INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
FAKTA UNTUK LAKSMI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Ada apa Pa? Kenapa Papa panggil kami berdua?" Laksmi kaget semalam diminta Airlangga datang hanya berdua suaminya. Tak boleh datang membawa anaknya.



Dan harus tepat waktu. Tak boleh lebih cepat atau lebih lambat. Laksmi merasa ini ada kaitannya dengan kesehatan mamanya.



"Mama ke mana?" tanya Laksmi lagi.



Tadi Lasmi datang bersama suaminya dan sudah bersalaman dengan Abu dan Ambar.



"Papa panggil kalian ke sini untuk menjelaskan masalah mamamu," Airlangga mulai bicara.



"Saya minta kamu legowo. Dan kamu Dwi jadi saksi apa yang saya ucapkan. Dan saya juga sudah pasang CCTV di rumah ini sejak empat hari lalu agar saya aman bila saya di racun atau di celakai di rumah saya ini," jelas Airlangga sambil menunjuk kamera CCTV.



Tentu saja Laksmi dan suaminya bingung terhadap tingkah laku papa mereka.



"Kamu perhatikan semua yang saya ucapkan, apa yang Abu dan Ambar ucapkan. Kami tidak akan menutupi satu pun," ucap Airlangga.



"Cerita ini berawal sejak Imelda kakakmu dan Vio tunangannya Sonny menggembosi perusahaan Papa dan Abu."



"Lalu akhirnya Ambar sakit hati karena Abu selalu membela Mukti."



"Semua berkembang, Ambar memilih berpisah dengan Abu."



"Tak ingin orang tuanya berpisah, Sonny dan Mukti menyelidiki semuanya."



"Ambar punya bukti semua permasalahan ini adalah otaknya Menur mamamu. Kamu jangan protes dulu nanti semua fakta akan Papa buka," Airlangga melihat Laksmi mulai keruh wajahnya.


__ADS_1


"Sejak Mukti umur tiga tahun Ambar tahu kalau Mukti itu bukan anaknya Abu. Akhirnya ini membuat Abu penasaran akhirnya mencari sejarahnya Witri. Sejarah terungkap!"



"Witri adalah asuhan mamamu sejak SMP. Witri dibuat hamil oleh mamamu untuk menjebak Abu jadi sejak Abu menikah mamamu sudah jahat pada Abu. Kita tidak tahu sampai hari kemarin,  kamu dan kamu inget itu ya!" Airlangga menunjuk pada wajah Laksmi dan menantunya.



"Abu mendapat bukti bahwa Abu tidak pernah menyentuh Witri. Abu tahu siapa ayah kandung Mukti pun sudah tahu dan  tiga orang saksi ini bersedia bersaksi di pengadilan!"



"Sekarang selanjutnya, kamu Laksmi, bukan anak aku!"  langsung Airlangga menaruh hasil tes DNA si meja.



"Selama ini mamamu menipuku. Kamu bukan anak saya, saya dijebak supaya kawin dengan mamamu agar mamamu punya harta. Dan sepertinya Imelda juga bukan anak papa Sudrajat!  Imelda sama kamu satu Ayah satu Ibu."



"Saya sedang selidiki lagi sebentar lagi hasilnya udah keluar. Imelda juga cuma jebakan pada keluarga Sudrajat biar mamamu dapat harta."



"Tapi sejak awal Sudrajat sudah sadar dia langsung ceraikan begitu Imelda lahir."



"Saya tidak tahu bahwa kamu bukan anak saya," Laksmi menangis mengetahui bahwa ibunya sejahat itu.



"Dan yang lebih parah lagi mamamu itu tidak depresi mamamu tidak gila mamamu tidak hilang ingatan, mamamu itu sehat. Papa punya buktinya dia menghapus pesan entah pada siapa dua menit sebelum Papa masuk kamar. Kalau orang depresi tidak mungkin mengerti itu."




"Bisa bayangkan kami nggak tahu, kami baik ternyata dia ketakutan hartanya semua tidak jatuh ke tanganmu dan tangan Imelda padahal Papa nggak pernah kan bedain kamu, Abu dan Imelda !"



"Apa pernah Papa bedain kalian?"



"Mulai saat ini kamu tidak akan pernah dapat keuntungan perusahaan lagi, sama seperti Imelda. Kamu bukan anak aku. Dari kamu di perut sampai kemarin kamu sudah menikmati hartaku dengan cuma-cuma. Kamu menikmati kasih sayanganku dengan cuma-cuma."



"Tapi sekarang sudah tidak lagi karena saya bukan benci kamu saya tetap sayang kamu saya tetap anggap anak pada kamu tapi tidak pada Ibumu! Penjahat itu sudah merusak anak-anak saya, cucu saya sejak dia jebak saya dengan kehamilanmu!"



"Saya bingung koq bisa tidur dengan perempuan yang baru saya kenal padahal sejak meninggalnya ibunya Abu saya itu tidak mudah terpancing oleh siapa pun."



"Ternyata mamamu penjahat kelamin buktinya Imelda juga bukan anak Sudrajat!"

__ADS_1



Abu mendengar Airlangga bicara berapi-api.



"Saya pun baru tes DNA kemarin sejak saya tahu bahwa Witri ternyata tak pernah disentuh oleh Abu. Saat itu Abu pingsan, mungkin saat itu juga yang saya alami."



"Sejak dia bilang hamil olehku, Papa tak semudah itu dekat dengan perempuan apalagi making love sebelum pernikahan sampai tahu dia hamil aja Papa enggak pernah menyentuhnya lagi."



"Sampai menikah baru saya nyentuh lagi mamamu. Obat untuk saya dan Abu mungkin sama karena obatnya disiapkan ayah kandungmu yang sama gilanya dengan mamamu."



"Dia tak peduli Menur nikah dengan Sudrajat atau dengan Papa, yang penting dia bisa ongkang-ongkang makan enak, hidup layak tanpa kerja! Laki-laki bejat yang selalu mencari korban untuk Menur adalah ayah kandungmu!"



"Ini kartu nama ayahmu,"  Abu memberi kartu nama dokter yang selalu menjadi penyokong sepak terjang Menur.



"Sekarang mamamu ada di rumah sakit jiwa Pemda. Silakan kamu urus administrasinya karena saya tak mau nanggung lagi," Airlangga memberikan surat pendaftaran RS pada Laksmi dan minta Laksmi yang menanggung biayanya.



"Semua surat penting mamamu, KTP, SIM, buku tabungannya Papa simpan di deposit box."



"Papa juga sudah melaporkan surat keterangan depresi dari rumah sakit di Bali ke polisi sehingga dia tak bisa bikin laporan keterangan hilang  dompet berisi KTP dan surat lainnya!"



"Kalau kamu mau keluarkan dia karena alasan sehat, polisi akan langsung eksekusi dan dimasukkan penjara karena kesalahannya. Baik pada Papa, pada Sonny, pada Ambar, pada Abu karena semua sudah melaporkan kejahatananya. Mungkin Sudrajat juga akan melaporkan!"



Laksmi lemas, tadinya dia pikir karena mamanya hanya pura-pura gila, biarlah mamanya dia keluarkan dari rumah sakit. Biar tinggal di rumahnya. Ternyata keluar dari Rumah sakit, pintu penjara sudah menganga lebar untuk Menur!



"Papa pasang CCTV karena takut di racun oleh mamamu!" Ambar akhirnya bicara. Sejak tadi dia hanya mendengarkan saja!



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie ANANDA PUTRI SARNA dengan judul PERINGKAT PARALEL ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677921527657.jpg)


__ADS_2