
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Istirahat dulu Son," kata Sjahrir ketika mereka baru saja memasukkan koper-koper para perempuan yang belanjanya nggak kira-kira.
Adelia juga banyak belanja sih tapi kan bukan belanjaan Adelia karena memang mau dibagi-bagi untuk para adik-adiknya. Juga baju serta sepatu couple dengan Sonny. Hal yang tak pernah dia lakukan saat pacaran hingga tunangan dengan Jeffry dulu.
"Iya Om," sahut Sonny.
"Mas bagi oleh-olehnya nanti ya, sekalian aku mau bungkusin dan kasih nama. Sekalian minta alamat Solo, alamat Mukti juga alamat tante Laksmi." Adelia juga akan istirahat.
"Kalau kirim ke tante Laksmi, Mama juga mau kirim. Nanti Mama titip ya Del." Pinta Vonny.
"Dibungkus sendiri-sendiri aja Ma. Karena punya Farhan dan Fahri aja aku pisah. Biar mereka merasa aku hargai karena aku kirim langsung atas nama mereka," ucap Adelia.
"Baiklah. Nanti pas bungkus-bungkus Mama ikutan," jawab Adelia.
"Iya nanti aja, kamu istirahat dulu. Nanti Mas kirim alamat Mukti dan tante Laksmi juga mama," jawab Sonny.
"Mas kapan baliknya ke Jogja?"
"Entahlah ini lagi lihat email. Sekarang juga kan Jumat. Hari Sabtu dan Minggu kan libur," jelas Sonny santai.
"Oh iya ya," Adelia malah tak ingat kalau sekarang hari Jumat.
"Mangkanya Mas mampir sini. Ngapain hari Sabtu Minggu di rumah libur sendirian," Sonny tersenyum pada Adelia.
"Oke, ya udah istirahat sana," ungkap Adelia.
\*\*\*
__ADS_1
"Assalamualaikum besan," sapa Sjahrir pada Abu.
"Waalaikumsalam," jawab Abu.
"Apa maksud dengan kata besan?" Abu tentu bingung.
"Anakmu maso minta ke Aku," jawab Sjahrir.
"Serius?" kata Abu sedikit kaget.
"Ya kemarin waktu di Singapura tiba-tiba ada bujangan menghadap Aku dan Vonny, tanpa ragu dia langsung maso minta dan sekarang dia berada di rumahku dan kamu tahu mereka langsung mau serius." Ungkap Sjahrir.
"Aku yang bingung sekarang rumah sakitku gimana ini? belum lagi aku baru bangun rumah bersalin untuk Adelia," keluh Sjarir pada sahabatnya itu.
"Rumah sakit bersalin yang baru sudah ada izin belum?" Tanya Abu serius.
"Izin operasional belum aku urus," jelas Sjahrir.
"Belum lah. Bangunan siap, izin siap baru aku akan pesan peralatan," jawab Abu jujur.
"Jadi kamu baru bangun gedungnya kan? Kalau baru bangun gedungnya mending kamu jual lagi aja."
"Lalu kamu bangun yang serupa di Jogja atau di Solo untuk penggantinya. Tinggal kita pikir rumah sakit yang sudah ada di Jakarta saja," Abu gantian memberi saran buat Sjahrir.
Saat dia bingung masalah usahanya di Jakarta, Sjahrir yang memberi saran. Memang orang luar lebih bisa membaca situasi karena melihat sesuatu hal lebih jernih.
"Oh iya ya," Sjahrir pun setuju dengan saran sahabat yang akan jadi besannya itu.
"Iyalah. Kamu nanti pegang yang di Jakarta pengawasan keuangannya aja. Pengawasan operasional bisa kamu seorang yang kamu percayai," Abu kembali menyarankan hal penting bagi Sjahrir.
__ADS_1
"Bener tuh, bener! Aku jadi semangat. Tadinya aku lemes pada saat anakku akan dibawa pergi oleh imamnya karena Adel sudah bilang siapa pun imamnya dia akan ikuti. Aku yakin dia pasti akan ikutin Sonny ke Jogja."
"Ya udah alhamdulillah kalau kamu jadi bersemangat." Abu senang bisa membantu memberi usul pada sahabatnya.
"Kalau begitu kamu cariin tanah Jogja atau Solo," tanpa pikir oanjang Sjahrir langsung ingin bergerak.
"Tapi bagusnya sih di Jogja aja lah Riel. Karena kan posisinya Sonny di Jogja. Kalau Adelia di Solo kasihan lah salah satu dari mereka harus bolak balik tiap hari," Abu kembali memberi gambaran.
"Oh ya udah kamu carikan diam-diam tanah di Jogja yang bisa untuk rumah sakit bersalin,"
"Oke aku carikan nanti pembangunannya biar kita laksanakan diam-diam buat kado pernikahan gimana?" Usul Abu.
"Kamu beli tanahnya aku bangun gedungnya. Itu kado pernikahan mereka dari kita."
"Setuju banget, biar nanti pengurusan izin dan segala macam kado dari maitua ( istri ).
"Oke mereka akan aku suruh untuk mengurus izin jadi nanti kado dari kita berempat," Sjahrir tentu setuju. Dulu saat akan menikahkan Adelia dengan Jeffry dia malah tak terpikir memberi hadiah sama sekali. Dia pikir sudah membiayai pernikahan, sudah cukup.
"Eyang dengar loh," kata Airlangga.
"Terus Eyang mau ngapain?" Tanya Sjahrir. Akhirnya Abu me-load speaker pembicaraan.
"Eyang akan beli alat-alatnya walau mungkin tidak semua. Setidaknya beberapa alat akan Eyang belikan buat mereka," kata Airlangga karena akhirnya di speaker.
"Ya sudah oke, Alhamdulillah nanti tinggal kita siapkan diam-diam," Sjahrir senang akan misi rahasia mereka ini.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.
__ADS_1
