INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
KEMBALI KE JAKARTA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Puas berbelanja di Beringharjo, mereka lalu makan siang sebelum Adelia bersiap packing untuk kembali ke Jakarta.



"Jam berapa kamu akan pulang hari ini?" tanya Ambar.



"Pesawatku jadwalnya habis maghrib Tante. Jadi sore dari sini dari rumahlah. Kan aku packing dulu. Aku juga harus packing coklatnya Aksa." 



"Mas Sonny bilang kalau dikirim dari Jogja ketahuan kalau dari Mas Sonny. Biar aku kirim dari Jakarta aja." kata Adelia.



"Mas jangan lupa kirimkan alamatnya Aksa di Bali. Nanti aku lupa," kata Adelia.



 Sonny langsung mengetik alamat yang diminta oleh Adelia dan mengirim ke nomor gadis itu. 



Adelia mempacking semuanya,  lalu dia memberikan baju berwarna coklat dan hijau yang tadi mereka beli.



"Ini mas," sodor Adelia ada Sonny.



"Kamu bawa aja. Nanti kalau kita mau pergi bareng baru aku pakai di rumahmu. Kalau aku bawa buat apa? Masa aku pakai sendirian?"



"Oh gitu, jadi aku bawa nih?" Tanya Adelia.



"Bawa aja kalau kamu mau kasih ke orang yang lebih pantas buat pakai, ya kasihin aja,"  jawab Sonny santai tak ada beban.



"Ih, apa coba?" Jawab Adelia. 



"Koq malah suruh kasih ke orang lain?"



"Ya kali aja mau dikasih yang lebih pantas," jawab Sonny.



"Tau ah!"



"Ye jangan ngambek gitu dong," goda Sonny. 

__ADS_1



"Enggak ngambek cuma keqi aja," jawab Adelia.



Ambar hanya tersenyum saja melihat kelakuan dua anak muda didepannya.



Adelia segera bersiap lalu dia tutup kopernya setelah memasukkan baju kotor terakhir. Selesai packing dia langsung pamit pada Ambar yang tidak akan ikut mengantarnya ke bandara.


\*\*\*



"Pa, minta om Yapie jemput di bandara do," Adelia minta dijemput sopir papanya  setelah bertukar salam dengan Sjahrir.



"Oke siap, biar Papa sa yang jemput," jawab Sjahrir.



"Enggak usah papa lah, Om Yapie aja," Adelia tak mau merepotkan papanya.



"Enggak aap-apa, Papa memang jam segitu lagi dekat-dekat bandara jadi nggak repot karena memang sekalian," Sjahrir tahu Adelia tak mau dia jemput karena takut merepotkannya.



"Oh ya udah kalau memang papa dekat bandara," kata Adelia,"



"Oke, sampai ketemu," Sjahrir pun menutup sambungan teleponnya.




"Iya aku nggak bosen," kata Sonny.



"Aku minta jaga tante Ambar baik-baik. Kasihan dia," kata Adelia lagi.



"Terima kasih ya atas atensinya," Sonny senang ada yang perhatian ada mamanya.



"Sama-sama. Aku makasih abnget bisa jalan-jalan ke pabrik coklat," lanjut Adelia.



"Assalamu'alaykum,"



"Wa'alaykumsalam ."



Mereka pun berpisah di bandara.


\*\*\*

__ADS_1



"Jadi maunya kalian sekarang bagaimana?" Erlangga bertanya pada Mukti dan Abu. Dua lelaki beda generasi yang berseteru.



"Kalau aku Eyang, aku serius mau minta maaf pada papa dan aku mau mencari mama."



"Aku mau minta maaf pada Mama yang sudah teramat sangat mencintaiku."



"Mama itu benar-benar  titisan dewi. Bagaimana bisa dia tetap mencintaiku dengan tulus setelah tahu aku bukan siapa-siapanya. Bahkan bukan anak suaminya!



"Hanya aku yang bisa merasakan cinta tulus seorang perempuan dari mama." 



"Buat seorang anak kandung mungkin wajar menerima kasih yang mama berikan padaku. Tetapi sebagai anak angkat tentu beda kesannya. Sangat beda!"



"Aku tak akan pernah lagi berhubungan dengan Vio. Aku tahu kesalahanku. Dia memutar balik semuanya!"



"Dan dia telah membunuh dua anakku. Takkan pernah lagi aku mau berhubungan dengan dia Eyang."



"Pah. Maafkan aku," kata Mukti tulus.



"Aku serius tak akan pernah lagi berhubungan dengan Vio. Tak akan Pa, Yang," begitu berulang-ulang Mukti menyebutkan kata itu. 



"Kalau pun semua harta mau diambil monggo. Buatku, harta bisa dicari, tapi cinta di keluarga ini itu sangat besar artinya buatku Pa. Cinta di keluarga ini tak tergantikan," kata Mukti.



"Papa tidak bisa sedemikian mudah menerimamu lagi. Kesalahan yang sudah kita lakukan ada mama dan Sonny sudah teramat besar dan tak termaafkan!" Abu pesimis untuk bisa mendapatkan maaf dari Ambar.



"Orientasi kita sekarang adalah menghajar Vio dan Imelda serta menemukan mamamu. Karena dia sudah sangat terluka oleh Papa," kata Abu.


\*\*\*


***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu*** ~ Yogyakarta.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1675275829263.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.


__ADS_2