cemburu?


Waktu sudah menunjukan pukul 21.30 Lova baru saja sampai di rumahnya.


Dia memasuki rumah nya. Saat dia berjalan dikagetkan dengan Namjoon yang sudah berdiri di dekat pintu.


" Kau dari mana saja?" Tanya Namjoon.


" Bukan urusan mu " Jawab Lova ketus.


"Begitu menyenangkanya pergi dengan seorang pria sampai pulang selarut ini?"


" Maksudmu?" Lova heran mengapa Namjoon bisa membahas pria. Apa Namjoon tau dirinya pergi bersama Hoseok? Dari mana dia tau?


" Kau istriku. Tidak seharusnya kau pergi bersama dengan pria lain. Apa kata orang nanti?"


Heuh..sungguh Lova sangat ingin menertwakan Namjoon.. Apa Namjoon tidak punya kaca? Dia tidak sadar bagaimana dirinya? Membawa wanita lain ke rumahnya.


Lova sudah sangat menderita dan membiarkan mereka tinggal dan tidur bersama dia tidak pernah protes. Tapi mengapa saat ini Namjoon protes saat dirinya pergi dengan orang lain?


" Berhenti menganggapku seolah aku adalah istri mu. Selama ini kau tidak pernah mengaggapku istri. Kau tidak berhak melarangku atau tau urusanku. Kau ingat perjanjian yang kau buat? Aku bebas melakukan apapun dan kau tidak harus mencampurinya" Tegas Lova.


" Tapi kau keluar bersama dengan pria lain. Bermesraan dengan pria lain di depan umum. Apa kau ingin mempermalukan keluarga kita? Bagaimna jika orang lain tau.?" Tutur Namjoon.


"Lalu bagaimna denganmu? kau membawa wanita lain untuk tinggal di rumah ini. Apa kau memikirkan bagaimana jika orang lain tau..bagaimna jika kelurga tau? kau ingin mempermalukan kelurga kita?" Balas Lova.


Dia merasa sangat puas meluapkan emosinya kepada Namjoon.


Namjoon tidak bisa berkata apa-apa. Karna memang betul apa yang Lova katakan.


Jika saja orang lain tau dirinya membawa Nesya tinggal di rumahnya. Apa yang akan terjadi.


Entah mengapa Namjoon sangat emosi dan tidak rela jika Lova pergi bersama dengan pria lain.


Namjoon ingin melarang Lova tapi dia tidak berhak melarangnya. Perjanjian yang dia buat sendiri kini menyulitkanya.


Terlebih dia juga membawa Nesya ke rumah ini selama ini Lova tidak pernah protes.


Tapi mengapa dirinya harus protes.


Tapi Namjoon sedikit mengerti Lova mulai sring keluar rumah setelah keberadaan Nesya.


Apa mungkin Lova sengaja keluar agar tidak melihatnya bersama Nesya.


Namjoon mematung, dia sadar Lova sudah pergi. Namjoon menyusul Lova ke kamarnya.


Lova hampir saja masuk ke dalam kamarnya namun di tahan oleh tangan Namjoon.


Namjoon berada sangat dekat dengan wajahnya.


" Va tunggu... Aku minta maaf aku sudah sangat egois..ku mohon jangan bersikap seperti ini.  Besok kita harus pergi ke rumah ayahku untuk menghadiri acara keluarga kita. Jadi ku mohon bisakah kau kembali bersikap seperti biasa tidak mengacuhkanku. Setidaknya di depan orang tua kita" . Ucap Namjoon memohon.


Tidak ada jawaban dari Lova. Dia hanya mendengarkan Namjoon. Setelah selesai Lova langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan Namjoon.


Tanpa Namjoon sadari ternyata Nesya sedari tadi mendengar semua pertengkaran Namjoon dan juga Lova.

__ADS_1


__ADS_2