INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
UNDANGAN PERNIKAHAN FARAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Mas ada undangan dari Farah." Adelia memberitahu undangan yang Farah berikan tadi rumah sakit. Sebelum berangkat ke pengadilan Sonny memang sempat mengantar Adelia ke rumah sakit untuk menandatangani berkas pemberian gaji pegawai. Tapi Adelia lalu lupa mengabari Sonny karena mereka langsung fokus persiapan pengadilan.



"Kapan?" Tanya Sonny.



"Akadnya hari Jumat pagi di rumah Farah. Lalu resepsinya malamnya di gedung dekat rumah Farah.  Mas masih bisa temani aku, kan?" Tanya Adelia. 



"Kalau pun harus kembali dulu ke Jogja ya pasti balik lah tapi kayaknya nggak  balik ke Jogja dulu."



"Ini kan sidang juga belum selesai. Akan ada sidang lagi. Enggak mungkin Mas dan Mukti cepat-cepat kembali."



"Begitu pun dengan eyang Angga dan mama karena mereka masih akan jadi saksi harusnya hari ini tapi karena ada penundaan sidang jadi mama dan eyang tak jadi saksi hari ini. Pasti lusa baru bisa nongol jadi saksi," kata Sonny.



"Nanti Mas bisa hadir kok. Kalau enggak dikawal, permaisuriku bisa dipinang orang lain. Lagian Mas juga kangen ama Bramantyo Kusumo kakaknya Farah," ujar Sonny



"Alhamdulillah ya Rezky akhirnya bertemu jodoh yang sebenarnya. Kalau dia dulu masih dengan Nuning, bisa aja dia harus bertanggung jawab terhadap kehamilan pacarnya itu."



"Iya Mas. Alhamdulillah dia sadar dan mengetahui kebohongan dari mantan tunangannya itu. Enggak nyangka Nuning begitu cemburuan, ternyata malah dia yang selingkuh. Rupanya orang kalau bersalah merasa semua orang sama dengan dirinya ya Mas."



"Apa si Bram itu sudah menikah?" tanya Sonny.



"Aku eggak tahu Mas. Aku kan nggak tanya-tanya. Nanti kalau aku tanya-tanya, dikiranya aku mau cari info tentang Mas Bram karena punya perasaan dengan dia." 



"Aku nggak pernah tanya sejak kedua orang tua Farah pindah ke Klender."



"Mereka ribut dengan keluarga besar ayahnya di Klaten. Saat pindah ngedadak itu aku juga enggak berani tanya."



"Farah hanya bilang dia akan keluar dari asrama mahasiswi bila kedua orang tuanya sudah dapat rumah. Saat itu mereka sementara tinggal di rumah susun Klender tempatnya mas Bram."



"Jadi pas transisi kedua orang tuanya tinggal di rumah mas Bram, baru ayah dan ibunya cari rumah sekitar situ. Dapatnya di belakang rumah sakit Islam pondok kopi."



"Maka waktu praktek magang Farah ambil disana biar dekat kalau dinas malam."

__ADS_1



"Pas ngambil spesialisnya baru bareng aku prakteknya," jelas Adelia.



"Jadi mereka sudah nggak ada rumah di Klaten?"



"Aku nggak tahu masih ada atau tidak rumah di Klaten Mas. Aku enggak pernah mau tanya hal sensitif yang nyerempet gitu. Kalau mereka nggak cerita dari kemauan sendiri ya aku enggak akan ndesak tanya."



"Mas aja dari dulu kalau awalnya enggak cerita ya pasti aku enggak tanya. Tapi kalau Mas sudah buka cerita awal, aku akan nanya terus."



"Kalau orang nggak cerita aku nggak berani tanya masalah intern orang, kecuali  yang nyablak kayak Rezky."



"Kalau Rezky aku tahu dari A sampai Z, soal Uminya soal Nuning, soal Farah. Karena dari awal Rezky memang nggak naksir aku. Dia dari kita kuliah itu naksir Farah"



"Lho mereka udah lama?"



"Mereka sama-sama senang dan sayang sejak masuk kuliah Mas. Cuma Farah tahu diri.  Dia takut orang tua Rezky nggak akan merestui karena dia enggak akan bisa punya anak."



"Rezky nya lemah, dia enggak berani menerjang  badai. Jadi dia mundur. Eh malah kemarin Uminya Rezky yang nyuruh ngelamar Farah dan menerima Farah apa adanya."




"Dari dulu, dari Aksa umur 4 atau 5 tahun aku sudah dengar namamu. Aku sudah dengar kamu cantik, kamu baik, kamu apa lagi pokoknya aku selalu dengar cerita begitu dari Aksa mau pun dari mama. Tapi apa kita pernah bertemu?"



"Karena memang kita belum waktunya dipertemukan."



"Iya juga ya Mas. Padahal udah sering nginep bareng loh keluarga kita, bukan baru sekarang aja."



"Itulah aku nggak ngerti aku baru kenal kamu itu kan di Bali.  Itu pun nggak sengaja karena anak-anak rental minta mobil tambahan. Saat itu aku lagi galau sama kasus keuangan di perusahaan.  Aku pinjam mobil nya Mukti."



"Sebelumnya aku tanya penyewa berapa orang. Begitu dapat jawaban penyewa satu orang aku tanya dia mau nggak dikasih mobil bagus tapi dengan. tarif murah kalau dia mau saya siapin."



"Waktu itu orang rental bilang  drivernya juga enggak ada!"



"Ya sudah nggak apa-apa Mas yang bawa waktu itu. Dari pada usaha Mas jelek namanya. Jadi nggak punya niat nipu kamu sama sekali."


__ADS_1


"Maaf ya Mas waktu itu aku merasa Mas tipu. Aku dengar namamu disebut oleh pegawaimu di lokasi terbang layang. Sehabis bayar dan sedang santai untuk tidur aku iseng search namamu. Aku lihat kamu kuliah di luar negeri, juga track record mu di dunia usaha! aku merasa ditipu. Aku benci laki-laki penipu, maklumlah sedang sensitif."



"Mas kan tahu saat itu harusnya aku sedang bulan madu."



"Iya nggak apa-apa. Kalau kamu nggak ngambek Itu kan kita juga enggak bakal kenal selanjutnya. Saat tahu kamu marah dan pergi dari villa, Mas langsung cari tiket dan minta tempat duduk yang berada di sebelahmu."



"Jadi Mas sengaja ngatur duduk disebelahku?" Adelia tak percaya saat itu Sonny sengaja memesan tiket duduk disebelahnya.



"Ya pastilah. Mas penasaran ya kan? Walau pun *cuma sopir* tapi kan Mas super ganteng, koq ada orang marah, kan aneh."



"Mana uang sewa mobil lima hari kedepan nggak mau dikembaliin, katanya suruh buat sewa mobil sport itu aja. Gila kan? Mas digituin merasa tercabik-cabik harga diri." 



"Lucu juga ya jalan cerita kita," ucap Adelia.



"Terus kalau yang di Singapura itu Mas sengaja ke Singapura?"



"Kalau di Singapura Mas benar-benar enggak tahu ada kamu disana. Waktu itu Mas kan memang mau ngomong di Jakarta sebelum ke Singapura."



"Tadinya tetap mau bilang di Jakarta aja sehabis kita pulang dari Singapura. Begitu lihat Hamza melamar kamu. Mas merasa kalang kabut."



"Mas nggak berani  spekulasi didahului Hamza, karena dia mau ngejar kamu di Jakarta. Mas merasa nggak bener nih. Mas harus cepet-cepat potong kompas."



"Mas Sonny tahu Hamza  bilang mau melamar aku di Jakarta?"



"Iya aku tahu makanya aku nggak berani keduluan. Mas langsung *maso minta* di malam itu juga ke mama sama papamu."



"Aku baru tahu Mas sudah *maso minta* di Singapura dari mama Ambar saat kami bicara soal jadwal lamaran lho. Mama Vonny malah enggak cerita."



"Ya ampun, mama Ambar cerita?"



"Iya. Aku tahu dari mama Ambar," Jawab Adelia. 


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA



Bagi semua readers setia yang merayakannya, yanktie mengucapkan mohon maaf lahir batin.

__ADS_1



__ADS_2