
PLAKKK ... PLAKKKK
" Dasar b*jingan kau !!! "
Nanami dan Rita terlonjak kaget ketika wanita cantik yang baru saja datang itu menampar Hiro dengan kerasnya . Hiro tak bergeming dengan tatapan nanar pada wanita di depannya .
" Masih tak mengingatku Tuan Akihiro ?? Apa kurang keras tamparanku tadi hahh !! "
" Kau ... "
" Ya ... malam itu kau mengambil semua dariku dan berjanji akan menikahiku . Tapi nyatanya apa ?? Kau tidak pernah lagi menampakkan dirimu di depanku . Kita bercinta sampai pagi , kau ingat itu !? Dan kau tidak mau menggunakan pengaman karena kau bilang kita akan segera menikah . Dan bodohnya aku menuruti semua kata katamu "
Hiro memejamkan mata dan mengambil udara di sekitarnya kuat kuat , ia butuh lebih banyak oksigen untuk menghadapi drama gila yang di sutradarai oleh sahabatnya sendiri . Dia yakin wanita itu adalah wanita yang sewa Deniel untuk menjadi istrinya .
Sang ibu terlihat berdiri dan mendekatinya . Sangat terlihat raut kekecewaan di mata sayu itu . Rita pun tampak bangkit dan sengaja berdiri di belakang Nanami , ia tahu mantan pemimpin gangster terkuat di Jepang itu mempunyai watak yang sangat keras .
" Apa benar yang dia katakan ?? Kau sudah tidur dengannya dan kemudian meninggalkannya ??! "
" Hiro tidak meninggalkannya Bu , tapi aku butuh waktu untuk menceritakan ini pada ibu dan membawanya ke sini ... "
PLAKKK ... PLAKKKK
Sebelum ia menyelesaikan kata katanya dua tamparan keras kembali mendarat di wajahnya . Dalam hati ia merutuki Deniel yang pasti sudah merencanakan skenario dengan alur gila yang membuatnya mendapat empat pukulan keras dalam sekali waktu .
__ADS_1
Benar saja dugaan Rita , wanita berusia senja di depannya ini pasti tidak akan bisa mengendalikan dirinya . Tubuh yang tak lagi muda itu bergetar karena menahan amarahnya . Rita menekan lembut pundak sahabatnya agar sedikit mundur dan dapat mengendalikan amarahnya .
" Nanami , sudah .... "
" Tapi dia sudah sangat kurang ajar !! Apa aku pernah mengajarimu untuk tidak menghormati seorang wanita ??! "
" Duduk dan kita bicarakan baik baik karena jika tidak semua tidak akan pernah selesai . Kasihan gadis itu " kata Rita yang melihat wanita muda yang berdiri tak jauh dari Hiro masih saja beruraian air mata .
Nanami menuruti Rita , ia duduk dan mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan . Rita menghampiri wanita muda itu dan menuntunnya untuk duduk disampingnya .
" Maaf jika saya tadi sudah lepas kendali , saya tidak bermaksud membuat keonaran di tempat ini ... maaf " ujar gadis itu lirih dengan wajah yang menunduk .
Rita mengusap lembut lengan gadis di sampingnya .
Gadis itu sekilas melihat pada Hiro yang masih saja berdiri menjulang selurusan dengannya , dia juga menatap Nanami yang terlihat mengangguk seakan mengijinkannya untuk bercerita .
" Saya adalah mahasiswa tingkat akhir fakultas kedokteran di Hongkong . Weekend kali itu saya dan teman teman saya berniat pergi ke sebuah klub malam untuk sekedar melepas penat dari rutinitas dan tugas yang seakan tak ada habisnya . Di tengah jalan kami melihat mobil yang berhenti tepat di tengah jalan , kami berpikir akan sangat berbahaya jika ada mobil lain yang melintas di jalan itu . Ketika kami lihat pengemudi mobil itu sepertinya pingsan . Akhirnya saya dan seorang teman memutuskan untuk menolongnya , kami membawanya ke apartemen saya karena kebetulan apartemen saya yang terdekat dari pada yang lain . Sampai di kamar apartemen kami memeriksanya dan ternyata ia hanya mabuk , tak ada satupun tanda kejahatan di sekujur tubuhnya "
" Bagaimana putraku bisa memaksamu jika ia sedang tidak sadar ??! " tanya Nanami sangat tidak sabar mendengarkan alur yang terasa sangat panjang di telinganya itu .
" Teman saya pergi menyusul teman teman kami ke klub , kami rasa keadaan masih aman karena dia tak mungkin melakukan apa apa dalam keadaan mabuk . Tapi saat tengah malam entah bagaimana caranya tapi Tuan Hiro sudah ada di atas tubuh saya , demi Tuhan padahal saya sudah mengunci kamar saya "
Nanami mengepalkan tangannya , sejak kecil Hiro sudah diajarkan semua trik untuk membebaskan diri jika di tahan musuh , termasuk membuka pintu yang terkunci .
__ADS_1
" Dan semua terjadi ... "
" Kau bisa menolaknya saat itu , bukankah kau bilang dia mabuk ?? "
" Saya tak berdaya Nyonya , Tuan Hiro terlalu kuat untuk saya lawan ... "
Nanami menatap tajam putranya yang tak juga mau duduk , ada kemarahan di mata putranya .
" Sebaiknya kita biarkan mereka berdua bicara lebih dulu . Mereka sudah dewasa aku yakin mereka bisa memutuskan semua dengan kepala dingin "
" Tidak !!! Mereka harus menikah besok ! Aku tidak mau kabar ini akan merusak namamu sebagai seorang pemimpin klan . Hanya itu cara satu satunya agar pamanmu tidak bisa menjatuhkanmu dengan kejadian ini "
" Menikah ?? Besok ?? Tapi saya masih harus ... "
" Aku tidak peduli , kau akan menjadi istri dari putraku !! Aku tidak mau aib ini tersebar dan mengancam posisi Hiro . Kalian terikat tali pernikahan hanya dalam waktu satu tahun !! Setelah itu kau bisa bebas dan mengejar cita citamu . Jangan khawatir , semua itu akan mendapat imbalan yang sangat pantas !! Kau akan menjadi wanita kaya raya setelah ini semua berlalu"
" Tapi .. "
" Rita , ayo kita ke dalam ! Kau benar mereka butuh bicara empat mata . Persiapkan diri kalian untuk pernikahan besok . Dan mulai malam ini kau akan tinggal disini . Pelayan akan menyiapkan kamar untukmu "
" Kita melupakan sesuatu Nanami . Nak , siapakah namamu !? "
" Saya Mayleen Nyonya ... "
__ADS_1
" Kau cantik sesuai dengan namamu yang berarti keindahan , tenangkan dirimu dan berbicaralah dengan calon suamimu ! Aku yakin kau adalah gadis yang baik , dan kau pantas ada di samping Akihiro " kata Rita lembut , ia yakin gadis bernama Mayleen itu memang sudah ditakdirkan untuk mendampingi putra sahabatnya untuk selamanya .... Rita yakin Akihiro cukup pintar untuk tidak melepasnya .