
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kok nggak ngabarin Mas udah sampai sini aja?" Sapa Ambar saat melihat kedatangan putra sulungnya.
"Sudah maem?" Ambar tentu bertanya apa putranya sudah makan atau belum.
"Makan malam belum lah Ma. Nanti aja sekalian. Kalau makan siang tadi udah di bandara," jawab Sonny.
"Lho kamu makan siang di bandara lalu kok baru sampai sini mau magrib?" tanya Ambar.
"Iya tadi ketemu rekanan dulu," sahut Sonny. Dia tak bilang habis bertemu dengan papanya juga Mukti.
"Oh pantesan," jawab Ambar.
"Gimana ujiannya Dek?" Sonny memberi attensi pada adik bungsunya.
"Alhamdulillah bisa Mas. Doain aja jadi yang terbaik," pinta Aksa.
"Aamiiiin, insya Allah kalau kamu berusaha sebaik mungkin pasti bisa tercapai jadi yang terbaik," Sonny memberi support pada adiknya.
"Renovasi rumah gimana Ma?" Sonny seperti biasa mengontrol semua kegiatan amama dan adiknya.
"Enggak renov juga sih Mas kan cuma dicat ulang aja." Ambar menolak istilah renovasi yang konotasinya bongkar habis.
"Beberapa bagian ada yang diperbaiki kan? Kamar mandi di kamarnya Mukti kan bocor. Dapur juga kan dibetulin kan Ma. Trus beberapa ruang lain kan juga ada yang di betulin," jelas Sonny.
"Iya sih," balas Ambar.
"Mama kapan ngecek?"
"Tadi pagi Mama cek."
"Jangan terlalu capek ya Ma," Sonny tak ingin Mamanya sakit karena kelelahan.
"Enggak kok."
"Aku mandi dulu ya. Nanti habis makan kita bicara berdua ya Ma" kata Sonny.
__ADS_1
"Adek, Mamas masuk kamar dulu ya capek nih," pamit Sonny.
"Iya Mas," lalu Sonny pun membersihkan diri karena bersiap akan salat magrib.
Makan malam seperti biasa lah Sonny ngobrol dengan Aksa pertanyaan tentang kemajuan yang dicapai adiknya di sekolah. Sehabis makan malam. Aksa kembali ke kamarnya dan Sonny mengajak Ambar ngobrol di teras villa mereka.
\*\*\*
"Ada apa toh Mas?" Ambar tahu putranya punya ersoalan yang cukup pelik. Ambar dari wajah Sonny.
"Aku bingung mau ceritanya dari mana. Tapi ini menyangkut keluarga kita. Keluarga besar kita. Aku tanya dulu sama Mama. Mama ngomong apa sama Mukti?"
"Mama enggak ngomong apa-apa," tepis Ambar.
"Sehabis Mama dan Mukti bicara, Mukti dan Papa ke Jogja Ma. Mereka sengaja nemuin Mamas. Mama nggak usah bohong," jawab Sonny.
Ambar pun akhirnya bilang dia ngomong sama Mukti kalau selama ini Menurlah yang menjadi otaknya kejahatan Imelda dan Vio.
"Kenapa Mama nggak cerita sama aku? Kenapa Mama enggak cerita masalah itu ke aku?"
"Waktu itu mama ngomong ke Mukti karena kebawa emosi."
"Jadi Mukti sama papa itu kan ke Jogja karena berawal dari cerita Mukti ke papa kalau mama selama ini ngadu ke eyang Menur tapi eyang Menur enggak marahin papa atau lapor ke eyang Airlangga agar eyang Airlangga megur papa."
"Papa kaget, karena selama ini yang papa tahu mama itu jahat ke Mukti. Papa tahunya mama berat sebelah kalau enggak ada papa."
"Mukti bilang sejak Mama tahu Mukti bukan anak papa Mama nggak pernah marahin Mukti nggak pernah negur Mukti. Maksudnya Mama nggak pernah dengki sama Mukti."
"Jadi selama ini Mama tuh diadu domba Ma. Mama ngadu ke eyang Menur sengaja nggak disampein tapi eyang Menur selalu bilang ke papa, Mama itu jahat Ma, padahal Mukti bilang ke Papa Aku tuh nggak pernah ditegur mama."
"Jadi Papa tuh nggak salah Ma. Aku nggak belain papa Ma. Nanti ada bukti lain. Yang penting Mama buka hati dulu aja."
"Udah jelas Ma? Sampai situ jelas? Aku nggak tanya pendapat Mama dulu. Pokoknya sampai situ Mama jelas nggak selama ini bagaimana kelakuan eyang Menur ke Papa."
"Iya Mama jelas," sahut Ambar.
"Oke masuk ke fase berikutnya ya Ma."
"Karena papa dapat berita dari Mukti bahwa mama punya bukti kalau eyang Menur itu otaknya kelakuan Imelda dan Vio maka papa ngomong ke eyang kakung."
__ADS_1
"Eyang Airlangga awalnya nggak percaya."
"Papa lalu tanya ke eyang Airlangga masa lalu eyang Menur. Mereka kenal dimana dan apa alasan eyang Menur cerai dari suami pertamanya.
"Eyang Airlangga cerita, eyang Menur bilang ke eyang Airlangga dia cerai dengan suaminya karena suaminya pengangguran nggak kerja padahal mereka punya anak yaitu Imelda."
"Padahal eyang Menur bilang ke Imelda dia cerai dengan papa Imelda karena istri ke dua itu ngerebut papanya karena ingin harta papa Imelda dan eyang Menur ngalah tak mau dimadu."
"Akhirnya papa nyelidikin. Ternyata eyang Menur itu rebut suaminya dari pacarnya yaitu yang jadi istrinya sekarang."
"Jadi mereka berdua lagi pacaran eyang Menur masuk di tengah bilang dia hamil Imelda. Jadi dinikahin. Sehabis melahirkan Imelda diceraikan dan papa imelda balik ke pacar lamanya lalu nikah."
"Habis cerita gitu papa masuk kamar pas papa masuk kamar nggak lama yang Airlangga teriak-teriak Eyang Airlangga masuk kamar pas ponselnya eyang Menur baru aja dipakai ngehapus pesan!"
"Kalau eyang Menur normal tentu eyang Airlangga enggak jadi masalah."
"Jadi sekarang itu eyang Menur sudah tak merespon apa pun. Kan aneh orang enggak ngerespon apa pun tapi ponsel baru aja ngehapus pesan dua menit sebelum eyang Airlangga masuk kamar."
"Sekarang ponselnya eyang Menur itu dipegang papa."
"Sekarang eyang Menur pura-pura nggak responsif biar nggak dipenjara. Kalau orang sakit jiwa kan enggak perlu dipenjara."
\*Papa juga udah selidiki dokternya itu Kongkalikong ama eyang Menur. Dia teman eyang Menur."
"Jadi waktu terakhir Mama ngomong sama eyang Menur dan Eyang Airlangga, Momen itu dia buat pura-pura sakit kan langsung masuk rumah sakit rumah masuk rumah sakit pertama dokter pertamanya sih bener dokter selanjutnya itu kok kayak rekayasa kata Papa."
"Sampai situ udah selesai kan aku tanya sama papa sama Mukti Waktu itu waktu di Jogja, aku yang ngomong memang kenapa Witri mau melahirkan bidannya hubungi nomor eyang Menur bukan nomor papa sebagai Bapak dari bayi yang mau dilahirkan."
"Nah ternyata Papa penasaran ama pemikiranku itu Ma. Papa langsung selidiki masa lalu Witri."
"Penyelidikan papa bikin kami semua enggak percaya Ma," Sonny menarik napas panjang.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.