INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
AKAN ADA TAMU TAK DIUNDANG


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Mobil yang ditumpangi Adelia dan kedua tamunya tiba di rumah keluarga Sjahrir saat sudah jam delapan malam. Terlambat untuk makan malam tapi memang sengaja ditunggu tuan rumah untuk makan malam nersama.



Ambar dan Vonny berpelukan ketika bertemu  mereka saling terisak.



Sjahrir menepuk pundak istrinya dan Adelia menepuk pundak Ambar.



"Sudah ayo masuk dulu,  nggak enak kelihatan orang di luar," kata Sjahrir.



Sjahrir mengajak semuanya masuk. Mereka masuk bersama.



"Kamar Tante ini ya dan Mas Sonny kamarnya di belakang. Maksudnya kamar tamu yang belakang bukan kamar belakang sana. Dua kamar dari kamar tante Ambar," jelas Adelia.



"Iya nggak papa di mana aja. Satu kamar sama Mama juga nggak apa-apa," sahut Sonny santai.



"Mana mungkin satu kamar sama tante Ambar," kata Adelia dengan senyum jahilnya.



"Pasti malam-malam ada yang akan ada tamu tak diundang yang akan masuk ke kamar tante Ambar aku yakin itu," kata Adelia sambil tersenyum-senyum dia memang menyasar pada mamanya yang pasti penasaran dan akan ke kamar tante Ambar untuk ngerumpi.



"Ha ha ha kamu tahu aja," kata Vonny merasa disindir oleh Adelia.



"Ha ha ha pastilah mamamu pasti seperti itu," kata Sjahrir yang sependapat dengan putrinya.



"Ayo taruh barang dulu taruh barang dulu lalu kita makan ini sudah terlalu terlambat untuk makan malam," kata Vonny.



Ambar dan Sonny lalu menaruh barangnya dikamar yang tadi Adelia tunjuk. Mereka cuci tangan lalu menuju ruang makan.



"Wah udah lama sekali ya aku nggak ke sini," kata Ambar.



"Kamu jarang ke Jakarta," kata Vonny.



"Terakhir waktu Adelia masih SMP atau SMA ya," kata Ambar lagi sambil mengingat kapan dia terakhir ke rumah Vonny.



"Lama banget Tante aku aja udah lupa loh," kata Adelia



"Adel SMA kayaknya. Waktu itu dia baru masuk kelas satu, aku ingat karena saat itu kamu bilang Sonny sudah di UGM. Kamu baru antar Sonny dan cari kost. Lalu kamu ke Jakarta aku ingat itu," kata Vonny.


__ADS_1


"Oh gitu ya. Iya kali ya?" Ambar malah sudah lupa.



Sonny dan Adelia hanya mendengarkan saja cerita kedua orang mamanya itu.



"Bagaimana kerjaanmu Son?" tanya Sjahrir.



"Standar Om, ini lagi mau urus pindah yang di Cikarang Om. Eh yang di Bandung maksudku,"



"Yang di Bandung itu mau aku pindah ke Cikarang. Nah ternyata pembelinya mau langsung balik nama sejak dari Bandung aja. Nanti selama urus yang di Cikarang langsung pindah atas nama dia jadi aku lepas perusahaanku yang di Bandung itu Om."



"Habis itu aku cuma fokus yang di Jogja aja," Sonny menjelaskan pada Sjahrir.



"Oh jadi kamu bener-bener sudah deal mau lepas yang di Bandung?"



"Sudah Om, udah deal besok tinggal tanda tangan di Bandung semua. Nanti yang urus di Cikarang pun sudah tidak atas namaku. Besok juga akan langsung urus ke notaris yang di Bekasi."



"Jadi lusa perusahaan di Cikarang itu udah nggak ada keterkaitan dengan saya sama sekali nantinya."



"Oh baguslah kalau begitu. Jadi kamu hanya fokus yang milikmu di Jogja saja," jawab Sjahrir.


\*\*\*



Abu dan Mukti sudah tiba di bandara SOETA. Andai mereka cepat mereka bisa berbarengan dengan kedatangan Ambar dan Sonny.




Mereka langsung mengarah ke rumah keluarga mereka di Jakarta. Benar perkiraan Sonny kalau dia pulang mengambil mobil atau mengambil baju pasti Mukti atau Abu akan tahu rencananya.



"Besok kamu urus dulu dengan lawyermu itu. Papa dua hari ini ngecek perusahaan dulu. Papa yakin Sonny sudah dua minggu sejak kejadian tak akan mau mengurus perusahaan lagi."



"Baik Pa. Aku akan hubungi lawyer itu dan minta kita janjian di hari ke tiga," kata Mukti.



"Oh ya sudah kamu atur lah yang penting dua hari ini Papa ke kantor dulu. Papa akan lihat dulu kantor bagaimana setelah ditinggal Sonny," kata Abu.


\*\*\*



"Kenapa enggak pakai mobil Om aja? Kamu bisa diantar sopir atau bawa sendiri mobil mana yang kamu mau pakai" Sjahrir ngomel ketika mengetahui sehabis subuh Sonny sudah dijemput travel untuk ke Bandung.



"Itulah Sonny. Bahkan untuk menginap disini saja aku paksa," Ambar memberitahu kelakuan anak sulungnya itu.



"He he he, biar agak santai dikit Om," sahut Sonny sambil salim ada semua.



Jam dua belas siang semua urusan Sonny di Bandung telah selesai. Dia iseng berjalan-jalan dulu di untuk membeli beberapa kaos dan celana jeans juga aneka snack untuk oleh-oleh sebelum kembali ke Jakarta. 

__ADS_1


\*\*\*



Abu tercekat melihat data. Ternyata perusahaan Sonny yang kemarin nama dan alamatnya digunakan untuk mengirim surat hasil test DNA sudah pindah tangan. Bukan milik Sonny lagi.



'*Lalu kalian dimana*?' keluh Abu dalam hatinya. Dia hanya bisa memandangi layar laptop di kantornya di Jakarta. 



Padahal besok rencananya dia ingin mendatangi alamat kantor di Cikarang. Dia sudah punya alamat kantor yang di Cikarang. 


\*\*\*



Vonny dan Ambar sedang duduk berdua di ruang tamu rumah keluarga Sjahrir. Hari itu Vonny sengaja tak berangkat kerja. Namanya pemilik rumah sakit dia bisa atur waktu kapan dia mau off. Terlebih jam praktiknya memang hanya sedikit saja.



Ambar akhirnya menceritakan semuanya. Semua kemarahan Abu bila Mukti rewel, bila Mukti demam karena imunisasi atau karena main hujan. Dan semua kemarahan Abu sejak Mukti kecil yang Adelia tak tahu karena tak ada yang cerita ada gadis itu.



Akhirnya Vonny pun cerita tentang tragedy Pricilla dan Adelia. 



"Kayaknya lukamu sama dengan yang aku rasakan. Aku bisa rasakan sakitmu," kata Vonny.



"Bagaimana tidak sakit saat melihat di hari pengantin Adelia, Prilly anak kandungku yang lain sedang berbuat mesum dengan calon menantuku?"



"Itu yang dirasakan oleh Sonny ketika mengetahui Mukti menikah dengan Vio. Saat itu mereka sama-sama merasa saudara kandung kan?"



"Iya Sonny dan Adelia sama-sama sakit oleh saudaranya sendiri," kata Ambar.



"Aku juga nggak ngerti. Jangankan Mukti yang bukan anak kandung. Prilly yang jelas-jelas anak kandungku saja bisa menikam adiknya seperti itu. Aku beri mereka kasih sayang yang sama, perhatian yang sama tapi mengapa Prilly bisa culas seperti itu?"



"Bibitnya sama ya," kata Ambar.



"Iya bibit dan perlakuannya terhadap mereka sama. Mengapa bisa panen hal buruk dari Prilly," kata Vonny tak habis pikir.



"Kalau kamu masih mending lah ketahuan Mukti bukan bibitmu atau bukan bibit suamimu. Perlakuan sama tapi bibitnya beda!"



Akhirnya mereka berdiskusi berdua sesama ibu yang anaknya terluka.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1675480862729.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.


__ADS_2