
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Cari nama itu di daftar pemesanan tiket. Dan atur kursiku ada disebelahnya. Aku enggak mau tahu gimana pun caranya,” Sonny langsung menghubungi temannya yang bisa mengatur tiket di maskapai yang kemungkinan akan Adelia gunakan untuk kembali ke Jakarta.
Sejak mengetahui Adelia check out dari villa milik ayahnya Sonny langsung minta data lengkap pemesanan serta copy KTP gadis itu. Dia penasaran ada apa sehingga gadis itu langsung marah.
‘Kalau dia hanya enggak nyaman dan enggak marah padaku tentu dia bisa aja request minta ganti driver dan tidak check out dari villa,’ pikir Sonny.
Sejak saat itu Sonny tak mencari tahu Adelia. Dia cukup hanya akan pulang bareng ke Jakarta dan duduk disebelah gadis itu tanpa gadis itu bisa menghindarinya. Mau lari kemana bila sudah diatas pesawat? Iya kan?
Sonny kembali menatap laptopnya. Sesungguhnya dia ke Bali hanya untuk menghindari Vio tunangannya. Violine Ayaka sang tunangan sepertinya punya niat tak baik terhadap perusahaan ayahnya yang dia pegang. Dan untuk menghindari Vio maka Sonny sengaja menjauh untuk bisa memandang semua persoalan agar lebih jelas.
Sonny sedang mencari bukti kelicikan Vio yang baru sekarang mulai dia sadari. Karena Vio yang dia cinta sangat berbeda sejak satu tahun ini. Sejak mereka bertunangan.
“Terima kasih,” Sonny menyampaikan ucapan terima kasih pada rekannya yang bisa melacak kapan kepulangan Adelia dari Bali dan dengan pesawat apa serta jam berapa. Dan dia sudah mendapat nomor tempat duduk disebelah Adelia.
‘Jadi ini maumu?’ Sonny mulai melihat beberapa kejanggalan di tabel yang terpampang di monitor laptopnya.
Vio adalah sosok yang lembut dan ayu, itu sebabnya Sonny menyukai gadis yang bekerja di perusahaannya sebagai staff bagian akunting. Tiga bulan pendekatan baru Vio mau menerima cinta bossnya. Selama pacaran Vio tak mentang-mentang pacar boss. Dia tetap humble. Bahkan dia tak pernah minta barang-barang branded. Dia tetap Vio yang lugu dan sederhana.
Enam bulan pacaran, Sonny pun mantap melamar gadis itu. Tapi Abu menahan untuk langsung menikahinya. Abu minta mereka hanya tunangan. Dan setelah tunangan Vio mulai terlihat berbeda. Vio mulai mengatur walau tidak keras. Akhirnya Vio bisa memaksa Sonny menaikkan jabatannya menjadi manager keuangan perusahaan.
Setelah menjadi manager keuangan, Vio tetap humble terhadap semua rekan. Dia tetap manis. Kecuali pada Sonny. Sekarang dia sering berani memberi saran yang kadang jauh menyimpang dari kemauan Sonny. Dengan lembut nanti dia berhasil meluluhkan Sonny kalau sarannya adalah yang terbaik.
“Let's play babe” Sonny tersenyum devil. Dia akan memulai permainan dengan Vio.
__ADS_1
***
Adelia tersenyum puas, dia baru saja selesai belanja di pasar seni Sukawati yang berada di Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar. Setelah pagi tadi dia sengaja ke pantai Kuta dan belanja di pasar seni Kuta.
Satu hari ini hanya dua destinasi itu yang dia kunjungi. Rencananya besok dia ingin ke tanah Lot lalu ke pura Besakih di hari berikutnya. Adelia sengaja naik angkutan umum. Bukan karena kehabisan uang karena dia terpaksa menyewa home stay. Tapi karena memang itu keinginannya. Dia bisa saja menyewa motor atau menyewa mobil sekali pun. Tapi itu tak dia lakukan.
Habis sudah masa jalan-jalan Adelia. Besok pagi dia harus check out karena jam sebelas WITA dia harus sudah di bandara untuk penerbangan jam dua belas. Malam ini Adelia packing semua belanjaannya. Dia memang telah membawa dua koper besar saat berangkat sehingga tak perlu beli koper tambahan.
Tapi tetap saja ada dus oleh-oleh makanan yang tak dia masukkan di koper miliknya. Biarlah dus tidak akan dia masukkan di bagasi.
***
Adelia duduk di nomor seat miliknya. Dia menyesalkan mengapa papanya tidak memesan kursi di pinggir jendela. Biarlah. Dia akan berupaya tidur saja selama perjalanan pulang kali ini. Pintu pesawat hampir ditutup ketika penumpang disebelahnya naik dan meletakkan ranselnya di kabin.
“Permisi,” lelaki itu duduk di dekat jendela, sehingga harus melewati Adelia. Adelia mengangkat wajahnya dan tersenyum pada tetangga kursinya yang baru datang.
Saat itulah Adelia kaget karena penumpang disebelahnya adalah Sonny.
Karena mencari sosok Sonny di media sosial maka Adelia tahu status Sonny. Dia tahu lelaki ini cukup sukses dan punya tunangan manis. Banyak postingan Sonny bersama dengan pacarnya. Lalu banyak foto unggahan akun tunangannya yang menandai akun Sonny. Karena sejak bertunangan Sonny jarang memposting foto perempuan itu kecuali tentang pekerjaannya.
“Mengapa pagi itu kamu langsung membatalkan sewa mobil dan chek out dari villa? Kalau tidak suka denganku mengapa tidak minta ganti driver saja? Apa ada kelakuanku yang tidak sopan dan menyakitimu?” tanya Sonny.
Adelia langsung memejamkan mata agar tak diajak bicara oleh Sonny. Tapi rupanya pemuda itu tak peduli.
“Aku tahu kamu belum tidur, please jawab karena itu akan berimbas pada usaha rental mobil yang aku buat. Aku tak mau usahaku mendapat citra buruk,” Sonny akhirnya membuka diri dia lah pemilik rental mobil itu. Sonny memang bekerja sama dengan villa milik ayahnya yang telah di wariskan untuk Mukti adiknya.
“Maaf. Saya tidak ada masalah dengan rental mobil milik anda. Saya sangat puas dengan pelayanan anda yang saat itu bertindak sebagai driver. Dan saya check out dari villa karena ingin ganti suasana,” akhirnya Adelia menjawab dengan ketus dan menjaga jarak dengan kembali menggunakan kata saya.
Lalu sesudah itu Adelia tak mau menjawab apa pun. Dia merasa sudah cukup menjawab berkaitan pertemuan mereka sebelumnya.
__ADS_1
***
“Papaaaaaaaaaaa …, kenapa Papa ikut jemput?” Adelia mengira yang menjemputnya adalah driver sang papa saja.
“Papa enggak boleh kangen putri kecil Papa?” tanya Sjahrir sambil membalas pelukan erat Adelia.
‘Bukankah dia Sjahrir Talabessy pemilik rumah sakit Sehat Sejahtera dan empat apotik serta sedang membangun sebuah rumah bersalin? Apa nantinya rumah bersalin itu hadiah bagi Adelia yang telah berhasil menjadi dokter kandungan?’ dari kejauhan Sonny memperhatikan Adelia.
‘Fix dia adalah putri bu Vonny karena setahuku bu Vonny adalah istri pak Sjahrir,’ Sonny bergegas menuju mobil yang menjemputnya.
“Bagaimana liburanmu?” tanya Sjahrir.
“Happy Pa,” sahut Adelia dengan rona bahagia. Seminggu kemarin dia memang membebaskan pikirannya dari keruwetan dunia kerja.
“Lho koq kesini Pa?” Adelia bingung karena jalan yang ditempuh driver bukan jalan menuju rumah mereka.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZYOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta