
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ada apa lagi?" Made melihat Mukti tambah amburadul.
"Minggu lalu sejak aku ke rumah papa aku dan eyang serta papa kan bertekad menyelesaikan persoalan Vio dan Imelda. Aku diminta mencabut kuasa hukum yang kuberikan untuk membantu Vio."
" Maka kami pun ke Jakarta. Hari ke tiga aku di Jakarta aku dan papa bertemu dengan mama dan Mas Sonny di sebuah cafe tempat aku janjian dengan lawyerku.
'*Loh mereka di Jakarta. Aku kira masih di Jogja*, 'batin Made.
"Aku tidak tahu sedang apa mereka di Jakarta yang aku tahu mereka tinggal di rumah sahabatnya Papa yang kemarin liburan di sini," jelas Mukti.
"Karena tak enak bicara di cafe, sahabat papa mengajak kami semua kerumahnya bicara."
"Saat itu Mama memberi keputusan bahwa Mama minta waktu satu tahun untuk MENEPI dengan catatan mama belum tentu akan kembali setelah jangka waktu satu tahun itu."
"Dengan berat hati papa menyetujui. Awalnya kita pikir selesai sampai situ. Ternyata mama pulang ke Bali dia sudah bicara dengan Aksa untuk bertsnya adik bungsu itu mau ikut mama atau papa."
"Setelah dapat keputusan dari Aksa, mama menghadap pada eyang kakung dan eyang putri."
"Intinya mama pamit itu yang pertama. Yang kedua seperti biasa mama minta maaf pada kedua eyang. Mama memberitahu telah minta menepi ada apapa dan belum pasti akan kembali."
__ADS_1
"Pokok persoalan yang sekarang menjadi BOOM adalah mama bilang ke eyang bahwa mama sakit hati SEJAK dititipi bayi hasil zina suaminya."
"Kau tahu bukan siapa bayi itu," kata Mukti lirih.
"Jadi mama sejak aku diberikan pada oleh eyang putri itu mama sudah sakit hati. Kenapa dia disuruh ngurus bayi hasil suaminya berselingkuh!"
"Mama meredam sakit hatinya bertahun-tahun sendirian. Padahal tingkah lakunya ke aku, kasih sayangnya ke aku tuh sangat tulus aku rasakan. Tak pernah aku dengan mas Sonny dan Aksa dibedakan."
"Tak ada wanita sehebat mama yang memendam sendiri luka hatinya berpuluh tahun! Dia memendam rasa perih itu sendirian," kata Mukti lagi.
"Hari itu mama membawa semua barangnya di rumah papa tanpa sisa!"
"Sehabis mama keluar dari rumah, eyang putri langsung pingsan."
"Dia depresi karena merasa bersalah selama ini telah membuat luka hati Mama. Dan akibat eyang menitipkan aku di mama Ambar maka Mas Sonny dan Aksa yang jadi korban."
"Itu sangat membuat eyang putri depresi. Sampai sekarang dia tak ada respon apa pun pada orang luar," kata Mukti lagi.
"Yang pasti untuk fisik eyang tak ada sakit cuma jiwanya yang sakit kemungkinan sih kalau nggak dibawa ke dokter jiwa ya dibawa pulang aja," cerita Mukti selanjutnya. Made tak menyangka kisah kidup sahabatnya demikian pelik
"Apa bila dirawat ke dokter jiwa dia bisa disembuhkan?
"Itulah yang jadi pemikiran eyang kakung. Mau dirawat di rumah sakit jiwa atau di rumah,tapi secara berkala dibawa ke rumah sakit untuk kontrol dokter jiwa."
__ADS_1
"Belum selesai bingung masalah eyang putri, papa dapat berita pembantu rumah tangga di Jakarta bilang barang mas Sonny dan mama di Jakarta sudah dibawa semua tanpa bersisa. Papa makin yakin ama akan tak akan pernah kembali."
"Aku sudah mengembalikan villa ke manajemen papa. Sekarang kasih aku saran. Apa yang harus aku lakukan lagi?" Keluh Mukti.
"Jujur aku bingung. Persoalan sakit batin mama mu sudah karatan kalau kita ibaratkan paku. Kau tahu, mau diapain juga karat tak bisa dibersihkan."
"Soal kau mencabut kuasa hukum untuk Vio itu sangat benar. Kau tak perlu membela dia lagi. Dan untuk seterusnya tak perlu kau kenal ular belidak itu," Made memberi penilaian soal Vio.
"Soal villa. Itu juga wajib kau kembalikan. Kau punya usaha sendiri. Semua gallery itu kau bangun sendiri dari jerih payah hasil karyamu. Itu saja kau kembangkan."
"Mobil karena itu hadiah ulang tahun, biarlah. Tak baik kau kembalikan."
"Yang perlu kau lakukan adalah minta maaf pada mamamu. Kau sendiri bisa merasakan kasih sayang tulus mamamu itu. Jadi kalau besok kau minta maaf dia tak mau membuka hatinya, kau harus menerima dengan lapang hati!" Made memberi saran sederhana tapi itu sangat penting.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.
__ADS_1