INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
BERTEMU MANTANNYA WITRI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Airlangga mulai bergerak, dia mulai mencari data tentang latar belakang Menur. Airlangga mulai berhati- hati terhadap Laksmi anak kandungnya dengan Menur. Tapi hari ini dia sengaja mengundang Laksmi bersama dua anaknya untuk menghibur Menur.



"Mungkin dengan kehadiranmu, mama bisa sedikit berubah," pinta Airlangga.



"Iya Pa, besok sehabis anak-anak pulang sekolah kami ke rumah Papa sampai makan malam. Biar mas Wisnu jemput kami di rumah Papa." Laksmi tak menolak permintaan papanya.


\*\*\*



'*Aku akan datang hari Jumat sore*,' Sonny menghubungi Mukti dan papanya.



'*Papa ada berita baru buat kalian*!' jawaban Abu membuat Sonny penasaran. Kemarin mereka membentuk group chat beranggotakan Abu, Airlangga, Sonny dan Mukti.



'*Berita apa Pa*?' tanya Mukti tak sabar.



'*Tak bisa via chat. Tunggu Mas mu hari Jumat.  Papa akan cerita semuanya*.'



'*Papa @Airlangga, saat hari Jumat sore harus bisa dengar pembicaraan kami. Harus menjauh dari mama. Dan sebisa mungkin dengar pakai earphone agar tak terdengar kemana pun,' pinta Abu pada papanya*.'



'*Oke, walau di kamar depan sendirian Papa akan pakai earphone*.' balas Airlangga. 



'*Aduh jadi nggak sabar*,' kata Sonny.



 Sonny tak memberitahu pada  Ambar dan Aksa soal kedatangannya hari Jumat nanti. 


\*\*\*



Seperti Airlangga, Abu pun mencari bukti permasalahannya dengan Menur. 



Abu sedang menyelidiki mengapa saat Witri akan melahirkan  yang dicari bu bidan nomornya Menur. Bukan nomor dirinya yang versi Witri dirinyalah pemilik benih dalam kandungan Witri.



Agak sulit mencari data Witri karena orangnya sudah lama meninggal tapi dia terus mencari kemana pun akan dia cari.


\*\*\*



"Habis salat Jumat bisa ketemu?" Sonny mengirim voice note atau pesan suara di group. Dia sedang malas menulis pesan.

__ADS_1



"Bisa," Mukti menjawab langsung.



"Emang sudah di Bali?" Tanya Abu.



"Sebentar lagi take off," Sonny mempercepat keberangkatannya. Tak jadi habis salat Jumat tapi pk 09.12 WIB atau pk 10.12 WITA. 



Sonny akan tiba di Bali pas salat Jumat. 



"Kalau begitu kami mengarah bandara aja, biar kamu enggak kejauhan. Ketemuan sekalian makan siang," Abu pun tak sabar ingin mengungkap semuanya.



"Eyang bersiap ya," Mukti pun mengingatkan Airlangga. Sekarang Airlangga tak pernah membiarkan Menur lepas dari matanya. Walau duduk jauh, Airlangga selalu mengarahkan matanya ke Menur. Dia ingin Menur mati kutu tak bisa bergerak. 


\*\*\*



"Eyang maaf ya, kami sambil  makan," Sonny membiarkan ponselnya menghubungi Airlangga.



'*Aku tak akan bicara. Aku mendengarkan kalian. Aku duduk mengawasi Menur dari jarak cukup jauh. Aku pakai earphone*.' Airlangga menjawab Sonny dengan mengirim pesan di chat group.



'*Oke Eyang*,' Mukti yang menjawab di chat group karena ponsel Airlangga hanya mendengar suara dari ponsel Sonny yang diletakkan di tengah meja.




"Jadi awalnya Papa ingin mencari tahu apa yang Mamas pikir. Yaitu mengapa bu bidan menghubungi eyang Menur saat Witri akan melahirkan? Mengapa bukan papa yang 'katanya' pemilik benih dalam perut Witri."



"Papa juga penasaran akan pertanyaanmu itu Mas."



"Ceritanya setelah menelusuri jauh kemasa lalu Witri, Papa 'bertemu' dengan sahabatnya Witri sejak SMP."



"Sahabat Witri bernama NINGSIH, bercerita kalau pada saat SMA Witri itu punya pacar. Karena beda agama dilarang oleh orang tua Witri."



"Ningsih bilang, saat itu mereka sering bertemu dengan tantenya Witri yang bernama Menur."



"Dari Witri, Ningsih bilang bahwa Menur sangat dekat dengan Witri."



"Menur yang melengkapi semua kebutuhan Witri. Uang jajan rutin juga bila akan piknik dan apa pun akan Menur penuhi bila lapor pada Menur."



"Menur saat itu juga sangat mendukung hubungan Witri dengan pacarnya."

__ADS_1



"Akhirnya dari Ningsih, Papa dapat nomor telepon mantan pacar Witri. Merek tergabung dalam group WA alumni sekolah." Abu berhenti. Membuat kedua anaknya tak sabar menanti kelanjutan ceritanya.



"Pacarnya Witri, atau tepatnya mantan pacarnya Witri itu sekarang berada di kota Malang."



"Ada apa ya Bapak cari saya?"  kata pacarnya Witri yang bernama Ferry itu.



"Saya mau tanya tentang adik saya, adik sepupu saya nama Witri," jawab Abu.



"Oh ada apa dengan Witri," tanya Ferry.



"Anda kenal dengan adik sepupu saya itu?" Desak Abu.



"Saya pernah kenal dekat Pak. Memang ada apa dengan Witri? Sekarang dia dimana?" Tanya Ferry dengan lembut dan sopan. Abu menyimpulkan Ferry tak tahu kalau Witri sudah meninggal.



"Saya juga ingin tahu tentang Witri," pancing Abu.



"Saya tinggal di Bali," cetus Abu.



"Dulu Witri kan di Surabaya Pak?" Ferry ingat mereka menjalin kasih saat SMA.



"Ya dulu kami di Surabaya lalu saya pindah ke Bali. Witrinya masih di Surabaya." Jelas Abu. Karena makam Witri memang di Surabaya.



"Saya sejak kemarin ada di Bali Pak. Saya sedang di Gianyar. Sedang pertemuan dengan dewan gereja," jelas Ferry.



"Saya pas lagi di Bali Kemarin saya dari Jogja tempat anak saya. Bisa kita ketemuan?" kata Abu.



"Oh silakan Pak Abu bila bisa ke Gianyar. Saya tak hafal Bali juga tak bisa pergi jauh. Kalau bertemu sekitaran hotel tempat saya menginap saya bisa," Ferry dan Abu pun janjian.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677412498541.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2