INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
BUKAN MAMAKU!


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Mama kan berteman akrab sampai ke ranjang dengan dokter Pa. Dia dapat obat yang bikin aku merasa melakukan making love saat tidak sadar sehingga aku memang merasa aku melakukan dengan Witri." Jelas Abu santai. Dia terus memandang wajah tanpa ekspresi yang Menur perlihatkan.



"Mama juga yang bikin Mukti terjerat Vio saat SMA dengan memberi obat yang mereka berdua minum saat SMA. Obat yang Harry minum saat melakukan pertama kali dengan Witri."



"Mama ingin buang Mukti agar harta mas Abu tidak diberikan pada Mukti sehingga jatah Laksmi tak berkurang." Ambar melengkapi keterangan Abu.



"Sayang Vio tak meminta pertanggung jawaban Mukti, dia malah menggugurkannya."



"Wowww, hebat juga mama kalian yaa," Airlangga memuji Menur dengan sarkas.



"Bukan mamaku Pa. Dia mamanya Mas Abu kali," jawab Ambar berkelit.



"Ih bukan mamaku. Dia istri Papa," balas Abu mengembalikan bola pada Airlangga.



"Ha ha ha, Iya sih dia istri Papa karena dia ngejebak bilang udah hamil anak Papa. Kalau nggak lagi gila begini Papa buang dia," kata Airlangga datar.



"Kalau mama sekarang bisa kabur nih Pa, kalau mama bisa kabur dia mau hidup dimana dan pakai apa? Kan semua perhiasannya udah Papa simpan. ATM-nya KTP-nya udah Papa simpan tanpa dia bisa ambil lagi. Dia mau muter-muter di mana Pa?" kata Abu.



"Bener, semua sudah Papa simpan. Jangan sampai kayak perusahaan, tiba-tiba ada tanda tangan Papa buat cairin uang sesuai dengan permintaan Imelda."



"Sekarang mau cairin dana atau jual barang berharga dia enggak bisa. Bikin KTP baru dengan alasan KTP hilang  juga akan sulit karena polisi sudah papa kasih tembusan surat dokter dia depresi. Aneh bila orang depresi mengajukan pembuatan KTP baru,"



"Semua KTP, buku tabungan dan ATM nya sudah Papa simpan di bank di deposit box  jadi dia nggak bisa ambil."


__ADS_1


"Kalau mama sekarang tiba-tiba sehat lalu kabur ya silakan aja. Kalau dia mau kabur sama pacarnya silakan. Pacarnya kan hanya butuh dana rutin aja. Kalau suruh nerima orang miskin bermasalah mana mau? Harta dia sekarang cuma cincin nikah di jarinya itu doang," sahut Airlangga.



Menur pun kaget. Padahal dia bersiap akan kabur dengan semua hartanya. Ternyata KTP, ATM dan buku tabungan sudah ada di deposit box bank. Tak bisa diambil selain oleh pemilik deposit. Begitu pun perhiasannya tak ada lagi.



"Beneran Pa?" tanya Ambar.



"Bener lah. Semua sudah papa antisipasi. Semua udah papa masukin deposit box. Bukankan dia enggak ingat apa-apa?  Dia mau ngapain dengan semua itu? Orang sakit seperti dia kan enggak butuh?"



"Papa udah bikin surat keterangan dokter dan dikuatkan ke polisi dia nggak bisa ngapa-ngapain dari dokter rumah sakit di Bali. Jadi kalau sekarang tiba-tiba dia bisa tanda tangan bisa pindahin kuasa dan segala macam itu, langsung pidana." Jelas Airlangga lugas. Semua semalam sudah dibahas. Mereke seakan tidak tahu dan baru membuka sekarang.



"Oh gitu Ya Pa."



"Ya iyalah orang ada surat dari dokter di Bali kok."



Menur mati kutu sudah tidak bisa bergerak apa pun lagi.




"Ya ada aja gunanya, jadi kena hukuman penjara kan gampang memang dia sedang tidak sadar tapi kan tetap aja bisa dipenjara," jelas Airlangga.



"Emang kamu buktinya ada?" Tanya Airlangga.



"Sudah aku serahin ke pengacara aku Pa," jelas Abu.



"Saat kami rujuk Ambar kasih tahu semua bukti-buktinya bahwa dalang dari Imelda dan Vio adalah mama.  Semua udah di pengacara aku," jelas Abu.



"Baguslah."



"Apa Papa sudah beritahu soal kemungkinan Imelda bukan anaknya suami pertama mama Menur?" Tanya Abu.

__ADS_1



"Sudah, rasanya dia akan tuntut ke pengadilan akibat penipuan itu. Karena saat itu mertuanya yang sekarang marah besar akibat putrinya dikhianati. Untung kekasihnya masih mau menerima kembali sehingga mereka hidup bahagia hingga sekarang," jawab Abu. 



Menur tambah pias mengetahui semua masa lalunya terungkap.



Saat itu pintu diketok ada tamu, pembantu rumah tangga  memberitahu pada Airlangga.



"Suruh masuk aja Mbak," jawab Angga.



"Enggak apa, itu dokter yang aku panggil kemarin Pa,"  kata Abu.



Terlihat masuk tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan.



"Bagaimana Pak?



"Ya Dokter. Silakan bawa aja.  Ayah saya setuju kok karena memang dia sudah tidak bisa apa-apa lebih baik ya di rumah sakit jiwa,"  kata Abu. Dan jangan lupa Pak pengawasannya diperketat.  Saya nggak mau dia kabur kemana pun," kata Angga.



"Ya  mau kabur ke mana orang dia nggak punya apa-apa.  daripada dia gila di jalanan mendingan  di rumah sakit aja," jelas Angga. 



Tentu saja Menur berontak. "Nggak aku nggak mau!" Pekik Menur membuat Ambar tertawa ngakak.



"Koq bisa langsung respon?" Abu dan Airlangga yang sadar alasan Ambar tertawa pun jadi ikut tertawa.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya RHUJI dengan judul I AM NOT A FLOOZY ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677917085563.jpg)


__ADS_2