INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
MENYENDIRI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Adelia melihat kepergian mama dan papanya napak tilas perjalanan cinta mereka di Bali.



"Kamu mau kemana Del?" Ambar menanyakan rencana Adelia hari ini. Hari terakhir liburan mereka kali ini.



"Pengen ke pantai aja. Mau lihat yang surfing. Tapi pengen main jetski lagi. Gimana nanti aja," jawab Adelia lirih. Dia tak ingin ada yang dengar rencannya. Dia ingin sendirian hari ini. 



Adelia mempersiapkan baju gantinya. Dia memasukkan sunblock ke dalam tasnya. Adelia bebas keluar karena villa yang dia tempati di depan, cukup jauh dari jarak pandang villa keluarga Lukito yang terpisah di bagian atas belakang. Villa pemilik tak pernah disewakan.



Taksi online yang Adelia pesan telah datang. Dia dengan nyaman pergi sendiri ke Tanah Lot. Sangat jauh dari villa yang dia tempati.



Adelia ingin menyendiri di antara keramaian wisatawan pengunjung destinasi wisata Tanah Lot.  



Sejak mengetahui Mukti kenal dengan Vio bahkan pernah dibawa ke rumah dengan status sebagai sahabat, lalu mereka berlaku seakan tidak kenal dihadapan Sonny, Adelia langsung tak respect pada Mukti.



'*Kalau sahabat, mengapa Mukti bisa seakan tak kenal? Apa ada kejadian buruk antara mereka sebelumnya*?'



'*Kalau ada hal buruk, sebagai adik seharusnya Mukti memberi tahu pada Sonny bila dia tak ingin kakaknya terluka*.'



'*Mengapa Mukti membiarkan pertunangan Sonny terjadi tanpa bercerita? Mengapa Mukti sama dengan Prilly yang tak peduli perasaan terluka saudaranya*?' 



Adelia benci pengkhianatan. Maka dia mulai benci Mukti karena karakternya. Bukan karena Mukti telah menzholimi Sonny.



Menurut Adelia cinta saudara harusnya lebih diutamakan daripada hal lain.


__ADS_1


Dari tempat duduknya menikmati es kelapa muda, Adelia melihat pasangan orang tuanya yang berjalan bergandengan tangan menuju mobil yang Sonny siapkan. Adelia bahagia melihat cinta kasih kedua orang tuanya itu.



Tentu saja Adelia tak ingin menyapa keduanya. Dia membiarkan *quality time* yang mereka miliki. Dan dia pun ingin menikmati kesendiriannya tanpa diganggu.



Dari Tanah Lot, Adelia mencari taksi untuk menuju  Bedugul. Dia ingin makan siang dan melihat pasar tradisional Bedugul yang sangat menarik.



Sebuah pasar tradisional yang menjadi destinasi wisata terkenal.



Banyak pernak pernik etnik yang Adelia beli. Juga kaos dan makanan serta souvenir. Tak terasa hampir sore ketika Adelia berniat mengakhiri kegiatannya hari ini.


\*\*\* 



"Kamu enggak nemani Adelia Mas?" Tanya Ambar.



"Lho, Adel pergi kemana? Mamas enggak janjian," jawab Sonny.




"Kalau dia mau keluar sendirian ya biarkan aja. Kali aja emang dia butuh sendirian. Masa Mamas harus ngawal dia kemana pun?"



"Sebagai tuan rumah kan kita harus perhatikan tamu. Kita harus meninggalkan kesan yang baik Mas."



"Mamas sudah tanya, dia enggak respon, jadi biarkan dia sendirian. Karena itu yang dia mau," Sonny yang sejak tahu kalau Vio sahabat Mukti menjadi galau. Dia sedang fokus pada rahasia itu. Dia malas ribut dengan siapa pun. 


\*\*\* 



Ambar sedang memperhatikan para pegawai yang sedang membuat lontong untuk makan malam nanti. 



Ambar ingin membuat sate kambing madura dan gule kambing malam ini. 



Tentunya ada sedikit sate ayam bagi ibu mertuanya yang sudah mengurangi makan daging kambing. Ambar selalu memperhatikan semua hal tentang mertuanya.

__ADS_1



Sebagai kuah untuk Menur, Ambar membuatkan sedikit opor ayam. 


\*\*\*



"Senang perjalanan kali ini Del?" Tanya Airlangga yang duduk di lobby kantor villa, sehingga bisa melihat siapa pun yang datang dan pergi.



"Iya Eyang. Aku senang. Membuat aku sedikit fresh," balas Adelia.



"Mengapa hanya sedikit? Apakah bebanmu sangat banyak sehingga hanya sedikit beban yang hilang?"



"Sangat, sangat dan sangaàaat banyak Eyang. Kadang aku merasa tak kuat dengan beban ini. Tapi aku berupaya terlihat kuat," Adelia berani memulai curhat pada Airlangga.



"Seharusnya, kamu jangan pernah satu kali pun berupaya TERLIHAT kuat. Biarlah orang melihat kamu apa adanya."



"Terlihat jatuh dan lemah itu tidak nista. Itu manusiawi," nasihat Airlangga.



Adelia memeluk Airlangga dan terisak didada lelaki tua itu. Baru kali ini dia bisa menangis sejak dia ditikam Prilly dan Jeffry. 



Sjahrir dan Vonny yang baru datang, serta Sonny dan Abu yang ingin duduk bersama Airlangga di lobby melihat hal itu. Mereka semua berupaya menghindar dan seakan tak melihat kejadian itu. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674294694551.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.


__ADS_2