
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Abu memang ingin datang ke Jakarta sehubungan dengan usahanya yang Sonny bilang ada masalah. Dia ingin ngecek PT WASKITA PRABUNEGARA miliknya hari Minggu bukan hari kerja. Maka hari Sabtu dia janjian dengan Sjahrir untuk temu kangen.
Sonny sendiri mempunyai usaha pengembang serupa dengan miliknya dengan nama PT SEMESTA BINTANG.
“Bagaimana bila hari Sabtu pagi kita main tenis bersama seperti dulu?” tanya Abu kemarin di telepon.
“Wah aku nyerah kalau main tenis. Yang ringan-ringan saja lah,” tolak Sjahrir.
“Naik treadmill di rumahku saja, lalu kita makan siang masakan Vonny,” ajak Sjahrir yang sekarang sudah malas berolah raga berat seperti tenis.
“Baik, aku tunggu info anakku dulu. Dia sampai Jumat malam masih ada pertemuan di Jogja,” sahut Abu.
“Anakmu super sibuk rupanya,” jawab Sjahrir.
“Dia punya banyak usaha. Yang sedang dia tangani di Jogja itu dari usaha dia sendiri. Yang di Jakarta itu usahaku yang dia awasi,” jawab Abu.
“Baiklah. Semoga saja anakmu bisa menemanimu datang pagi,” sahut Sjahrir sebelum menutup pembicaraan mereka.
Itu sebabnya hari Sabtu nanti Sjahrir mengundang Abu makan siang di rumahnya.
***
“Ngimpi apa kamu balik kandang?” tanya Airlangga Lukito pada anak sambungnya yang dia pelihara sejak anak itu berusia satu tahun.
“Ayah ini, aku pergi salah, pulang juga salah,” jawab Imelda.
“Kalau pulang karena kesadaraan, ya enggak salah. Kamu tu pulang kalau sedang ada persoalan aja kan? Kamu yang nanam kedengkian sendiri. Jadi itu yang kamu tuai,” sahut Airlangga.
Airlangga ingat sejak kecil putrinya itu manis dan penurut. Imelda mulai berubah ketika pulang menginap dari rumah ayah kandungnya ketika dia SMP kelas tiga. Imelda mulai selalu dengki pada Laksmi adiknya. Dan juga selalu berbuat culas.
Puncaknya ketika Abu akan menikah. Imelda mengamuk karena mabuk dan mengatakan dia mencintai Abu sang kakak. Dan sampai sekarang memang Imelda tak mau menikah.
__ADS_1
“Sekarang ada masalah apa? Apa kamu sudah ketahuan oleh Sonny menggelapkan uang perusahaannya sehingga cari tempat aman?” tanya Airlangga. Sementara Menur sang ibu kandung Imelda hanya diam. Kemarin dia melihat email yang Sonny kirim untuk Abu dan Airlangga mengenai perbuatan Imelda.
Sonny memberitahu kedua sesepuhnya agar jangan kaget bila Sonny menggeret Imelda ke kantor polisi.
“Apa maksud Ayah?” pekik Imelda.
“Ha ha ha, kamu pikir mata tuaku ini tak tahu apa yang kamu lakukan? Inikah didikan keluarga Sudrajat padamu?” ejek Airlangga.
“Kenapa Ibu diam saja keluarga papaku dihina Ayah?” protes Imelda.
“Apa yang salah dari perkataan Ayahmu? Sejak kecil kamu kami didik tanpa membedakan antara kamu, Abu dan Laksmi. Tapi mengapa hanya kamu saja yang merasa kami membedakan?”
“Kamu juga terobsesi menikah dengan Abu bukan karena kamu mencintai dia, hanya agar harta ayahmu yang akan jatuh ke Abu bisa juga kamu kuasai. Itu kan pesan nenek lampir istri muda papamu setelah dia juga menggeser istri tuanya?” dengus Menur.
“Kamu dan keluarga Sudrajat bersiap saja. Berkasmu sudah disiapkan oleh Sonny,” lanjut Menur dengan geram. Menur ingat ketika Imam Sudrajat suaminya malah menendang dirinya keluar rumah saat dia hamil empat bulan. Padahal anak itu mereka tunggu selama enam tahun.
Ternyata sejak dua tahun sebelum pengusiran itu Imam Sudrajat sudah punya istri kedua dan anak mereka sudah berusia hampir dua tahun karena mereka menikah ketika selingkuhannya itu sedang hamil.
Jadi sejak di dalam kandungan, Imelda sudah tak diakui oleh papanya. Ibunya sudah diusir sejak Imeda berusia empat bulan dalam kandungan.
***
“Tidak bisa. Sekarang pengawasan ketat. Bahkan bu Imelda tak bisa bergerak,” Vio menjawab orang yang menghubungi ponselnya.
“Tapi bu Imelda sekarang juga sedang tak ada di Jakarta. Kemarin saya dengar dia akan pulang ke Surabaya,” lanjut Vio lagi.
“Baik akan segera saya kabari bila bisa bergerak,” Vio pun mengakhiri pembicaraan itu.
Vio menarik napas berat. Dia harus menyelesaikan semua masalah ini segera lalu ikut kabur seperti yang Imelda lakukan. Cukup sudah apa yang dia ambil saat ini. Daripada terus bergerak malah ketahuan. Vio merasa dia masih aman bila berhenti sekarang.
***
Hari ini Sonny terbang ke Jogja dan baru akan kembali besok malam. Lalu Sabtu dia akan menemani papanya berkunjung ke rumah sahabatnya. Andai tak ada janji dengan sang papa dia akan di jogja hingga hari Senin pagi saja. Langsung ke kantornya.
“Pak, tadi ada keluarga bu Imelda yang datang ke rumah mbak Vio, kartu tamu saya aktivkan. Rekaman ada di email Bapak,” demikian laporan body guard yang jaga malam di rumah Vio malam ini. Semua data itu akan Sonny pergunakan untuk menekan Vio dan Imelda.
“Oke, nanti kalau sempat akan saya cek. Jangan lupa rekaman CCTV kamu sertakan juga,” sahut Sonny.
__ADS_1
“Baik Pak,” sahut sang body guard sebelum bossnya memutus pembicaraan mereka.
Sonny kembali menekuni berkas untuk pertemuan esok malam sebelum kembali ke Jakarta.
***
Adelia mulai mempersiapkan sneli nya. Dia sudah kangen bekerja dengan baju kebesarannya itu. Esok hari Senin dia akan mulai memakai seragam itu dengan lingkup yang berbeda. Sebelumnya dia di IGD. Mulai hari Senin dia akan punya ruang tersendiri. Poli Obgyn atau poli kebidanan.
Hingga besok dia masih akan full di kantor rumah sakit. Sebagai manager keuangan memang dia punya kesibukan juga. Terlebih bila mendekati akhir bulan. Dia harus memeriksa semua laporan dengan saksama, bukan hanya asal tanda tangan.
Seharusnya manager keuangan akan diserahkan pada Prilly yang memang sarjana ekonomi. Tapi sejak awal sang kakak tak pernah mau ikut terlibat hal apa pun yang berhubungan dengan keluarga.
“Chatty, kamu bawa sini rekap data bagian pengadaan barang deh,” pinta Adelia pada staf keuangan yang dia hubungi.
“Baik Bu,” Chatty yang dihubungi segera mencari berkas yang diminta pimpinannya. Dalam konteks pekerjaan sebagai seorang manager keuangan, Adelia telah meminta tak ada yang memanggilnya dengan sebutan bu DOKTER.
“Kenapa ini ada data pembelian dua item yang sama di input dua kali tapi data pendukung kwitansinya hanya satu untuk tiap pembelian?” tanya Adelia.
Catthy tentu kaget. Karena saat dia menyerahkan berkas, datanya tak seperti itu. “Maaf Bu, sebentar saya ambil flash dish saya.”
Tergopoh-gopoh Chatty berlari keruangannya untuk mengambil flash disk miliknya. Untung semua dia back up dalam flash disk hingga dia mudah memperlihatkan bila tak berada dalam ruangannya. Karena dia bekerja dengan komputer meja bukan dengan laptop yang bisa dibawa kemana pun.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1