
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sudah dua bulan Jeffry bekerja sebagai staf administrasi di perusahaan yang menerimanya tanpa koneksi nama besar papanya.
Sejak masuk kerja selama ini prestasinya bagus. Tingkah lakunya pun bagus. Atasannya pun memuji prestasi kerjanya.
"Abdul kamu lulusan S2 luar negeri Kenapa hanya menjadi staff administrasi saja. Bahkan kepandaianmu jauh diatas supervisormu," tanya Dwi Haryani wakil direktur di perusahaan tempat Jeffry bekerja.
"Saya bisa bekerja saja sudah sangat Alhamdulillah Bu. Yang penting halal. Tak perlu menganggur lagi," jawab Jeffry.
"Kamu bantu saya ya," bu Haryani bertitah pagi ini. Siapa yang bisa melawan?
"Iya Bu," kata Jeffry lagi Dwi Haryani.
Sebenarnya Dwi Haryani ini adalah anak pemilik perusahaan, tapi tak mau terlihat. Jadi dia hanya menjadi wakil direktur saja.
Haryani melihat kondisi Jeffry kerjaannya bagus dan orangnya juga tidak neko-neko selalu bersikap baik.
Haryani memanggil HRD.
"Pindahkan Jeffry sebagai staf khusus saya. Buat SK pengangkatannya secara resmi dan siapkan ruang kerjanya sama dengan staff khusus saya lainnya." kata Haryani. Akhirnya Jeffry pun dipindahkan menjadi staf khusus Haryani.
Staff khusus adalah orang pilihan dengan keahlian masing-masing. Ada enam orang team ini termasuk Jeffry dua laki-laki yaitu Jeffry dan Agus yang lainnya perempuan.
__ADS_1
Jeffry ahli keuangan
Agus ahli administrasi
Mulan ahli hukum
Wulan ahli pemasaran
Resty ahli pemasaran
Menik ahli keuangan.
Mulan merupakan perempuan cantik yang lembut dan dikantor orang tahunya dia keponakan Haryani.
Sebenarnya Mulan bukan keponakan asli Dwi Haryani. Mulan putri adopsi resmi Haryani dari panti asuhan karena Dwi Haryani tidak bisa punya anak. Suaminya mandul sehingga mengangkat Mulan sejak kelas dua SD bukan dari bayi.
"Untuk proyek yang ini tolong ya disegerakan," Haryani membahas program terbaru perusahaan. Jeffry pun mulai terlibatkan dalam pembahasan proyek itu. Walau dia masih baru tapi kan sudah masuk dalam tim khusus.
"Ada masalah apa di poin laba?" tanya Bu Haryani.
Kalau menurut saya ini pemborosan Bu."
"Poin 7 ini bisa kita potong 10%. Nanti cost pembelanjaan akan naik 12% Bu."
"Itu berarti kita rugi atau defisit 2%. Tapi di poin pemasaran kita naik 30%."
"Satu sisi kita turun dulu tapi sisi lain kita naik 30%. Nanti tentu di poin selisih laba kita bisa meraup lebih banyak keuntungan." Jelas Jeffry.
__ADS_1
"Oh gitu. Coba kalian semua hitung lagi dan diskusikan ulang agar kita bisa meraup lebih banyak keuntungan."
Akhirnya mereka itu ulang lagi.
"Benar Bu bisa seperti itu," Agus langsung memberi pendapat setelah menghitung seperti yang Jeffry katakan tadi.
"Wah bagus ini. Ayo kita revisi lagi," kata Dwi Haryani
Akhirnya tim pun merevisi sesuai dengan usulan Jeffry.
Mereka pun terus diskusi dengan serius tapi tidak tegang. Semua menerima perubahan dengan senang.
Haryani seperti biasa sudah memesankan nasi bungkus di rumah makan sederhana di seberang perusahaannya.
"Kita *break* salat dan makan siang dulu. Satu jam lagi kita kembali diskusi," Haryani mempersilakan semua istirahat.
Jeffry merasa beruntung dapat makan siang kali ini. Dia memang menghemat semua pengeluarannya. Karena dia harus membayar angsuran motornya. Dan dia bertekad mempunyai tabungan lagi. Tabungan dalam jumlah memadai untuk dia hidup mapan
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.