
" Bawa dia kesini , aku ingin bicara dengannya sekarang " perintah Abbio pada salah satu penjaganya yang ada di mansion .
Dia sedang duduk diruang tengah bersama istrinya saat ini , Abbio juga sudah menceritakan semuanya pada sang istri tentang Gracia yang diubah wajahnya oleh kekasihnya sendiri .
Anna sangat bersimpati pada apa yang terjadi pada gadis itu . Walau belum terlalu mengenalnya tapi sebagai wanita ia tahu rasanya dikhianati oleh orang yang dicintai .
" Tuan muda .... "
Anna menggenggam erat tangan sang suami ketika mendengar suara serak wanita yang memang mereka harapkan kedatanganya . Gracia sedang berdiri tak jauh dari mereka , kepala wanita itu terus saja menunduk .
" Kenapa terus menunduk ?? Apa kau sedang menghitung kesalahan di masa lalumu ... Gracia !??? "
Wanita berwajah renta itu mendongak sekilas , tapi kemudian dengan mata terpejam ia kembali menundukkan kepalanya .
" Kak ...." Anna menggelengkan kepalanya seakan meminta suaminya untuk tidak menghakimi wanita yang sedang merasa sangat tersakiti itu .
__ADS_1
" Saya tahu cepat atau lambat kedok saya akan terbongkar . Kirim saya ke penjara agar bisa membusuk di sana , saya pantas mendapat hukuman itu ! "
Sesaat menjadi hening , Anna tetap tak melepas tangan sang suami yang sedang mengatur nafasnya agar tak meledak di depan istrinya .
Abbio tak ingin kembali menunjukkan sisi iblisnya seperti waktu itu , saat dengan kejinya dia menuduh dan melempar istrinya dengan koper berisi uang . Pria itu sedikit terkejut karena sang istri membuka suaranya .
" Dari kecil aku sudah hidup hanya dengan ibuku , dan ada dua adik yang harus ku asuh . lbuku berjuang sendiri agar kami bisa terus hidup . Kau tahu dulu aku mempunyai cita cita sangat tinggi seperti anak lainnya .... aku ingin sukses hingga aku bisa menggantikan dia untuk menjadi tulang punggung keluarga . Aku hanya ingin melihat senyumnya karena aku tak bisa lagi membedakan antara peluh keringat dan air matanya . lbu .... ketika lelah pun dia masih sanggup untuk mendengar keluh kesahku ! "
" Sayang .... " Abbio merengkuh tubuh disampingnya yang mulai bergetar menahan tangisnya . Tapi sang istri tersenyum sebagai tanda bahwa ia baik baik saja .
Gracia jatuh bersimpuh dengan air mata yang sudah membanjiri pipi keriputnya . Sangat terlihat bahwa wanita itu amat sangat terluka .
" Dulu saya marah kepadanya karena sudah menjadikan saya maid di istana sebesar ini . Dari kecil saya bercita cita ingin menjadi seorang ratu di sebuah istana raja seperti dongeng dongeng yang pernah ia bacakan sebagai pengantar tidur , dan dia menganggapnya wajar karena semua anak perempuan akan memimpikan hal itu . Sampai saya bertemu dengan seorang pria saat kami diasingkan . Saya merasa diratukan , dihargai ... dan ibu melarang hubungan kami hanya dengan alasan karena merasa Dex bukan orang baik . Dan semua ini terjadi ... Bahkan tak pernah terbersit dalam hati dan pikiran saya jika hal ini akan terjadi ! lbu di bunuh dan saya bangun dengan wajah sepertinya , dan bodohnya saya baru menyadari kesalahan setelah semua berakhir seperti ini . Maafkan saya , tapi saya dipaksa masuk ke mansion ini dengan sebuah ancaman "
" Kami tahu ... tapi kurasa kekasihmu itu orang yang sangat bodoh !! Dia sendiri yang mengirim dirimu di tempat yang paling aman . Di dalam mansion ini dia tak akan pernah bisa lagi mengganggumu !! Aku rasa seumur hidup kau akan dihadapkan dengan rasa bersalah , dan itu adalah sebuah hukuman yang pantas untukmu . Lagipula aku tidak bisa mrnyeretmu ke pihak yang berwajib karena kau tidak terlibat dengan pembunuhan ibumu ! Setelah ini angkat kaki dari rumahku , jangan perlihatkan wajahmu lagi di depanku "
__ADS_1
" Tuan ... maafkan saya , tapi saya tidak punya tempat tinggal di luar sana . Saya mohon kasihanilsh saya ... ijinkan saya mengabdi lagi di mansion ini "
Seorang pria bertubuh tegap datang dengan membawa sebuah koper kecil menghampiri Gracia yang masih duduk bersimpuh .
" ltu sejumlah uang yang cukup besar untuk bisa membangun hidupmu sendiri di luar sana " kata Abbio tanpa mau melihat ke arah Gracia .
" Tapi saya takut Dex ...."
" Dia sudah di bereskan !! "
Dengan air mata yang masih menetes akhirnya Gracia bangkit dan mengambil koper yang di letakkan di depannya .
" Baik , jika begitu saya akan pergi . Terimakasih karena Tuan dan Nyonya muda sudah berbaik hati pada saya selama ini "
" Kak .. " lirih Anna yang melihat Gracia pergi di iringi beberapa penjaga yang memastikan wanita itu keluar dari mansion .
__ADS_1
" lni yang terbaik untuknya sayang , dia harus berubah demi dirinya sendiri "